Belanda lain lagi, yg tidak beragama memang tidak ada hubungan keatas. Untuk Indonesia, pertanyaannya tetap saja seperti sebelumnya, hal yg seakan tuhannya non muslim dianggap bukan tuhan.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Nah, itu boleh ditanyakan ke para pejabat yang berjanji atau rohaniawan yang melarang umatnya bersumpah. Sebab, di Belanda katanya berjanji itu untuk yang tidak beragama. -- jonathangoeij@... wrote: tetap saja, kenapa kok yg muslim bersumpah atau mengikatkan diri keatas, sedang yg non muslim berjanji atau ke horizontal. seandainya dianggap semuanya berketuhanan khan non muslim juga mengikatkan diri keatas? --- ajegilelu@... wrote : Komunitas yang menganut animisme dan dinamisme saja punya kok konsep Ketuhanan, hanya saja tidak mengenal / belum dalam bentuk Yesus. Tetapi saya kira umatnya bisa nyambung juga kalau diajak ngobrol hal-hal semacam trinitas, manunggaling dst. Bersumpah itu kalau tidak salah pengikatan diri secara vertikal. Sedangkan berjanji lebih ke horisontal. Gitu kayaknya. --- jonathangoeij@... wrote: Ada agama2 yang tidak bertuhan (nontheism) diantaranya Buddhism, Jainisme, dan kepercayaan lokal. Apakah kemudian tidak boleh jadi pejabat? atau bahkan bukan orang Indonesia? Kenapa kok yg muslim bersumpah sedang non muslim berjanji? Apakah tuhannya non muslim dianggap bukan tuhan? --- ajegilelu@... wrote : Mestinya boleh selama si calon pejabat bertuhan (Sila Ketuhanan). Beragama adalah cara termudah untuk menunjukkan bertuhan. Di Indonesia calon pejabat yang muslim bersumpah, yang non-muslim berjanji. --- djiekh@... wrote: Di Nederland, pejabat yang diangkat yang beragama bersumpah. Yang tidak beragama, berjanji. Kalau di Indonesia apa boleh pejabat tidak beragama?
