Taufik = restu Kurniawan = orang yang dapat karunia.
Taufik Kurniawan = orang yag dapat karunia dan restu, makanya berani
korupsi....... ??
Jadi kalau dia korupsi, yang salah kan yang beri restu....?

Pada tanggal Rab, 17 Jul 2019 pukul 10.24 ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Persaingan dan tantangan menjadi wakil rakyat
>  17 Juli 2019 13:29 BERITA
> <https://ramadhan.antaranews.com/berita-ramadhan>
> [image: Government sets beginning of fasting on May 6]Gedung Parlemen di
> Jakarta. (istimewa)
> Jakarta (ANTARA) - Dunia politik di Tanah Air, baik di Dewan Perwakilan
> Rakyat (DPR) maupun di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), ternyata masih
> dipenuhi tindak pidana korupsi, persaingan yang saling menjatuhkan dan
> saling menjelek-jelekkan, baik pada periode masa bakti 2019-2024, ataupun
> pada periode sekarang, 2014-2019.
>
> Sejak pemilihan umum pertama pada 1955, baru pertama kalinya pemilu
> dilaksanakan secara serentak untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD
> kabupaten/kota dan DPRD Provinsi, serta pemilihan presiden.
>
> Belum lama ini, fenomena menarik terjadi dalam "persaingan" memperebutkan
> kursi anggota DPD. Profesor Farouk Muhammad melakukan gugatan terhadap
> “saingannya” seorang wanita, Evi Maya. Farouk melaporkan tuduhan bahwa foto
> Evi Maya dalam surat suara pemilu anggota DPD “terlalu dipercantik” guna
> menarik perhatian para calon pemilih.
>
> Apabila selama ini persaingan di antara para calon anggota legislatif
> lebih banyak dengan alasan telah terjadi pencurian suara secara
> kuantitatif, maka tuduhan Farouk tersebut sangat kualitatif.
>
> Farouk yang sangat dikenal masyarakat sebagai jenderal purnawirawan
> Kepolisian Republik Indonesia merasa bahwa foto saingannya tersebut
> “terlalu diedit” sehingga lebih bagus dari aslinya, guna menarik perhatian
> calon pemilih di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
>
> Karena gugatan ini baru pertama kalinya muncul di Tanah Air, maka bisa
> jadi KPU atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bahkan Badan
> Pengawas Pemilihan Umum kesulitan untuk membicarakan dan menyidangkan kasus
> ini.
>
> Pertanyaannya adalah apakah selama ini berbagai peraturan perundangan
> seperti UU Nomor 7/2017 juga mencakup pengaturan tentang masalah kecantikan
> ini serta berbagai peraturan lainnya seperti peraturan KPU?
>
> Karena ini menyangkut masalah kecantikan yang pasti terkait dengan kaum
> ibu alias wanita maka sangat layak jika berbagai oganisasi kewanitaan
> seperti Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dimintai komentar atau
> pendapatnya misalnya definisi "cantik" bahkan “ terlalu cantik”. Kalau
> Kowani sudah dimintai pandangannya maka berbagai organisasi wanita lainnya
> juga bisa ditanyai misalnya Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).
>
> Tuduhan sang profesor Farouk ini bisa dianggap sebagai gurauan di
> tengah-tengah keributan poltik di Negara Kesatuan Republik Indonesia
> (NKRI), tapi bisa juga dianggap sebagai masukan bagi DPR bersama pemerintah
> jika ingin memperbaiki UU Nomor 7/207 tentang Pemilu.
>
> Yang paling harus “diinterogasi” adalah Farouk Muhammad karena sampai
> sekarang jarang sekali ada perempuan yang mau duduk sebagai wakil rakyat
> dan berhasil duduk di DPD. Evi Maya adalah saingan berat bagi purnawirawan
> Polri ini. Setiap provinsi biasanya mempunyai empat wakil di DPD. Salah
> satu tokoh wanita yang duduk di DPD adalah Ratu Kanjeng Hemas dari Daerah
> Istimewa Yogyakarta dan dia adalah istri Sultan Hamengku Buwono ke-10.
>
> Saat ini semakin banyak generasi muda yang populer dengan sebutan kelompok
> milenial yang berhasil terpilih sebagai anggota DPD, DPR hingga DPRD
> provinsi, kota serta kabupaten sehingga masyarakat bisa saja berpendapat
> bahwa tudingan alias anggapan Profesor Farouk Muhammad itu hanya sebagai
> “alasan” dalam persaingan yang kian ketat ini.
>
> Juga baca: Akademisi: Siapapun presiden akan bekerja untuk rakyat tanpa
> kecuali
> <https://www.antaranews.com/berita/937216/akademisi-siapapun-presiden-akan-bekerja-untuk-rakyat-tanpa-kecuali>
>
> Juga baca: Wakil rakyat kecam perdagangan orang, apapun modusnya
> <https://www.antaranews.com/berita/915676/wakil-rakyat-kecam-perdagangan-orang-apapun-modusnya>
>
> Juga baca: Wakil rakyat minta masyarakat hormati perbedaan pilihan jelang
> Pemilu 2019
> <https://www.antaranews.com/berita/809877/wakil-rakyat-minta-masyarakat-hormati-perbedaan-pilihan-jelang-pemilu-2019>
>
> *Kasus Taufik Kurniawan*
> Sementara itu, akhirnya rakyat Indonesia harus mendapat kabar yang
> lagi-lagi menyedihkan dari Senayan bahwa mantan wakil ketua DPR, Taufik
> Kurniawan telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh Pengadilan Tindak
> Pidana Korupsi Jakarta dalam kasus penyalahgunaan keuangan di Kabupaten
> Jember.
>
> Taufik Kuniawan menyusul mantan ketua DPR Setya Novanto yang dihukum
> penjara belasan tahun akibat terbukti terlibat dalam kasus korupsi
> pembuatan KTP elektronik. Sementara itu mantan wakil ketua DPR Idrus Marham
> juga diseret ke meja hijau dalam kasus pembangunan pembangkit listrik
> tenaga uap (PTU) di Provinsi Riau.
>
> Sedikitnya sudah ada 22 anggota DPR periode 2014-2019 yang diseret ke meja
> hijau akibat berbagai kasus khususnya tindak pidana korupsi pada berbagai
> proyek pemerintahan. Entah “setan apa” yang muncul pada benak para wakil
> rakyat itu sehingga amat tega "makan" uang rakyat .
>
> Para wakil rakyat itu bisa mendapat gaji setiap bulannya hingga Rp60 juta,
> jauh lebih tinggi dari upah minimum provinsi (UtMP) seorang buruh yang
> paling banyak Rp3,6 juta per bulan. Belum lagi para wakil rakyat Itu bisa
> menikmati perumahan dinas misalnya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan
> serta berbagai fasilitas yang menggiurkan lainnya.
>
> Memang para wakil rakyat itu harus membayar "setoran" ke partai politik.
> Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah uang gaji yang puluhan
> juta rupiah itu masih belum cukup juga untuk membiayai istri atau suami,
> serta anak-anak mereka ?.
>
> Beberapa tahun yang lalu, Ketua DPD, Irman Gusman, harus terjungkal dari
> kursi emasnya gara- gara ketahuan menerima sogokan yang "hanya" Rp100 juta
> dari seorang pengusaha di Provinsi Sumatera Barat karena sangat berambisi
> untuk ditunjuk oleh Perusahaan Umum Bulog untuk menjadi importir gula.
>
> Wakil rakyat harus siap mengerahkan 100.persen jiwa dan raganya bagi
> kepentingan seluruh rakyat Indonesia apalagi Presiden Terpilih 2019-2024
> Joko Widodo telah menegaskan bahwa Indonesia harus sanggup bersaing dengan
> berbagai negara lainnya.
>
> Pada beberapa bulan mendatang, semua wakil rakyat di DPD, DPR, hingga DPRD
> provinsi, kota hingga kabupaten bakal dilantik untuk masa bakti 2019-2024..
>
> Pertanyaan yang sangat pantas diajukan kepada mereka semua itu adalah
> sudah siapkah mental mereka untuk menjadi seorang wakil rakyat yang
> benar-benar siap mengabdi 100 persen kepada Negara Kesatuan Republik
> Indonesia dan sedikitnya 265 juta orang Indonesia?
>
> Sanggupkah para wakil rakyat ini mencurahkan 100 persen pikiran dan
> tenaganya bagi rakyatnya? Jangan ada lagi nanti ada wakil rakyat yang
> terkena operasi tangkap tangan alias OTT oleh KPK.
>
> Semua wakil rakyat di Senayan serta semua kantor DPRD harus benar-benar
> menjadi tempat bekerjanya para wakil rakyat dan bukannya tempat
> persembunyian pencuri uang rakyat dan negara apalagi bangsa Indonesia harus
> semakin bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya.
>
> Selamat mengabdi dan berbakti kepada Bangsa Indonesia sebagai wakil rakyat
> di lembaga legislatif. Masyarakat tentu berharap jangan ada lagi wakil
> rakyat yang menyalahgunakan uang rakyat.
>
> **) Arnaz Ferial Firman adalah wartawan LKBN ANTARA pada 1982-2018, pernah
> meliput acara-acara kepresidenan tahun 1987-2009.*
>
>
> Tunjangan Anggota DPR RI Naik
> Play Video
> Play
> Mute
> Current Time 0:00
> /
> Duration 2:04
> Loaded: 100.00%
> Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
> Pewarta: Arnaz Ferial Firman *)
> Editor: Ade P Marboen
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-1111272540141357332_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke