Mahfud hanya bertgas untuk membina Ideologi Pancasila, yang menerima bayaran, 
jadi artinya mahfud hanya bertugas memelihara keberadaannya ideology Pancasila 
saja. Jadi bukan berarti bahwa dia sudah melek Pancasia . MELEK PANCASILA, 
berarti harus memdidik diri kita sendiri,dan orang lain; untuk mempertahankan 
Ideologi Pancasila sebagai Ideolgi Negara Kesatuan Republik Indonesia, memahami 
prinsip-prinsip Pancasila secara kakiki, dan menggunakan prinsip-prinsip itu 
untuk membentuk komunitas-komunitas yang berkelanjutan. Jadi kita perlu 
merevitalisasi komunitas-komunitas kita, terutama komunitas-komunitas kaum 
terpeljar, komunitas-komunitas bisnis dan komunitas-komunitas elite politik 
kita, sehingga prinsip-prinsip Pancasila benar-benar terwujud didalamnya 
sebagai prinsip-prinsip pendidikan, manjemen, ekonomi,budaya, dan politik.

 

Roeslan.

 

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Gesendet: Montag, 19. August 2019 17:18
An: GELORA45
Betreff: Re: [GELORA45] Manokwari rusuh: Gedung DPRD 'dibakar', massa gelar 
demo di Jayapura, Merauke dan Sorong

 

  

Kenapa harus rusuh, sampai bakar-bakar Gedung Rakyat segala? 

Apa tidak bisa demo damai saja? Tidak mau?

 

Lalu, mana Mahfud si pembina Pancasila?

Mahfud yang mengaku jengkel pada perusuh 21-23 Mei.

Mana suara kejengkelanmu sekarang. 

Tunggu perintah boss?

 

Hehe...

 

--- ilmesengero@... wrote:

 

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49391778 


Manokwari rusuh: Gedung DPRD 'dibakar', massa gelar demo di Jayapura, Merauke 
dan Sorong


·         <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49391778> Bagikan artikel 
ini dengan Facebook

58 menit lalu

 

 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49391778> Bagikan artikel ini dengan 
Messenger

 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49391778> Bagikan artikel ini dengan 
Twitter

 
<mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-49391778>
 Bagikan artikel ini dengan Email

 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49391778#share-tools> Kirim

 

Hak atas fotoSAFWAN ASHARIImage captionUnjuk rasa yang semula berlangsung damai 
di Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/08), berubah menjadi rusuh, setelah 
massa dilaporkan membakar gedung DPRD dan gedung dealer mobil.

Massa membakar Gedung DPRD Papua Barat dan gedung ruang pamer mobil di 
Manokwari, Papua Barat, sementara massa menggelar longmarch di Kota Jayapura, 
Sorong, dan Merauke, Senin (19/08), memprotes tindakan kekerasan aparat atas 
aksi mahasiswa Papua di Jatim.

"Kami tidak terima atas (perlakuan kepada) teman-teman kami yang ada di Jawa, 
yang menyatakan bahwa kami orang Papua sebagai monyet," kata salah-seorang 
pengunjukrasa, Isai Woniana, kepada kepada wartawan di Manokwari, Safwan 
Ashari, untuk BBC News Indonesia, Senin.

Para pengunjukrasa juga menuntut agar sekelompok mahasiswa Papua yang ditahan 
di Surabaya agar dibebaskan.

·         <https://www..bbc.com/indonesia/indonesia-49387852> Demo mahasiswa 
papua: Tindakan polisi tangani pengunjuk rasa diibaratkan 'menghalau asap, 
bukan api'

·         <https://www..bbc.com/indonesia/indonesia-49345664> Korban meninggal 
akibat konflik di Nduga, Papua 182 orang: 'Bencana besar tapi di Jakarta 
santai-santai saja'

·         <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49233527> Pengungsi Nduga, 
Papua : Perempuan yang bertaruh nyawa melahirkan anak di tengah konflik senjata

"Kita ini bagian dari NKRI. Kalau tidak bisa (merangkul kami), biarkan kami 
merdeka," kata salah-seorang perwakilan pendemo di Manokwari, Isai Woniana, 
mahasiswa STIH Manokwari,

ManokwariHak atas fotoSAFWAN ASHARIImage captionMassa juga membakar kendaraan 
roda empat di salah-satu ruas di Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/09).

Walaupun kerusuhan di Manokwari dilaporkan mulai meredah, laporan-laporan media 
menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa juga digelar oleh sekompok orang di Kota 
Merauke, Provinsi Papua dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Beberapa kendaraan, termasuk kendaraan milik kepolisian dilaporkan dibakar 
sejumlah orang, di area sekitar Bandara Deo Sorong. Sejumlah bagian bandara pun 
dikabarkan dirusak oleh massa.

Saat ini kondisi di Sorong dilaporkan sudah mulai kondusif. Lalu lintas yang 
sempat lumpuh akibat aksi massa, berangsur-angsur normal kembali, seperti 
dilaporkan Kompas TV.

Belum ada klarifikasi dari pejabat terkait atas informasi adanya unjuk rasa di 
Merauke dan Sorong.


'Masyarakat sudah dapat ditenangkan'


Seusai Rapat Koordinasi tentang Masalah Keamanan Nasional (19/08), Menko 
Polhukam, Wiranto, mengapresiasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) 
Papua Barat, yang kata Wiranto, telah mampu menenangkan masyarakat untuk 
menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Ia mengatakan pemerintah menyesalkan insiden pelecehan bendera merah putih di 
Jawa Timur yang disusul dengan pernyataan-pernyataan negatif oleh oknum-oknum 
tertentu, yang kemudian memicu aksi di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat.

"Telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi 
siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini," ujar 
Wiranto.

papuaHak atas fotoENGEL WALLYImage captionMassa bergerak menuju ke Kantor 
Gubernur Papua.

Wiranto juga mengapresiasi ucapan maaf terbuka yang disampaikan Gubernur Jawa 
Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, 
Khofifah mengatakan ia telah berkomunikasi dengan Gubernur Papua.

"Kami telepon gubernur Papua, mohon maaf. Sama sekali itu bukan suara Jatim.. 
Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komiten Jatim," 
kata Khofifah.

Lebih lanjut, Wiranto mengimbau warga untuk tidak terpancing dengan 
berita-berita yang tidak benar terkait dengan peristiwa ini.


Kapolri: Dipicu penangkapan mahasiswa di Jatim


Adapun Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui mobilisasi massa di Manokwari 
dan Jayapura dipicu dari kasus penangkapan mahasiswa Papua di Malang dan 
Surabaya, Sabtu (17/08) lalu.

"Ini sekali lagi kejadian di Surabaya dan Malang, itu hanya peristiwa kecil 
semula yang saat ini sudah dilokalisir, dan diselesaikan oleh Muspida setempat, 
baik Ibu Gubernur, Kapolda atau Pangdam," jelas Tito kepada media, Senin 
(19/08).

·         <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49387852> Demo mahasiswa 
papua: Tindakan polisi tangani pengunjuk rasa diibaratkan 'menghalau asap, 
bukan api'

·         <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49345664> Korban meninggal 
akibat konflik di Nduga, Papua 182 orang: 'Bencana besar tapi di Jakarta 
santai-santai saja'

·         <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49233527> Pengungsi Nduga, 
Papua : Perempuan yang bertaruh nyawa melahirkan anak di tengah konflik senjata

Namun, kata Tito, terjadi kesimpangsiuran informasi. Berita bohong atau hoaks 
pun tersebar hingga ke Papua. Salah satu hoaks adalah berita mengenai kematian 
seorang warga Papua.

"Ini hoaks. Nah, ini berkembang, ada yang mengembangkan di Manokwari berkembang 
kemudian di Jayapura, dan kemudian terjadi mobilisasi massa," kata Tito.

Gedung DPRD Papua BaratHak atas fotoDOKUMEN KOMPAS TV/KOMPAS.COMImage 
captionUnjuk rasa semula berjalan damai, namun belakangan menjadi rusuh, 
demikian lapor Safwan, setelah terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan 
massa.

Lebih lanjut Tito mengeklaim adanya pihak-pihak yang mengembangkan informasi 
seputar dugaan ucapan rasial terhadap mahasiswa Papua.

"Dan ada pihak-pihak yang mengembangkan informasi-informasi seperti itu untuk 
kepentingan mereka sendiri," katanya sambil meminta warga di Papua dan Papua 
Barat tidak terpancing oleh berita bohong.


Massa turun ke jalan di Jayapura


Sementara, ribuan orang dari berbagai distrik berbondong-bondong bergerak ke 
pusat kota Jayapura, menuju ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), 
sebagaimana dilaporkan wartawan Engel Wally.

Engel mengatakan gerakan tersebut tidak diakomodir satu komando, tapi bersifat 
spontan dan cair.

JayapuraHak atas fotoENGEL WALLYImage captionRibuan orang dari berbagai distrik 
berbondong-bondong bergerak ke pusat kota Jayapura, menuju ke Gedung Dewan 
Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Senin (19/08).JayapuraHak atas 
fotoKOMPAS.COM/ISTIMEWAImage captionSampai pukul 12.00 WIB, massa di Jayapura 
berdemonstrasi sambil membawa spanduk-spanduk yang berisi ujaran menentang apa 
yang mereka sebut sebagai rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan 
Malang.JayapuraHak atas fotoENGEL WALLYImage captionRatusan orang yang 
berkumpul di pertigaan bandara Sentani itu mengutarakan sembilan tuntutan, 
diantaranya mereka meminta Presiden dan Kapolri untuk menindak oknum aparat 
hukum yang terlibat aksi rasisme.

Sampai pukul 12.00 WIB, mereka berdemonstrasi sambil membawa spanduk-spanduk 
yang berisi ujaran menentang apa yang mereka sebut sebagai rasisme terhadap 
mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Unjuk rasa juga terjadi di Sentani. Aksi itu diinisasi Gerakan Mahasiswa 
Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan angkatan muda Kristen Indonesia (GAMKI), 
juga terjadi di Sentani.

Ratusan massa yang berkumpul di pertigaan bandara Sentani itu mengutarakan 
sembilan tuntutan.

Salah satunya, mereka meminta presiden dan Kapolri untuk menindak oknum aparat 
hukum yang terlibat aksi rasisme.


Aksi pembakaran di Manokwari


Di Jalan Yos Sudarso, sekitar pukul 10.00 WIB, seperti dilaporkan wartawan di 
Manokwari, Safwan Ashari, sebagian massa dilaporkan melakukan pembakaran gedung 
penjualan mobil.

Sebelumnya, sekelompok orang dilaporkan melakukan pembakaran Gedung DPRD Papua 
Barat di Manokwari, Senin (19/08) pagi.

Aksi pembakaran ini terjadi setelah unjuk rasa ini berakhir rusuh, setelah 
sekelompok orang menggelar unjuk rasa memprotes tindakan aparat kepolisian 
terhadap aksi demo mahasiswa Papua di sejumlah kota di Jawa dan tempat lainnya.



Kirim email ke