http://www.sinarharapan.co/internasional/read/7268/bom_meledak_di_acara_pernikahan__63_orang_tewas

Bom Meledak di Acara Pernikahan, 63 Orang TewasSenin , 19 Agustus 2019 |
07:34
 KABUL--Sedikitnya 63 orang tewas dan 182 lainnya terluka setelah sebuah
bom meledak di aula pernikahan di Kabul, Minggu (18/8). Bom tersebut
meledak di venue Kota Dubai di barat kota, yang merupakan rumah bagi banyak
anggota komunitas Syiah Hazara.


Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengkonfirmasi jumlah korban tewas,
yang menurut juru kepresiden adalah kejahatan keji. "Kejahatan keji
terhadap rakyat kita; bagaimana mungkin melatih manusia dan memintanya
pergi dan meledakkan dirinya di dalam pernikahan? !!" kata Sediq Seddiqi,
juru bicara Presiden Ashraf Ghani, di akun Twitternya seperti dilansir dari
Sky News, Minggu (18/8).

Menurut tamu yang hadir, ada sekitar 1.200 orang diundang ke pesta
pernikahan itu. Gul Mohammad mengatakan kepada *The Associate Press* bahwa
penyerang meledakkan diri di dekat panggung tempat anak-anak berkumpul.
Belum ada pihak yang mengakui bertanggung jawab atas serangan bom bunuh
diri itu, tetapi gerilyawan Taliban dan Negara Islam (ISIS) telah berulang
kali menyerang minoritas Syiah di Afghanistan dan negara tetangga Pakistan
selama bertahun-tahun.

Tiga minggu lalu, seorang pembom bunuh diri Taliban menewaskan 14 orang dan
melukai 145 lainnya dalam serangan di Kabul barat.

Insiden itu terjadi terlepas dari harapan kesepakatan antara kelompok teror
itu dengan Amerika Serikat (AS), dengan keduanya telah melaporkan kemajuan
dalam pembicaraan yang akan melihat pasukan Amerika menarik diri dari
Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari para pemberontak.

Sebagian besar dari 20.000 pasukan asing yang ditempatkan di Afghanistan
berasal dari AS, sebagai bagian dari misi NATO untuk melatih, membantu dan
memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan dalam pertempuran mereka melawan
ancaman teroris.

Konflik terus mengambil korban mengerikan pada warga sipil, dengan lebih
dari 3.800 - termasuk 900 anak-anak - dibunuh oleh AS dan pasukan sekutu,
Taliban, IS dan lainnya tahun lalu, menurut PBB.


Sumber Berita:Berbagai sumber

Kirim email ke