Kasus Novel Buntu, Jokowi Diminta Turun Tangan

Kamis , 18 Juli 2019 | 09:09
Kasus Novel Buntu, Jokowi Diminta Turun Tangan
Sumber Foto Antaranews.com
Novel Baswedan
POPULER
TGPF Soal "Penggunaan Wewenang Berlebihan", Novel: Itu Ngawur! <http://www.sinarharapan.co/hukum/read/10864/hukum/read/10860/%22>TGPF Sebut Luka Novel Bukan Karena Siraman Air Keras <http://www.sinarharapan.co/hukum/read/10864/hukum/read/10859/%22>ICW: Kasus Novel Tak Tuntas, Jadi Beban Polri <http://www.sinarharapan.co/hukum/read/10864/hukum/read/10861/%22>1.000 Halaman Dokumen Hasil Investigasi TGPF Kasus Novel <http://www.sinarharapan.co/hukum/read/10864/hukum/read/10848/%22>Berubah Pikiran, Ratna Sarumpaet Ajukan Banding <http://www.sinarharapan.co/hukum/read/10864/hukum/read/10857/%22>
Listen to this

JAKARTA--Presiden RI, Joko Widodo diminta menunjukkan keseriusannya dalam agenda pemberantasan korupsi. Konkretnya dengan segera bersikap tegas atau mengeluarkan keputusan penting atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Direktur Sekolah Konstitusi, Hermawanto, menduga kasus Novel tak akan diungkap, karena melibatkan orang penting di negeri ini. Sekalipun bukti-bukti terkait kasus itu nantinya ditemukan. "Menurut saya bukan persoalan kurang bukti, mau atau tidak (mengungkap kasus Novel)," katanya saat berbincang dengan/Radio Republik Indonesia/, Rabu (17/7).

Meski demikian, ditekankannya kalau kasus itu masih bisa diungkap. Hal itu bisa terjadi jika Jokowi selaku pimpinan tertinggi di negeri ini mau turun tangan. "Tidak harapan lagi kecuali satu, kepada presiden," tandasnya.

Dia pun meminta Jokowi untuk segera mengeluarkan putusan penting terkait kasus Novel sebelum pelantikannya sebagai Presiden terpilih pada Oktober nanti. Hal itu demi menunjukkan keseriusan untuk mendukung agenda pemberantasan korupsi di negeri ini.

"Ini bukan persoalan Novel, tapi ini persoalan agenda pemberantasan korupsi. Karena dampak dari kasus Novel itu memberikan pesan bahwa menjadi aktivis anti korupsi itu berbahaya. Anda bisa di Novel kan. Itu berbahaya bagi agenda pemberantasan korupsi ke depan," pungkasnya.



Sumber Berita: rri.go.id


---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke