mimpi


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Jokowi tak boleh tunduk pada parpol dalam menyusun kabinet  Senin, 12 Agustus 
2019 08:13 WIB
 Mikhael Raja Muda Bataona. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
 
 jika Jokowi tunduk pada tekanan partai politik maka secara langsung Jokowi 
sudah mengorbankan martabatnya sebagai seorang presiden di negara dengan sistem 
presidensial
 Kupang (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira 
Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak boleh 
tunduk pada tekanan partai politik dalam menyusun kabinet kerja lima tahun ke 
depan.
  
 Jika Jokowi tunduk pada tekanan partai politik, maka secara langsung Jokowi 
sudah mengorbankan martabatnya, sebagai seorang presiden di negara dengan 
sistem presidensial," kata Mikhael Bataona kepada Antara di Kupang, Senin.
 
 Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin 
dan manuver pimpinan partai politik dalam meminta jatah menteri.
 
 Baca juga: PDIP hanya dapat empat menteri, Mega: tidak mau, tidak mau, tidak 
mau
  
 Pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial 
Politik Unwira itu mengatakan, Jokowi jangan mengorbankan hak prerogatif dalam 
penyusunan kabinet kerja demi membarter kekuasaan.
  
 "Prinsipnya adalah Jokowi jangan sampai mengorbankan hak prerogatifnya demi 
barter kekuasaan," kata Mikhael Bataona yang juga pengajar investigatif news 
dan jurnalisme konflik pada Fisip Unwira itu.
 
 Baca juga: Hanura ajukan 40 nama calon menteri
  
 Menurut dia, sistem negara Indonesia adalah presidensial, di mana Presiden 
mempunyai hak prerogatif penuh untuk menentukan susunan kabinet.
  
 Dengan berkaca pada situasi arus bawah politik saat ini, di mana Jokowi 
sepertinya terkunci oleh manuver berbagai Ketum parpol soal jatah menteri, maka 
Jokowi harus tegas.
  
 Demi bangsa, kata dia, Jokowi harus berani membuat terobosan dengan menetapkan 
personil-personil kabinet yang mempunyai kapabilitas, kompetensi dan 
integritas, dan bukan melayani kepentingan partai-partai semata.
  
 Minimal setengah dari isi kabinet mendatang adalah zaken kabinet, atau para 
profesional yang memahami masalah di bidang-bidang strategis yang hendak 
dibenahi lima tahun ini.
  
 "Artinya, jika Jokowi tunduk pada tekanan partai politik maka secara langsung 
Jokowi sudah mengorbankan martabatnya sebagai seorang presiden di negara dengan 
sistem presidensial," katanya.
  
 Dia menambahkan, dengan kuasanya yang sangat besar, sudah saatnya Jokowi tegas 
dalam hal profesionalitas anggota kabinet demi Indonesia yang maju.
  
 Jika tidak, maka Pemilu yang berdarah-darah dengan biaya sangat mahal bernilai 
puluhan triliun rupiah, pada akhirnya hanya menjadi sebuah akrobat politik 
tanpa makna, karena direndahkan hanya untuk bagi-bagi kursi yang tidak berbasis 
asas akuntabikitas dan pro pada semangat meritokrasi, kata Mikhael Bataona.
  
 Semangat meritokrasi yaitu semangat untuk membuat penempatan jabatan 
berdasarkan keahlian dan kemampuan.
 Pewarta: Bernadus Tokan
 Editor: Unggul Tri Ratomo
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 

Kirim email ke