Bisa dipahami kalau Sherly berpikir untuk saat ini atau jangka pendek. Bappenas berpikirnya lain, ada periode yang harus dicapai dalam jangka pendek, ada yang dapat dicapai dalam djangka panjang. Kalau ibukota pindah, bisa dibangun dengan planologi yang benar. Tidak tahu berapa besar effeknya dalam menarik immigrasi spontan dari pulau2 lain, setelah ibukotanya lengkap dengan gedung2 pemerintahan, rumah sakit, sekolah2, Perguruan tinggi, rumah sakit yang bermutu tinggi. Banyak perusahaan real estate bakal buka cabang. Ribuan orang dapat kerja. Sekarang saja Balikpapan ekonominya sudah maju sekali. Rupanya akan dipilih antara Samarinda dan Balikpapan sebagai ibukota baru, sekitar Bukit Suharto ?
Pada tanggal Kam, 22 Agu 2019 pukul 20.06 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Jokowi atau Joko Widodo juga bukan nama asli, nama aslinya Mulyono, baca > dibawah: > Orang Tionghoa di Indonesia waktu Jokowi masih kecil banyak yang ganti > nama, nama keluarga oei misalnya banyak yg diganti jadi widodo. > > > kutipan: > Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, > karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo > hingga sekarang. > > Kata Mbok Yem, dalam bahasa Jawa, nama "widodo" berarti sejahtera dan > sehat selalu. Makanya nama itulah yang disematkan pada Jokowi saat masih > bayi. > > Informasi yang sama disampaikan Heru Purnomo, paman Jokowi dari garis > ayah, yang tinggal di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa > Tengah. > > "Iya, dulu nama Jokowi itu Mulyono. Karena saat balita sering > sakit-sakitan, namanya diganti jadi Joko Widodo," ujar Heru, yang merupakan > adik bungsu Notomiharjo. > > https://news.detik.com/berita/d-3396734/tentang-mulyono-nama-lahir-presiden-joko-widodo > > > ---In [email protected], <bhjo@...> wrote : > > Koq merasa agak aneh kalau ada pembicara/tokoh masyarakat yg tentunya > bertendensi nasionalis tetapi memakai nama Barat seperti Sherly Annavita. > Dia memakai jihab, ya masih boleh karena agamanya tetapi kalau dicampur dgn > nama Barat agak aneh. Lebih baik dgn nama Jokowi yg asli Indonesia, he, he, > he.. > > Yang lain pakai nama Rocky Gerung (walaupun hidup di Indonesia), khan > biar gagah dgn nama Barat, ha, ha, ha.... > > > ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : > > Bintang baru tapi bukan "bintang penjuru" yang disebut-sebut Jokowi dalam > pidato kenegaraan 16 Agustus lalu. Sherly adalah peringatan keras bagi > Jokowi bahwa ada begitu banyak bintang muda di antara 107 juta Rakyat yang > tidak memilih Jokowi. Mereka menolak dibodohi jadiū penjilat karena tahu > sejarah kegagalan Jokowi membuktikan sesumbar soal Esemka dan menutupinya > dengan gelegar program andalan kartu sakti. > > Jadi, tidak ada gunanya menutupi tekornya BPJS dan ketidakjelasan > anggaran kartu-kartu baru (kartu prakerja dll) dengan bualan pindah ibukota > seharga Rp 500 triliun. > > --- lusi_d@... wrote: > > > > Memperkenalkan bintang baru yang cerdas dalam berargumen. > Lusi.- > > Ini Sherly Annavita, Pengkritik Jokowi di ILC TV One > > Solopos.com, SOLO – Sosok Sherly Annavita menjadi topik perbincangan > hangat netizen seusai tampil di ILC, Selasa (20/8/2019). Namanya tenar.. > karena keberaniannya mengkritik rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu > Kota Indonesia ke Kalimantan. > > Sharly Annavita yang mewakili kaum milenial mengomentari pernyataan > Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait alasan pemindahan Ibu Kota > dikarenakan banjir, macet dan polusi dan pemerataan tanah. > > “Alasan ini seperti menohok kapasitas Pak Jokowi sendiri dalam > pemerintahan. Karena salah satu program besar Pak Jokowi adalah > penanganan semua keruwetan Jakarta. Jadi menjadikan alasan pindahnya > Ibu Kota karena alasan tadi, maka seolah beliau sedang mengonfirmasi > kegagalan janji kampanye saat Pilgub dan Pilpres,” kata Sherly Annavita. > > Sherly Annavita tampil percaya diri disandingkan dengan sederet tokoh > ternama di program Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa malam. > Dia tampil bersama Rocky Gerung, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Gubernur > Kalimantan Timur Isran Noor, hingga budayawan Ridwan Said dan Prof > Salim Said. Lantas siapakah Sherly Annavita? > > Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (21/8/2019), Sherly Annavita > merupakan wanita muda kelahiran Aceh. Dia mengenyam pendidikan jurusan > hubungan internasional Universitas Paramadina, Jakarta, yang dikenal > sebagai motivator. Dia juga pernah menjuarai berbagai lomba berskala > lokal, nasional, hingga internasional. > > Wanita kelahiran Aceh, 12 September 1992 itu pernah menjadi finalis > Pildacil 2006 dan Dai Muda ANTV 2012. Sherly Annavita Rahmi adalah > sosok influencer muda yang membagikan konten positif lewat akun > Instagram @sherlyanavita. > > Lewat akun tersebut, Sherly Annavita mengunggah berbagai macam > pandangannya tentang isu terkini di Indonesia. Tak lupa, dia pun > membagikan foto outfit of the day (OOTD) kepada lebih dari 400.000 > pengikutnya. > > > > >
