https://www.antaranews.com/berita/980848/pengamat-beberapa-menteri-masih-perlu-dipertahankan
Pengamat: Beberapa menteri masih
perlu dipertahankan
Minggu, 28 Juli 2019 22:26 WIB
Pengamat politik Universitas Jember Hermanto Rohman MPA (istimewa)
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Jember
Hermanto Rohman menilai beberapa menteri yang memiliki rekam jejak kerja
baik dan prestasi masih perlu dipertahankan dalam Kabinet Kerja Jilid II
oleh presiden terpilih Joko Widodo.
"Tidak semua jabatan menteri harus diisi oleh orang baru karena ada
beberapa menteri yang perlu dipertahankan oleh Jokowi dengan melihat
kapasitas kerjanya selama ini," katanya di Kabupaten Jember, Minggu.
*Baca juga: Peneliti : lima nama baru pantas masuk Kabinet Kerja II
<https://www.antaranews.com/berita/976834/peneliti-lima-nama-baru-pantas-masuk-kabinet-kerja-ii>
Baca juga: Pengamat: Ada tiga menteri yang pantas masuk kabinet baru
<https://www.antaranews.com/berita/973698/pengamat-ada-tiga-menteri-yang-pantas-masuk-kabinet-baru>*
Beberapa kalangan berpendapat bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi
Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan menteri yang
layak dipertahankan dan bisa kembali masuk menjadi menteri di Kabinet
Kerja Jilid II untuk membantu kerja Jokowi-Ma'ruf Amin selama lima tahun
ke depan.
Selain itu, lanjut dia, beberapa jabatan menteri harus diisi oleh orang
profesional seperti menteri luar negeri, menteri keuangan, dan menteri
koordinator bidang perekonomian karena jabatan menteri tersebut
membutuhkan orang-orang yang ahli di bidangnya, sehingga perlu figur
dari kalangan profesional.
"Sementara partai politik juga punya nilai tawar untuk mendapatkan jatah
menteri, namun parpol juga harus mampu menawarkan figur baru yang
memiliki kemampuan sesuai dengan harapan Jokowi," ucap pakar kebijakan
publik itu.
Ia berharap partai politik mampu menggali kadernya yang belum muncul di
permukaan dan menghadirkan orang-orang baru yang bisa membuat gebrakan
dan terobosan baru, namun bukan sebaliknya yakni menghadirkan elit
parpol yang dikenal memiliki rekam jejak yang kurang baik.
"Meskipun figur yang ditawarkan bukan kader partai, mereka punya
afiliasi politik dengan kepentingan parpol dan bisa bersinergi dengan
Jokowi tidak menutup kemungkinan juga bisa diusulkan untuk mengisi
Kabinet Kerja Jilid II," tuturnya.
Hermanto menilai tekanan politik yang dilakukan parpol pendukung kepada
Presiden Jokowi dalam pengisian jabatan menteri selalu ada, namun
penunjukkan menteri merupakan hak prerogatif presiden, sehingga parpol
tidak bisa melakukan intervensi lebih jauh dan hanya bisa sebatas
mengusulkan saja.
"Posisi Menteri Dalam Negeri akan menjadi rebutan partai politik karena
posisinya cukup strategis untuk memperkuat basis di tingkat pemerintah
daerah, namun masing-masing partai juga akan mengkalkulasi untuk
mendapatkan jabatan menteri satu dengan menteri lainnya," kata akademisi
FISIP Universitas Jember itu.
Ia berharap calon menteri yang disodorkan partai politik dan pilihan
kabinet yang ditentukan oleh Jokowi mampu memberikan ekspektasi
masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik dengan berbagai tantangan
yang akan dihadapi selama lima tahun ke depan.
*Baca juga: Voxpol ingatkan Joko Widodo disiplin tentukan kursi kabinet
<https://www.antaranews.com/berita/943835/voxpol-ingatkan-joko-widodo-disiplin-tentukan-kursi-kabinet>
Baca juga: Pengamat usulkan Jokowi "magangkan" menteri ekonomi sebelum
Oktober
<https://www.antaranews.com/berita/936617/pengamat-usulkan-jokowi-magangkan-menteri-ekonomi-sebelum-oktober>*
PKB Harap Reshuffle Berdampak Positif
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019