----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 3 Agustus 2019 10.11.00 GMT+2Judul: 
[GELORA45] Kongres V, Megawati, dan regenerasi kepemimpinan PDIP
     
 
 Ketua harian ini adalah jabatan yang sangat strategis dalam melapis 
pelaksanaan tugas-tugas harian dari Ketua Umum PDI Perjuangan. Jakarta (ANTARA) 
- PDI Perjuangan akan menyelenggarakan Kongres V di Nusa Dua Bali yang 
dipercepat menjadi 8 sampai dengan 10 Agustus 2019 dari jadwal sebelumnya pada 
tahun 2020. Kemungkinan besar Megawati Soekarnoputri akan dikukuhkan kembali 
untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai ketua umum selama 5 tahun ke depan.
 
 Percepatan pelaksanaan Kongres V PDI Perjuangan dilaksanakan dengan beberapa 
pertimbangan, yakni percepatan melakukan konsolidasi internal organisasi, 
menyesuaikan agenda partai dengan pemerintah, menyusun agenda strategis partai 
pasca-Pemilu 2019, dan regenerasi kepemimpinan di struktur partai.
 
 Satu hal lagi yang prinsip bahwa dalam Kongres V PDI Perjuangan di Bali juga 
mewacanakan akan memutuskan adanya jabatan ketua harian sebagai pelaksana 
harian dari tugas-tugas ketua umum.
 
 Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, percepatan 
kongres dengan beberapa pertimbangan tersebut merupakan pemikiran Ketua Umum 
DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri guna menyikapi situasi politik 
nasional dan agenda besar politik nasional 5 tahun ke depan.
 
 Baca juga: Politik kemarin, rencana pertemuan Jokowi dan SBY hingga kongres 
PDIP
 
 Baca juga: J. Kristiadi yakini Megawati sudah pikirkan regenerasi
 
 Baca juga: Kongres PDIP diperkirakan kukuhkan kembali Megawati sebagai ketua 
umum
 
 Oleh karena itu, setelah penetapan jadwal Kongres V di Bali melalui rapat 
kerja nasional (Rakernas) di Jakarta, 19 Juni lalu, DPP PDI Perjuangan langsung 
bergerak mempersiapkan konsolidasi organisasi dengan menyelenggarakan rapat 
kerja cabang dan konferensi cabang (rakercab dan konfercab) di tingkat 
kabupaten/kota maupun rapat kerja daerah dan konfrensi daerah (rakerda dan 
konferda) di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.
 
 Keputusan dari konfercab dan konferda di seluruh Indonesia, semuanya 
mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya sebagai 
ketua umum periode 2019 s.d. 2024.
 
 Megawati Soekarnoputri dinilai para kader sebagai sosok pemimpin yang 
karismatik dan tokoh pemersatu yang hingga saat ini belum tergantikan di PDI 
Perjuangan.
 
 Dari aspirasi yang berkembang di seluruh daerah di Indonesia, kemungkinan 
besar Megawati akan dikukuhkan kembali sebagai ketua umum secara aklamasi 
melalui proses musyawarah mufakat.
 
 Adanya aspirasi dari struktur dan kader PDI Perjuangan di daerah yang 
mengusulkan agar Megawati melanjutkan kepemimpinannya di PDI Perjuangan selama 
5 tahun ke depan, muncul pemikiran juga untuk menambah jabatan ketua harian 
yang akan menjalankan tugas-tugas harian dari ketua umum.
 
 Pemikiran yang sangat rasional adanya jabatan ketua harian untuk menjalankan 
partai sebesar PDI Perjuangan dengan struktur organisasi yang sangat lengkap di 
seluruh Indonesia mulai dari dewan pimpinan pusat (DPP) hingga ke anak ranting 
di tingkat rukun tetangga. Apalagi, adanya sejumlah agenda besar politik 
nasional yang akan dihadapi selama 5 tahun ke depan dan tantangan zaman yang 
terus bergerak cepat.
 
 Kalau menyimak perjalanan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di partai 
politik berlambang kepala banteng tersebut, sudah sangat lama, hampir 26 tahun. 
Megawati terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 
kongres luar biasa di Surabaya, Jawa Timur, Desember 1993.
 
 Kepemimpinan Megawati juga menghadapi tantangan sangat berat dengan adanya 
intervensi pemerintah Orde Baru saat itu. Puncaknya, terjadi peristiwa 
perebutan Kantor DPP PDI di Menteng, Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996, 
kemudian dikenal dengan nama Kudeta 27 Juli (Kudatuli).
 
 Baca juga: Fornas 96 minta kasus Kudatuli dibahas di Kongres PDIP
 
 Menjelang Pemilu 1997, Megawati bersama para kadernya mendaftarkan PDI 
Perjuangan sebagai peserta partai pemilu anggota legislatif. Sejak saat itu 
sampai kini, Megawati terus dikukuhkan sebagai ketua umum partai tersebut.
 
 Dalam perjalanan waktu, kepemimpinan Megawati, tentu saja usia juga turut 
bertambah. Megawati yang lahir di Yogyakarta pada bulan Januari 1947, saat ini 
berusia 72 tahun. Dalam hal usia tersebut, sangat wajar jika Megawati perlu 
menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
 
 Wacana Ketua Harian
 
 Keputusan dari Konfercab dan Konferda PDI Perjuangan di seluruh Indonesia, 
semuanya mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya 
sebagai ketua umum periode 2019 s.d. 2024.
 
 Adanya aspirasi dari struktur dan kader PDI Perjuangan di daerah tersebut, 
muncul pemikiran juga untuk menambah jabatan ketua harian yang akan menjalankan 
tugas-tugas harian dari ketua umum.
 
 Menurut Hasto, soal wacana jabatan ketua harian ini akan diputuskan oleh ketua 
umum terpilih setelah dikukuhkan dalam kongres, yakni Megawati Soekarnoputri.
 
 Ketua harian ini adalah jabatan yang sangat strategis dalam melapis 
pelaksanaan tugas-tugas harian dari ketua umum. Lalu siapa yang akan mengisi 
jabatan ketua harian?
 
 Berkembang rumor di internal PDI Perjuangan bahwa regenerasi kepemimpinan di 
PDI Perjuangan akan diturunkan kepada putra dan putri Megawati Soekarnoputri, 
yakni Pranada Prabowo dan Puan Maharani.
 
 Baca juga: Megawati soal dua anaknya jadi pengurus DPP PDIP 2015-2020
 
 Baca juga: Prananda Prabowo gubah lagu semangati Jokowi
 
 Baca juga: Puan Maharani akan selesaikan tugas sebagai Menko PMK
 
 Keduanya sebenarnya sudah disiapkan oleh Megawati sejak lama, terbukti 
keduanya menempati posisi sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2015 s.d. 
2020. Prananda Prabowo adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif, 
sedangkan Puan Maharani adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan 
Keamanan.
 
 Namun, Puan Maharani nonaktif sebagai ketua karena menduduki jabatan sebagai 
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). 
Puan Maharani juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI periode 2009 s.d. 
2014.
 
 Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima, nama Prananda Prabowo dan Puan 
Maharani sudah mulai diwacanakan di tingkat pusat untuk regenerasi kepemimpinan 
Megawati Soekarnoputri.
 
 Sosok Prananda Prabowo dan Puan Maharani, kata dia, juga dapat diterima oleh 
seluruh kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia karena kedua tidak lepas dari 
trah Soekarno.
 
 Oleh karena itu, adanya wacana jabatan ketua harian yang sangat strategis dan 
akan diputuskan pada Kongres V PDI Perjuangan, diharapkan salah satu dari 
keduanya, Prananda Prabowo atau Puan Maharani, akan menduduki jabatan ketua 
harian tersebut. Pada saatnya yang tepat akan melanjutkan kepemimpinan di PDI 
Perjuangan. 
Oleh Riza Harahap
 Editor: D.Dj. Kliwantoro
  
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

     

Kirim email ke