Kalau anggota TNI jual amunisi ke pihak seberang adalah hal biasa, karena
mereka butuh uang extra untuk minum kopi


https://regional.kompas.com/read/2019/08/23/14592051/baku-tembak-dengan-kkb-di-wamena-satu-polisi-dan-banpol-terluka#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=bakutembakkkbvspolisi&webPushId=MTc2Njc=


Baku Tembak dengan KKB di Wamena, Satu Polisi dan Banpol Terluka

Kompas.com - 23/08/2019, 14:59 WIB


Komentar (2) Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua P.
Sembiring(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)


Penulis Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor Farid Assifa JAYAPURA,
KOMPAS.com — Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua P
Sembiring angkat bicara mengenai kasus penjualan amunisi yang dilakukan
oleh oknum tentara Pratu DAT dan dua rekannya. Ia memandang aksi tersebut
tidak mungkin dilakukan oleh Pratu DAT tanpa ada peran dari oknum lain yang
memiliki posisi lebih tinggi.


"Saya yakin bukan cuma dia, siapa lagi di balik dia," ujarnya di Jayapura,
Kamis (22/08/2019).


Baca juga: *Fakta Terkini Oknum TNI Jual Amunisi, Terancam Hukuman Mati
hingga Bukan dari Gudang Kodim*


Namun, ia menyerahkan penanganan kasus tersebut ke Pomdam
XVII/Cenderawasih.


Hal sama ia nyatakan ketika ditanya apakah amunisi tersebut dijual kepada
kelompok kriminal bersenjata (KKB). "Saya tidak bisa (menjawab) berapa kali
dia sudah menjual ke KKB.


Nanti itu adalah hasil penyidikan. Dia jual ke mana, dibawa ke mana, itu
dari hasil penyidikan," katanya. Yosua menegaskan, Kodam XVII/Cenderawasih
tidak akan menoleransi siapa pun yang terlibat dalam kasus penjualan
amunisi tersebut, termasuk bila ternyata nanti ada jajaran perwira terbukti
terlibat. "Ingat TNI tidak akan torerir dengan tindakan pidana seperti
itu," katanya.


Sebelumnya, pada 23 Juli 2019 Satgas Nemangkawi menangkap seorang warga
berinisial J yang membawa ratusan amunisi ke Timika, Kabupaten Mimika.


Baca juga:* Soal Kasus Anggota TNI Jual Amunisi ke KKB OPM, Ini Kata Dandim
Mimika *


Setelah didalami, amunisi tersebut ia beli dari 3 oknum TNI, yaitu Pratu O,
Pratu M, dan Pratu DAT.


Pratu DAT baru bisa ditangkap pada 4 Agustus 2019 di Sorong, Papua Barat,
dan kini sudah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih.

Penulis : Kontributor Wamena, John Roy Purba
Editor : Farid Assifa

Kirim email ke