Pengangguran di Kota Malang didominasi mahasiswa enggan pulang kampung
Jumat, 26 Juli 2019 09:22 WIB
Pengangguran di Kota Malang didominasi mahasiswa enggan pulang kampung
Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto (paling kanan, batik hitam)
mendampingi Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat meninjau
penyelenggaraan bursa kerja di Aula Skodam V/Brawijaya di Kota malang,
Jawa Timur, Jumat (26/7/2019). (FOTO ANTARA/Endang S)
Jadi pengangguran terbuka di Malang yang jumlahnya ribuan itu disumbang
mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang sudah habis masa studinya
namun tak mau kembali ke tanah kelahirannya
Malang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan mahasiswa
yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah perguruan tinggi negeri
maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan pulang kampung,
mendominasi pengangguran di kota pendidikan tersebut.
Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto, Jumat, di Malang mengakui
pengangguran terbuka di daerah itu masih didominasi mahasiswa yang
memilih menetap di Kota Malang meski mereka sudah menyelesaikan kuliahnya.
"Jadi pengangguran terbuka di daerah ini yang jumlahnya mencapai ribuan
itu disumbang mahasiswa, baik yang masih aktif menempuh pendidikan
tingginya maupun mereka yang sudah habis masa studinya dan tidak mau
kembali ke tanah kelahirannya (kampung halaman)," katanya.
Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada
tahun 2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang.
Sedangkan tahun lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen.
Supranoto mengemukakan data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda
tergantung metode survei yang digunakan.
Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir
menyebutkan angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu,
karena BPS menghitung secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa.
Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka
pengangguran tercatat 7 ribuan. "Kami mengambil data dari warga Kota
Malang asli, bukan warga yang menetap sementara," katanya.
Ia menjelaskan turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai
skema yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga
kerja maupun para pencari kerja (kartu kuning).
Selain itu, lanjutnya, juga memastikan peningkatan kompetensi lulusan
sekolah menegah kejuruan (SMK) di Kota Malang yang ditindaklanjuti
dengan kolaborasi antara sekolah dan lembaga terkait dengantujuan agar
siswa yang tidak bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi
dapat mencari kerja sesuai kompetensi masing-masing setelah lulus.
Ia mengatakan kerja sama dengan berbagai perusahaan juga rutin dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui posisi kosong yang dibutuhkan perusahaan.
Mekanismenya, perusahaan mengirimkan surat resmi untuk beberapa posisi
yang bisa diisi, selanjutnya Disnaker menyosialisasikan kepada masyarakat.
"Kami juga rutin menggelar bursa kerja (job fair) dengan menggandeng
berbagai pihak, termasuk perusahaan. Dengan adanya bursa kerja ini
diharapkan akan semakin banyak ternaga kerja yang terserap," demikian
Supranoto.
*Baca juga:Padat karya, solusi Pemkab Malang minimalisasi pengangguran
<https://www.antaranews.com/berita/774279/padat-karya-solusi-pemkab-malang-minimalisasi-pengangguran>*
*Baca juga:P4TKI Malang catat 9.840 pekerja migran diberangkatkan pada
2018
<https://www.antaranews.com/berita/808304/p4tki-malang-catat-9840-pekerja-migran-diberangkatkan-pada-2018>
Baca juga:Jatim penyumbang pekerja migran Indonesia tertinggi
<https://www.antaranews.com/berita/774158/jatim-penyumbang-pekerja-migran-indonesia-tertinggi>*
Sumbar Sebar 46 Sarjana Pedesaan
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:50
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Andi Jauhary
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com