Lah, kok beban?

--- jonathangoeij@... wrote:

kenapa kok yg dpt beban "bergaul" itu yg naturalisasi?

--- ajegilelu@... wrote :

 Bergaul dengan kaku masih mending ketimbang tidak peduli sekitar (tetangga, 
rekan kerja dll). Mau tidak peduli seperti itu pun ya rapopo selama tidak 
dianjurkan apalagi ditingkatkan eksklusivitasnya. Rapopo. Monggo. Toh mustahil 
melawan hukum sebab-akibat.

--- jonathangoeij@... wrote:
setiap orang berbeda, ada yg introvert ada yg extrovert, ada orang yg dasarnya 
ya gampang bergaul ada yg kaku. tdk ada masalah, tdk perlu ada anjuran 
meningkatkan ketrampilan membaur segala. pd saat naturalisasi ada sdh berbagai 
syarat dipenuhi termasuk dalam kaitan membaur itu.
--- ajegilelu@... wrote :

 Membaur itu hukum dasar sosialisme. Berlaku di lingkungan mana pun. Di rumah, 
di jalan, di sekolah, tempat kerja, keluarga besar dll. Tidak mau membaur ya 
rapopo asal tahan serasa tinggal di kuburan. Menyendiri, terpencil.
Betul, tidak ada gunanya menuding-nuding. Sama tidak ada perlunya menuding 
orang Islam sebagai teroris lalu sesumbar "crusade!". Sekalipun Bush cilik 
terpaksa menarik sesumbarnya toh para bloon sedunia terlanjur 
ternodding-nodding.
   --- jonathangoeij@... wrote:
Kenapa kok yang naturalisasi tetap perlu menunjukkan ketrampilan membaur? kalau 
dianggap kurang trampil membaur bagaimana? disuruh pulang kenegara asal?
Tudingan2 anti Pancasila anti UUD 45 memang keblinger dan tidak perlu diucapkan.
--- ajegilelu@... wrote :Konteksnya adalah tudingan. Jokowi cs menuding 
anti-Pancasila anti-UUD'45 dsb. Padahal yang dituding sudah bolak-balik 
bersumpah setia dengan lantang di berbagai kesempatan, sedangkan Jokowi cs 
belum pernah terdengar mengucapkan sumpah setianya kepada Pancasila, UUD'45, 
dan NKRI, dengan lantang di ruang publik (seperti pada video tautan di bawah). 
Yang sering terdengar lantang dari Jokowi di ruang publik kan cuma curhat "Saya 
bukan PKI!" Juga ancaman-ancamannya, "Gebuk!"; "Tabok!"; "Hantam!"

Sumpah saat pelantikan itu di ruang resmi. Ucapannya datar. Tidak lantang. Yang 
naturalisasi, sekalipun sudah mengucapkan sumpah tetap perlu menunjukkan 
ketrampilan membaurnya.
--- jonathangoeij@... wrote:
Kesimpulannya mereka yang naturalisasi tidak perlu diragukan kesetiaannya pada 
NKRI, Pancasila, Konstitusi dll karena sudah bersumpah, sedangkan yang native 
born citizen perlu diragukan kesetiaannya karena tidak pernah bersumpah setia.
Eh... apakah pejabat waktu dilantik jadi presiden, menteri, dlsb tidak ada 
sumpah?
--- ajegilelu@... wrote :

Tudingan Jokowi cs soal anti-Pancasila dan anti-UUD'45 jadi bumerang ketika 
masyarakat menanyakan kapan Jokowi cs pernah mengucapkan sumpah setianya kepada 
Pancasila, UUD'45, dan NKRI, dengan lantang di ruang publik. Cepatnya bumerang 
berbalik membuat mendagri buru-buru mengelak, kelompoknya bukan mau membubarkan 
ormas yang dituding.

Warganegara biasa tidak harus mengucapkan sumpah, apalagi kalau tidak dituding 
'anti'. Lain cerita untuk warga naturalisasi. Setiap negara tentu punya aturan 
sendiri-sendiri soal ini.
--- jonathangoeij@... wrote: Tidak jadi dibubarkan toh????Ealah!!!!!!
Pertanyaan ini menarik "kapan Jokowi pernah melantangkan sumpah setia kepada 
NKRI, Pancasila, dan UUD'45?" 
Saya rasa yang mengucapkan sumpah itu mereka yang naturalisasi atau dipaksa 
naturalisasi walaupun sudah beberapa keturunan ada disini.
--- ajegilelu@... wrote :

Selain mengundang kecaman dari Kontras, YLBHI dll. kekacauan berpikir Jokowi 
tentang ideologi dan keamanan negara saat wawancara dengan AP juga menggugah 
orang untuk bertanya, "kapan Jokowi pernah melantangkan sumpah setia kepada 
NKRI, Pancasila, dan UUD'45?" 

Pertanyaan sederhana ini rupanya sangat sulit dijawab. Apabolehbuat, mendagri 
pun buru-buru menyelamatkan Jokowi dan kelompoknya bahwa mereka bukan mau 
membubarkan FPI tapi hanya memperingatkan.

sumpah dan janji setia


| 
| 
|  | 
setia kepada pancasila,riziq,somad - YouTube
 |

 |

 |



Kapan giliran Jokowi?


-

Bukan Mau Membubarkan, Presiden Jokowi Hanya Memperingatkan FPI

Selasa, 30 Juli 2019, 18:50 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

RMOL.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan Presiden Joko Widodo 
hanya memperingatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk taat pada ideologi negara.

"Pak Jokowi memberikan warning saja, menyangkut ideologi negara itu sudah final 
dan sudah mengikat seluruh ormas yang ada," kata Tjahjo di Gedung Ombudsman 
Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (30/7).

Menurut Tjahjo, Presiden mempersilakan keberadaan ormas, termasuk FPI namun 
tetap sesuai dan taat pada ideologi negara. Hal itu tidak bisa ditawar.

"Silakan ormas, mau ormas keagamaan, mau sifatnya sosial, apapun juga harus 
menerima ideologi negara secara konsisten," ujarnya.

Soal izin perpanjangan FPI yang hingga kini belum disetujui, Mendagri Tjahjo 
menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi pihak Direktorat Jenderal 
Politik dan Pemerintahan Umun Kemendagri terkait pengajuan surat keterangan 
terdaftar (SKT) baru maupun perpanjangan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membuka kemungkinan tidak memperpanjang izin SKT 
untuk FPI jika tidak tunduk pada Pancasila. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam 
wawancaranya dengan Associated Press (AP) pada Jumat (27/7).

Menurut Jokowi, pemerintah mungkin saja tidak memperpanjang SKT FPI bila ormas 
pimpinan Habib Rizieq Shihab tersebut dinilai tidak sejalan dengan ideologi 
bangsa dan mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologis menunjukkan 
bahwa mereka (FPI) tidak sejalan dengan bangsa," kata Jokowi kala itu, Minggu 
(28/7).

Editor: Azairus Adlu

      #yiv1256968683 #yiv1256968683 -- #yiv1256968683ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-mkp #yiv1256968683hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mkp #yiv1256968683ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mkp .yiv1256968683ad 
{padding:0 0;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mkp .yiv1256968683ad p 
{margin:0;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mkp .yiv1256968683ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-sponsor 
#yiv1256968683ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-sponsor #yiv1256968683ygrp-lc #yiv1256968683hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-sponsor #yiv1256968683ygrp-lc .yiv1256968683ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1256968683 #yiv1256968683actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1256968683
 #yiv1256968683activity span {font-weight:700;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1256968683 #yiv1256968683activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1256968683 #yiv1256968683activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1256968683 #yiv1256968683activity span 
.yiv1256968683underline {text-decoration:underline;}#yiv1256968683 
.yiv1256968683attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1256968683 .yiv1256968683attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1256968683 .yiv1256968683attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1256968683 .yiv1256968683attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1256968683 .yiv1256968683attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1256968683 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1256968683 .yiv1256968683bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1256968683 
.yiv1256968683bold a {text-decoration:none;}#yiv1256968683 dd.yiv1256968683last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1256968683 dd.yiv1256968683last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1256968683 
dd.yiv1256968683last p span.yiv1256968683yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1256968683 div.yiv1256968683attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1256968683 div.yiv1256968683attach-table 
{width:400px;}#yiv1256968683 div.yiv1256968683file-title a, #yiv1256968683 
div.yiv1256968683file-title a:active, #yiv1256968683 
div.yiv1256968683file-title a:hover, #yiv1256968683 div.yiv1256968683file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1256968683 div.yiv1256968683photo-title a, 
#yiv1256968683 div.yiv1256968683photo-title a:active, #yiv1256968683 
div.yiv1256968683photo-title a:hover, #yiv1256968683 
div.yiv1256968683photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1256968683 
div#yiv1256968683ygrp-mlmsg #yiv1256968683ygrp-msg p a 
span.yiv1256968683yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1256968683 
.yiv1256968683green {color:#628c2a;}#yiv1256968683 .yiv1256968683MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1256968683 o {font-size:0;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683photos div {float:left;width:72px;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1256968683
 #yiv1256968683reco-category {font-size:77%;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683reco-desc {font-size:77%;}#yiv1256968683 .yiv1256968683replbq 
{margin:4px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-mlmsg select, #yiv1256968683 input, #yiv1256968683 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-mlmsg pre, #yiv1256968683 code {font:115% 
monospace;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-mlmsg #yiv1256968683logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-msg 
p#yiv1256968683attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-reco #yiv1256968683reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-sponsor 
#yiv1256968683ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-sponsor #yiv1256968683ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-sponsor #yiv1256968683ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1256968683 #yiv1256968683ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1256968683 
#yiv1256968683ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1256968683   

Kirim email ke