Senator Amerika Ingatkan Cina Soal Status Istimewa Hong Kong
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Budi Riza
Kamis, 15 Agustus 2019 09:39 WIB
Polisi anti huru hara membubarkan paksa sejumlah pengunjukrasa anti
ekstradisi yang menggelar demonstrasi di Bandara Internasional Hong
Kong, di Hong Kong Cina 13 Agustus 2019. REUTERS/Tyrone SiuPolisi anti
huru hara membubarkan paksa sejumlah pengunjukrasa anti ekstradisi yang
menggelar demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong, di Hong Kong
Cina 13 Agustus 2019. REUTERS/Tyrone Siu
*TEMPO.CO*, *Washington*– Senator Amerika Serikat, Ben Cardin,
memperingatkan pemerintah Cina agar tidak bertindak keras untuk meredam
aksi unjuk rasa diHong Kong
<https://www.google.com/url?client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&q=https://fokus.tempo.co/read/1235376/pemerintah-cina-bakal-ulangi-tragedi-tiannanmen-di-hong-kong&sa=U&ved=2ahUKEwjZzuD67IPkAhUMMY8KHbGPAUwQFjAAegQIABAC&usg=AOvVaw3hK6dV1sSahni60xDB6-IW>.
Sejak Juni 2019, aksi unjuk rasa pro-Demokrasi di Hong Kong terus
digelar untuk mendesak mundurnya Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam,
yang dianggap dekat dengan Beijing.
“Saya dapat pastikan jika Cina bertindak keras kepada demonstran di Hong
Kong, bakal ada aksi di Kongres untuk menegakkan perjanjian otonomi yang
menjadi bagian untuk pengakuan khusus Hong Kong,” kata Ben Cardin kepada
Reuters pada Rabu, 14 Agustus 2019.
Ads byKiosked <http://kiosked.com/>
Cardin, yang merupakan tokoh Partai Demokrat, telah menggagas legislasi
bipartisan yang akan mewajibkan pemerintah AS untuk memberikan dukungan
dalam bentuk perlakuan istimewa terhadap Hong Kong.
Berdasarkan UU di AS tahun 1992, Hong Kong mendapat perlakuan istimewa
dalam perdagangan dan ekonomi dibandingkan Cina. Ini termasuk dalam area
penerbitan visa, penegakan hukum dan investasi.
Cardin mengatakanHong Kong
<https://www.google.com/url?client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&q=https://dunia.tempo.co/read/1235181/militer-cina-kerahkan-konvoi-truk-ke-kota-perbatasan-hong-kong&sa=U&ved=2ahUKEwjZzuD67IPkAhUMMY8KHbGPAUwQFjACegQIDxAC&usg=AOvVaw1VYhoMfVwm8rYmKRTJfsz6>mendapat
status istimewa ini sebagai bagian dari penerapan sistem satu negara,
dua sistem. Ini menjamin penerapan otonomi tinggi dan HAM setelah
penyerahan ke Cina oleh Inggris pada 1997.
“Jika Cina mencampuri otonomi Hong Kong, maka itu berdampak terhadap
perjanjian Hong Kong terkait zona perdagangan,” kata Cardin.
Polisi memberikan peringatan saat menembakkan gas air mata kepada para
pengunjuk rasa anti-RUU ekstradisi di Sham Shui Po, di Hong Kong, Cina,
Rabu, 14 Agustus 2019. REUTERS/Tyrone Siu
ADVERTISEMENT
Aksi unjuk rasa di Hong Kong, seperti dilansir/Channel News Asia/,
awalnya menolak amandemen legislasi ekstradisi. RUU ini mengatur poin
yang memungkinkan otoritas Hong Kong mengekstradisi warga ke Cina jika
dianggap melanggar hukum.
Belakangan, aksi demonstrasi pro-Demokrasi ini semakin meluaskan
tuntutan dengan menuntut mundur Carrie Lam, yang dianggap pro-Beijing
dan bersikap keras terhadap demonstran dengan pengerahan polisi
anti-huru hara. Warga juga sekarang menuntut diterapkannya sistem
demokrasi yang lebih besar diHong Kong
<https://www.google.com/url?client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&q=https://fokus.tempo.co/read/1232756/hong-kong-di-ambang-resesi-demonstrasi-berlanjut&sa=U&ved=2ahUKEwjZzuD67IPkAhUMMY8KHbGPAUwQFjABegQIEBAC&usg=AOvVaw3_kNBFJGC88wuChEEcFD6w>untuk
meredam campur tangan Cina.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com