Di negeri Belanda, banyak sekali lulusan IT Indonesia kerja di sini. Juga banyak yang tadinya sekolah IT di Belanda tringkat akademi (HBO negeri Belanda) dapat kerja di sini. Di Indonesia sekolah yang paling laku adalah sekolah perhotelan. Lulusannya dapat kerja di hotel2 atau rumah makan, dan juga di kapal2 cruise. Terakhir kami cruise sepanjang pantai New Zealand dengan Holland American Line. Banyak sekali dari Indonesia di bagian bediening, dan sudah bisa mencapai level agak lumayan dengan kemampuan bahasa Inggris lebih baik. Di bagian tekniknya, semua crewnya orang dari Indonesia, dipimpin oleh Insinyur Belanda, lulusan Delft. Hanya di bagian dapur herannya tidak ada orang Indonesianya, semuanya orang Korea. Saya bilang pada crew dari Indonesia, kalau ada malam Indonesia, supaya mereka usul mereka sendiri yang masak makanan Indonesia dan disajikan pada penumpang, dan tanya reaksinya. Paling tidak kan bisa sajikan nasi goreng, ayam goreng, lumpia goreng, dan minuman es cendol dan es campur. Teman saya punya hotel di jakarta dengan manager orang Perancis. Anaknya lihat kebutuhan personil yang baik, buka sekolah perhotelan. Si Manager orang Perancis bantu jadi pengajarnya. Dia cerita wah banyak sekali yang bermina belajar, karena begitu lulus, langsung dapat kerja. Jadi IT dan perhotelan sekarang paling laku. Yang perlu mutunya harus tinggi. Sekolah teknik kelihatannya akan sangat dibutuhkan, tetapi ya harus bikin yang mutunya bagus, dengan bengkel yang lengkap seperi milik ATMI Solo. Lulusannya laku keras.
Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 07.17 [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > Bukalah utk investor2 asing lebar2 utk mengurangi penganguran seperti > negara2 lain utk menghilangkan malang yg melintang. Namun, harus bersaing > utk bisa menarik investor2 asing ke Indonesia spt tax holiday yg panjang, > permudah labor law nya dll kalau tidak mereka semua ke Vietnam, Kamboja > dll. > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Di Malang bisa malang melintang........ > > Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 04.27 ChanCT SADAR@... [GELORA45] < > [email protected]> menulis: > > > > Jadi pengangguran terbuka di Malang yang jumlahnya ribuan itu disumbang > mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang sudah habis masa studinya > namun tak mau kembali ke tanah kelahirannya > Malang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan mahasiswa yang > telah menyelesaikan studinya di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun > swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan pulang kampung, mendominasi > pengangguran di kota pendidikan tersebut. > > Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto, Jumat, di Malang mengakui > pengangguran terbuka di daerah itu masih didominasi mahasiswa yang memilih > menetap di Kota Malang meski mereka sudah menyelesaikan kuliahnya. > > "Jadi pengangguran terbuka di daerah ini yang jumlahnya mencapai ribuan > itu disumbang mahasiswa, baik yang masih aktif menempuh pendidikan > tingginya maupun mereka yang sudah habis masa studinya dan tidak mau > kembali ke tanah kelahirannya (kampung halaman)," katanya. > > Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada > tahun 2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang. Sedangkan > tahun lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen. > > Supranoto mengemukakan data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda > tergantung metode survei yang digunakan. > > Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir > menyebutkan angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu, karena > BPS menghitung secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa. > > Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka pengangguran > tercatat 7 ribuan. "Kami mengambil data dari warga Kota Malang asli, bukan > warga yang menetap sementara," katanya. > > Ia menjelaskan turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai skema > yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga kerja > maupun para pencari kerja (kartu kuning). > > Selain itu, lanjutnya, juga memastikan peningkatan kompetensi lulusan > sekolah menegah kejuruan (SMK) di Kota Malang yang ditindaklanjuti dengan > kolaborasi antara sekolah dan lembaga terkait dengantujuan agar siswa yang > tidak bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dapat mencari > kerja sesuai kompetensi masing-masing setelah lulus. > > Ia mengatakan kerja sama dengan berbagai perusahaan juga rutin dilakukan > dengan tujuan untuk mengetahui posisi kosong yang dibutuhkan perusahaan. > Mekanismenya, perusahaan mengirimkan surat resmi untuk beberapa posisi yang > bisa diisi, selanjutnya Disnaker menyosialisasikan kepada masyarakat. > > "Kami juga rutin menggelar bursa kerja (job fair) dengan menggandeng > berbagai pihak, termasuk perusahaan. Dengan adanya bursa kerja ini > diharapkan akan semakin banyak ternaga kerja yang terserap," demikian > Supranoto. > > > *Baca juga: Padat karya, solusi Pemkab Malang minimalisasi pengangguran > <https://www.antaranews.com/berita/774279/padat-karya-solusi-pemkab-malang-minimalisasi-pengangguran>* > > > > > *Baca juga: P4TKI Malang catat 9.840 pekerja migran diberangkatkan pada > 2018 > <https://www.antaranews.com/berita/808304/p4tki-malang-catat-9840-pekerja-migran-diberangkatkan-pada-2018> > Baca juga: Jatim penyumbang pekerja migran Indonesia tertinggi > <https://www.antaranews.com/berita/774158/jatim-penyumbang-pekerja-migran-indonesia-tertinggi>* > Sumbar > Sebar 46 Sarjana Pedesaan > Play Video > Play > Unmute > Current Time 0:00 > / > Duration 1:50 > Loaded: 0% > Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen > > Pewarta: Endang Sukarelawati > Editor: Andi Jauhary > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_1278367795405536482_m_486261090072291255_m_1840514782324920430_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > >
