Jokowi atau Joko Widodo juga bukan nama asli, nama aslinya Mulyono, baca 
dibawah:Orang Tionghoa di Indonesia waktu Jokowi masih kecil banyak yang ganti 
nama, nama keluarga oei misalnya banyak yg diganti jadi widodo.

kutipan:Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, 
karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo 
hingga sekarang.

Kata Mbok Yem, dalam bahasa Jawa, nama "widodo" berarti sejahtera dan sehat 
selalu. Makanya nama itulah yang disematkan pada Jokowi saat masih bayi.

Informasi yang sama disampaikan Heru Purnomo, paman Jokowi dari garis ayah, 
yang tinggal di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Iya, dulu nama Jokowi itu Mulyono. Karena saat balita sering sakit-sakitan, 
namanya diganti jadi Joko Widodo," ujar Heru, yang merupakan adik bungsu 
Notomiharjo.https://news.detik.com/berita/d-3396734/tentang-mulyono-nama-lahir-presiden-joko-widodo


---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Koq merasa agak aneh kalau ada pembicara/tokoh masyarakat yg tentunya 
bertendensi nasionalis tetapi memakai nama Barat seperti Sherly Annavita. Dia 
memakai jihab, ya masih boleh karena agamanya tetapi kalau dicampur dgn nama 
Barat agak aneh. Lebih baik dgn nama Jokowi yg asli Indonesia, he, he, he.. 
Yang lain pakai nama Rocky Gerung (walaupun hidup di Indonesia), khan biar 
gagah dgn nama Barat, ha, ha, ha....


---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Bintang baru tapi bukan "bintang penjuru" yang disebut-sebut Jokowi dalam 
pidato kenegaraan 16 Agustus lalu. Sherly adalah peringatan keras bagi Jokowi 
bahwa ada begitu banyak bintang muda di antara 107 juta Rakyat yang tidak 
memilih Jokowi. Mereka menolak dibodohi jadiū penjilat karena tahu sejarah 
kegagalan Jokowi membuktikan sesumbar soal Esemka dan menutupinya dengan 
gelegar program andalan kartu sakti. 
Jadi, tidak ada gunanya menutupi tekornya BPJS dan ketidakjelasan anggaran 
kartu-kartu baru (kartu prakerja dll) dengan bualan pindah ibukota seharga Rp 
500 triliun.
--- lusi_d@... wrote:


 
Memperkenalkan bintang baru yang cerdas dalam berargumen.
Lusi.-

Ini Sherly Annavita, Pengkritik Jokowi di ILC TV One

Solopos.com, SOLO – Sosok Sherly Annavita menjadi topik perbincangan
hangat netizen seusai tampil di ILC, Selasa (20/8/2019). Namanya tenar..
karena keberaniannya mengkritik rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu
Kota Indonesia ke Kalimantan.

Sharly Annavita yang mewakili kaum milenial mengomentari pernyataan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait alasan pemindahan Ibu Kota
dikarenakan banjir, macet dan polusi dan pemerataan tanah.

“Alasan ini seperti menohok kapasitas Pak Jokowi sendiri dalam
pemerintahan. Karena salah satu program besar Pak Jokowi adalah
penanganan semua keruwetan Jakarta. Jadi menjadikan alasan pindahnya
Ibu Kota karena alasan tadi, maka seolah beliau sedang mengonfirmasi
kegagalan janji kampanye saat Pilgub dan Pilpres,” kata Sherly Annavita.

Sherly Annavita tampil percaya diri disandingkan dengan sederet tokoh
ternama di program Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa malam.
Dia tampil bersama Rocky Gerung, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Gubernur
Kalimantan Timur Isran Noor, hingga budayawan Ridwan Said dan Prof
Salim Said. Lantas siapakah Sherly Annavita?

Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (21/8/2019), Sherly Annavita
merupakan wanita muda kelahiran Aceh. Dia mengenyam pendidikan jurusan
hubungan internasional Universitas Paramadina, Jakarta, yang dikenal
sebagai motivator. Dia juga pernah menjuarai berbagai lomba berskala
lokal, nasional, hingga internasional.

Wanita kelahiran Aceh, 12 September 1992 itu pernah menjadi finalis
Pildacil 2006 dan Dai Muda ANTV 2012. Sherly Annavita Rahmi adalah
sosok influencer muda yang membagikan konten positif lewat akun
Instagram @sherlyanavita.

Lewat akun tersebut, Sherly Annavita mengunggah berbagai macam
pandangannya tentang isu terkini di Indonesia. Tak lupa, dia pun
membagikan foto outfit of the day (OOTD) kepada lebih dari 400.000
pengikutnya. 







Kirim email ke