Maksudnya investor asing di jaman Jokowi kurang banyak 
bawa kuli buat nyerobot pekerjaan tuanrumah?

Begitu rupanya, Jokowi harus baik hati kepada kuli asing 
untuk menyusahkan bangsa Indonesia.
--- bhjo@... wrote:

Bukalah utk investor2 asing lebar2 utk mengurangi penganguran seperti negara2 
lain utk menghilangkan malang yg melintang. Namun, harus bersaing utk bisa 
menarik investor2 asing ke Indonesia spt tax holiday yg panjang, permudah labor 
law nya dll kalau tidak mereka semua ke Vietnam, Kamboja dll. 
--- djiekh@... wrote :

Di Malang bisa malang melintang........

Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 04.27 ChanCT menulis: 

 
 Jadi pengangguran terbuka di Malang yang jumlahnya ribuan itu disumbang 
mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang sudah habis masa studinya namun 
tak mau  kembali ke tanah kelahirannya Malang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja 
(Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah 
perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan 
pulang kampung, mendominasi pengangguran di kota pendidikan tersebut..
 
 Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto, Jumat, di Malang mengakui 
pengangguran terbuka di daerah itu masih didominasi mahasiswa yang memilih 
menetap di Kota Malang meski mereka sudah menyelesaikan kuliahnya.
 
 "Jadi pengangguran terbuka di daerah ini yang jumlahnya mencapai ribuan itu 
disumbang mahasiswa, baik yang masih aktif menempuh pendidikan tingginya maupun 
mereka yang sudah habis masa studinya dan tidak mau kembali ke tanah 
kelahirannya (kampung halaman)," katanya.
 
 Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada tahun 
2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang. Sedangkan tahun 
lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen.
 
 Supranoto mengemukakan data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda 
tergantung metode survei yang digunakan.
 
 Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir menyebutkan 
angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu, karena BPS menghitung 
secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa.
 
 Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka pengangguran 
tercatat 7 ribuan. "Kami mengambil data dari warga Kota Malang asli, bukan 
warga yang menetap sementara," katanya.
 
 Ia menjelaskan turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai skema 
yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga kerja maupun 
para pencari kerja (kartu kuning).
 
 Selain itu, lanjutnya, juga memastikan peningkatan kompetensi lulusan sekolah 
menegah kejuruan (SMK) di Kota Malang yang ditindaklanjuti dengan kolaborasi 
antara sekolah dan lembaga terkait dengantujuan agar siswa yang tidak bisa 
melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dapat mencari kerja sesuai 
kompetensi masing-masing setelah lulus.
 
 Ia mengatakan kerja sama dengan berbagai perusahaan juga rutin dilakukan 
dengan tujuan untuk mengetahui posisi kosong yang dibutuhkan perusahaan.. 
Mekanismenya, perusahaan mengirimkan surat resmi untuk beberapa posisi yang 
bisa diisi, selanjutnya Disnaker menyosialisasikan kepada masyarakat.
 
 "Kami juga rutin menggelar bursa kerja (job fair) dengan menggandeng berbagai 
pihak, termasuk perusahaan. Dengan adanya bursa kerja ini diharapkan akan 
semakin banyak ternaga kerja yang terserap," demikian Supranoto.
 
Pewarta: Endang Sukarelawati
 Editor: Andi Jauhary
--- djiekh@... wrote :

Di Malang bisa malang melintang........

Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 04.27 ChanCT menulis: 

 
 Jadi pengangguran terbuka di Malang yang jumlahnya ribuan itu disumbang 
mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang sudah habis masa studinya namun 
tak mau  kembali ke tanah kelahirannya Malang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja 
(Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah 
perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan 
pulang kampung, mendominasi pengangguran di kota pendidikan tersebut..
 
 Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto, Jumat, di Malang mengakui 
pengangguran terbuka di daerah itu masih didominasi mahasiswa yang memilih 
menetap di Kota Malang meski mereka sudah menyelesaikan kuliahnya.
 
 "Jadi pengangguran terbuka di daerah ini yang jumlahnya mencapai ribuan itu 
disumbang mahasiswa, baik yang masih aktif menempuh pendidikan tingginya maupun 
mereka yang sudah habis masa studinya dan tidak mau kembali ke tanah 
kelahirannya (kampung halaman)," katanya.
 
 Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada tahun 
2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang. Sedangkan tahun 
lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen.
 
 Supranoto mengemukakan data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda 
tergantung metode survei yang digunakan.
 
 Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir menyebutkan 
angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu, karena BPS menghitung 
secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa.
 
 Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka pengangguran 
tercatat 7 ribuan. "Kami mengambil data dari warga Kota Malang asli, bukan 
warga yang menetap sementara," katanya.
 
 Ia menjelaskan turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai skema 
yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga kerja maupun 
para pencari kerja (kartu kuning).
 
 Selain itu, lanjutnya, juga memastikan peningkatan kompetensi lulusan sekolah 
menegah kejuruan (SMK) di Kota Malang yang ditindaklanjuti dengan kolaborasi 
antara sekolah dan lembaga terkait dengantujuan agar siswa yang tidak bisa 
melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dapat mencari kerja sesuai 
kompetensi masing-masing setelah lulus.
 
 Ia mengatakan kerja sama dengan berbagai perusahaan juga rutin dilakukan 
dengan tujuan untuk mengetahui posisi kosong yang dibutuhkan perusahaan.. 
Mekanismenya, perusahaan mengirimkan surat resmi untuk beberapa posisi yang 
bisa diisi, selanjutnya Disnaker menyosialisasikan kepada masyarakat.
 
 "Kami juga rutin menggelar bursa kerja (job fair) dengan menggandeng berbagai 
pihak, termasuk perusahaan. Dengan adanya bursa kerja ini diharapkan akan 
semakin banyak ternaga kerja yang terserap," demikian Supranoto.
 
Pewarta: Endang Sukarelawati
 Editor: Andi Jauhary
--- djiekh@... wrote :

Di Malang bisa malang melintang........

Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 04.27 ChanCT menulis: 

 
 Jadi pengangguran terbuka di Malang yang jumlahnya ribuan itu disumbang 
mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang sudah habis masa studinya namun 
tak mau  kembali ke tanah kelahirannya Malang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja 
(Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah 
perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan 
pulang kampung, mendominasi pengangguran di kota pendidikan tersebut..
 
 Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto, Jumat, di Malang mengakui 
pengangguran terbuka di daerah itu masih didominasi mahasiswa yang memilih 
menetap di Kota Malang meski mereka sudah menyelesaikan kuliahnya.
 
 "Jadi pengangguran terbuka di daerah ini yang jumlahnya mencapai ribuan itu 
disumbang mahasiswa, baik yang masih aktif menempuh pendidikan tingginya maupun 
mereka yang sudah habis masa studinya dan tidak mau kembali ke tanah 
kelahirannya (kampung halaman)," katanya.
 
 Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada tahun 
2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang. Sedangkan tahun 
lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen.
 
 Supranoto mengemukakan data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda 
tergantung metode survei yang digunakan.
 
 Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir menyebutkan 
angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu, karena BPS menghitung 
secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa.
 
 Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka pengangguran 
tercatat 7 ribuan. "Kami mengambil data dari warga Kota Malang asli, bukan 
warga yang menetap sementara," katanya.
 
 Ia menjelaskan turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai skema 
yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga kerja maupun 
para pencari kerja (kartu kuning).
 
 Selain itu, lanjutnya, juga memastikan peningkatan kompetensi lulusan sekolah 
menegah kejuruan (SMK) di Kota Malang yang ditindaklanjuti dengan kolaborasi 
antara sekolah dan lembaga terkait dengantujuan agar siswa yang tidak bisa 
melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dapat mencari kerja sesuai 
kompetensi masing-masing setelah lulus.
 
 Ia mengatakan kerja sama dengan berbagai perusahaan juga rutin dilakukan 
dengan tujuan untuk mengetahui posisi kosong yang dibutuhkan perusahaan.. 
Mekanismenya, perusahaan mengirimkan surat resmi untuk beberapa posisi yang 
bisa diisi, selanjutnya Disnaker menyosialisasikan kepada masyarakat.
 
 "Kami juga rutin menggelar bursa kerja (job fair) dengan menggandeng berbagai 
pihak, termasuk perusahaan. Dengan adanya bursa kerja ini diharapkan akan 
semakin banyak ternaga kerja yang terserap," demikian Supranoto.
 
Pewarta: Endang Sukarelawati
 Editor: Andi Jauhary

Kirim email ke