*Di NKRI sudah ada beberapa partai hijau, tetapi hijau mereka berdasarkan
banyang gurun pasir dan oleh sebab itu sering terjadi kerusakan hutan,
hehehehehe*

https://kabar24.bisnis.com/read/20190718/15/1125858/walhi-perlunya-partai-hijau-sebagai-solusi-perlindungan-lingkungan



Walhi : Perlunya Partai Hijau sebagai Solusi Perlindungan Lingkungan
Walhi Sulawesi Tengah menyatakan, politik dengan mendorong partai
alternatif, yaitu Partai Hijau Indonesia, merupakan langkah dari gagasan
dan upaya untuk pemaksimalan perlindungan lingkungan hidup dan sumber daya
alam.
[image: Rustam Agus] <https://www.bisnis.com/user/19/rustam.agus>
Rustam Agus  <https://www.bisnis.com/user/19/rustam.agus>- Bisnis.com18
Juli 2019  |  12:15 WIB
[image: Walhi : Perlunya Partai Hijau sebagai Solusi Perlindungan
Lingkungan]
<https://kabar24.bisnis.com/read/20190718/15/1125858/walhi-perlunya-partai-hijau-sebagai-solusi-perlindungan-lingkungan#>
Ilustrasi - Antara/Adeng Bustomi
A+ A-
Share

   -
   -
   -
   - <https://kabar24.bisnis.com/read/20190718/15/1125858/javascript>
   -

Bisnis.com, PALU--Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah
menyatakan, politik dengan mendorong partai alternatif, yaitu Partai Hijau
Indonesia, merupakan langkah dari gagasan dan upaya untuk pemaksimalan
perlindungan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

"Penting hadirnya partai alternatif, Partai Hijau Indonesia untuk
menjadikan politik lingkungan hidup sebagai agenda utama," ucap Direktur
Eksekutif WALHI Sulteng, Haris Lapabira, di Palu, Kamis.
Baca juga: Walhi : Pidato Jokowi Kontradiktif dengan Penyelamatan
Lingkungan Hidup
<https://kabar24.bisnis.com/read/20190716/15/1124814/walhi-pidato-jokowi-kontradiktif-dengan-misi-penyelamatan-lingkungan-hidup>

Pernyataan Lapabira berlatar diskusi publik pembangunan partai alternatif
oleh WALHI Sulawesi Tengah, di Palu.

Ia menguraikan, pertemuan konsultasi nasional lingkungan hidup (KNLH) yang
dirangkaikan temu rakyat pada Desember 2017 lalu, WALHI akan ikut
mengintervensi politik elektoral.
Baca juga: Reklamasi Teluk Benoa, Walhi Siap Gugat Gubernur Bali
<https://bali.bisnis.com/read/20190116/537/879300/reklamasi-teluk-benoa-walhi-siap-gugat-gubernur-bali>

Namun, sebut dia, hal itu tidak cukup perlu ada partai politik sendiri yang
dapat menghimpun dan mengkonsolidasikan aktivis lingkungan.

Karena itu, pada 1999, kata dia, sejumlah aktivis lingkungan termasuk WALHI
telah membentuk dan mendaftarkan Partai Hijau Indonesia untuk ikut
kontestasi politik. Hanya saja konsolidasi di tataran aktivis lingkungan
belum masif.
Baca juga: Walhi : Pembangunan Pabrik Semen Ancam Ekosistem Kutai Timur
<https://kalimantan.bisnis.com/read/20190402/407/907370/walhi-pembangunan-pabrik-semen-ancam-ekosistem-kutai-timur>

"Biaya pemilu yang begitu mahal, membuat Partai Hijau Indonesia gagal untuk
ikut dalam kontestasi politik," sebutnya.

Dalam perjalanannya, Partai Hijau Indonesia yang di gagas aktivis
lingkungan sebagai partai alternatif kembali dibahas pada 2012 di Bandung.
Namun kembali gagal, karena pembangunan partai alternatif ini belum di
respon serius oleh banyak pihak termasuk aktivis lingkungan hidup.

Gerakan membangun partai alternatif, Partai Hijau Indonesia, juga berasal
dari inisiatif rakyat dalam mengelola kekayaan alamnya, dengan
mengedepankan pengetahuan dan kearifan setempat yang ada, namun tidak
diakui negara.

Parahnya lagi, berbagai pengetahuan dan kearifan lokal tersebut turut di
hancurkan melalui mesin-mesin modernisme. "Hal ini pada gilirannya telah
mengancam kelangsungan sumber-sumber kehidupan rakyat, yang mengakibatkan
bencana ekologis," ujar dia.

Ia menambahkan, dalam kerangka itu kemudian WALHI kembali mendorong agar
kembali membangun kekuatan politik lingkungan hidup.

Kirim email ke