Objek vital apa yang ada di Papua, selain lapangan terbang, Gedung DPD, asrama Polri dan TNI_
http://www.sinarharapan.co/hukum/read/7346/amankan_objek_vital_di_papua__polisi_tambah_enam_ssk *Amankan Objek Vital di Papua, Polisi Tambah Enam SSK* Selasa , 20 Agustus 2019 | 18:45 JAKARTA - Kepolisian akan menambah jumlah personelnya untuk mengamankan sejumlah objek vital yang ada di Papua Barat dan Papua. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto setelah menerima hasil laporan Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait aksi demo yang berujung kericuhan di Papua Barat dan Papua. "Hanya memang perlu penambahan pasukan untuk lebih meyakinkan pengamanan obyek-obyek vital yang ada di Papua dan Papua Barat. Sehingga ada penambahan pasukan dari luar daerah Papua dan Papua Barat," ujar Wiranto saat ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019). Kapolri, sambung Wiranto, telah menyampaikan laporan perkembangan hasil koordinasinya bersama dengan sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Inti dari hasil koordinasi itu membaik, di mana seluruh daerah terbilang cukup kondusif dan frekuensi aksi yang terjadi menurun. "Jadi aman terkendali," tegasnya. Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, penambahan personel yang dilakukan sebanyak 6 satuan setingkat kompi (SSK). Satu SSK terdiri dari 100 orang. Dengan begitu, terdapat penambahan sebanyak 600 personel Polri yang berjaga-jaga. "Ada tambahan 4 SSK di Manokwari dari Polda Sulut dan Maluku sedangkan di Sorong tambahan 2 SSK dari Polda Sulsel," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019). Hingga siang tadi, polisi mengatakan bahwa kegiatan masyarakat di Jayapura, Papua, sudah berjalan normal. Begitu pula dengan wilayah Manokwari, Papua Barat. Menurut dia, kegiatan masyarakat di wilayah tersebut juga berangsur-angsur normal. Namun, di wilayah Sorong, kata Dedi, masih terdapat kegiatan unjuk rasa yang diikuti sekitar 500 orang. Pihak TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan massa. "Di Sorong memang masih ada kegiatan masyarakat di satu titik massanya 500 orang, masih dalam negosiasi dan komunikasi secara intens antara aparat keamanan, baik TNI, Polri, dan seluruh tokoh masyarakat di sana," kata dia. Kendati demikian, secara keseluruhan, situasi di wilayah Papua kondusif. Hari ini, aparat gabungan melaksanakan pembersihan, seperti pohon tumbang, agar kegiatan masyarakat dapat segera kembali normal. *(ryo)*
