Pihak Tiongkok Bakal Lakukan Pembalasan dengan Rasional dan Menahan Diri
http://indonesian.cri.cn/20190824/ec9bde73-723d-f809-6c73-d2db69e61c2a.html
2019-08-24 14:40:34
Berkenaan dengan pengumuman Kantor Wakil Perdagangan AS untuk mengenakan
tarif tambahan 10 persen dengan dua gelombang terhadap komoditi yang
diimpor dari Tiongkok, pihak Tiongkok kemarin (23/8) mengumumkan,
berdasarkan peraturan hukum terkait Tiongkok dan prinsip pokok hukum
internasional, pihak Tiongkok memutuskan untuk mengenakan tarif tambahan
masing-masing 10 persen dan 5 persen terhadap komoditi yang diimpor dari
AS senilai 75 miliar dolar Amderika, dan dengan dua gelombang diterapkan
masing-masing pada tanggal1 September dan tanggal 15 Desember, sementara
terhadap otomotif dan onderdilnya yang diimpor dari AS dipulihkan
pengenaan tariff masing-masing 25 persen dan 5 persen dengan dimulai
pada tanggal 15 Desember.
Ini merupakan langkah-langkah pembalasan terpaksa yang diambil pihak
Tiongkok untuk menanggapi unilateralisme dan proteksionisme perdagangan
AS. Sejumlah orang AS sembarangan main tongkat tarif, ini telah dengan
serius membelakangi kesepahaman yang dicapai pemimpin Tiongkok dan AS
dalam Pertemuan Argentina dan Pertemuan Osaka, membelakangi pula jalur
tepat penyelesaian perselisihan melalui konsultasi hingga pergesekan
ekonomi dan dagang Tiongkok-AS terus meningkat dan akhirnya merugikan
orang lain dan juga dirinya sendiri. Pembalasan pihak Tiongkok adalah
rasional dan adil. Ini juga menunjukkan dengan aksi nyata bahwa segala
tekanan maksimum tak berguna bagi Tiongkok, dan langkah pembalasan
Tiongkok adalah tegas.
Menurut daftar komoditi Tiongkok senilai 300 miliar dolar Amerika yang
akan diekspor ke AS dengan dikenakan tarif tambahan, 60 persen adalah
komoditi yang mengambil 75 persen pangsa impor AS dari Tiongkok, ini
berarti bahwa dibandingkan dua putaran yang lalu, komoditi yang
dikenakan tarif tambahan kali ini mempunyai sifat ketergantungan pada
pasar Tiongkok, maka lebih serius dampaknya terhadap perusahaan dan
konsumen AS. Pihak AS baru-baru ini mengumumkan penundaan pengenaan
tarif tambahan terhadap sejumlah komoditi Tiongkok dan ini menunjukkan
sepenuhnya bahwa dalam perang dagang tiada siapa yang menang. Asal tarif
tambahan tidak dihapuskan, itu pasti akan merugikan kepentingan
Tiongkok, sedangkan pihak Tiongkok mengambil langkah pembalasan justru
untuk dengan tegas membela kepentingan inti negara dan kepentingan
fundamental rakyat.
Hanya dua jam setelah pihak Tiongkok mengemukakan langkah pembalasan,
Penasehat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menyatakan, skala
pembalasan pihak Tiongkok itu tak perlu dikhawatirkan bursa efek.
Padahal, 3 besar indeks bursa efek AS semuanya anjlok dan ini
menunjukkan bahwa pasar kecewa terhadap eskalasi pergesekan ekonomi dan
perdagangan Tiongkok-AS.
Dalam perang dagang tak ada siapa yang menang. Pihak Tiongkok ketika
melakukan langkah pembalasan mempertahankan kepentingan rakyat dan
mempertimbangkan sepenuhnya kesejahteraan rakyat, daya tahan perusahaan
dan faktor-faktor lain. Ini juga sepenuhnya menunjukkan bahwa langkah
pembalasan pihak Tiongkok adalah rasional dan menahan diri dan tujuannya
ialah menurunkan dampak terhadap warga dan perusahaan akibat
diterapkannya langkah pembalasan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com