Hebat penemuan ini, kalau tercium minyak babi pada manusia yang memakan daging babi dapat dipastikan bahwa orang (manusia) tsb adalah kafir. Jadi mudah menseleksi siapa kafir dan siapa non-kafir alias suci. Diberitakan bahwa di Malaysia bagi perempuan suci yang menhitung duit di bank harus pakai sarung tangan agar tidak terkena uang yang dipegang oleh yang memegang daging babi. Kalau hidung buatan yang bisa mendeteksi minyak babi dimiliki oleh setiap keluarga di NKRI, maka sang penemu hidung buatan ini bisa menjadi kaya raya dalam waktu singkat, sebab kurang lebih 90% penduduk NKRI adalah non-kafir yang dilarang mempunyai hubungan apa pun dengan binatang haram babi.
https://sains.kompas.com/read/2019/08/23/183000023/hidung-buatan-ini-bisa-deteksi-minyak-babi-pastikan-makanan-halal Hidung Buatan Ini Bisa Deteksi Minyak Babi, Pastikan Makanan Halal Kompas.com - 23/08/2019, 18:30 WIB BAGIKAN: Komentar Prof Dr Irwandi Jaswir(LIPI) Penulis Ellyvon Pranita | Editor Yunanto Wiji Utomo KOMPAS.com -Kandungan minyak babi sering jadi kontroversi. Bahan pangan kerap dibilang tidak halal sementara publik kadang sulit tahu dasarnya. Irwandi Jaswir, ilmuwan Indonesia yang bekerja di International Islamic University Malaysia beserta timnya mengembangkan e-nose, hidung buatan yang bisa deteksi minyak babi. Gagasan e-nose awalnya bermula dari pengujian yang dilakukan Irwandi pada lemak babi, lemak ayam, dan lemak sapi dengan kromatografi gas. Irwandi menemukan bahwa meskipun secara umum kandungan lemak tiga hewan itu berbeda, jumlahnya bervariasi. "Beberapa komponen yang ada di lemak babi itu ada dalam jumlah sangat banyak dibandingkan kedua lainnya," kata pria kelahiran Sumatera Utara tersebut. Baca juga: *Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Ada Orang Hilang Ingatan Setelah Mabuk Alkohol?* Meskipun demikian, perbedaan itu sulit untuk dijadikan parameter. Sebab, komponen yang ada bisa terpengaruh dari bumbu-bumbu masakan juga. "Banyak sih kajiannya sebelum pada akhirnya menyadari bahwa dari bau (aroma) lemak itu sendiri memiliki perbedaan,"ungkapnya. Kemudian, para peneliti menganalisa komponen bau lemak. Bau dihasilkan tidak hanya dari satu komponen melainkan banyak komponen yang menyatu baru tenbentuk bau. Dari sana, Irwan mengembangkan perangkat pendeteksi minyak babi bernama e-nose. Karena tantangan dari pemerintah Malaysia, e-nose akhirnya dibuat versi portable. Meski saat ini masih ada kemungkinan untuk melakukan pengembangan, portable E-Nose itu sendiri telah dipatenkan dan nantinya segera dikomersilkan untuk bantu memastikan makanan halal. Baca juga: *Kisah Ambrosia, Kumbang-Kumbang Unik yang Cinta Alkohol Cara kerja portable E-Nose* Portable e-nose memiliki bio-sensor berukuran kurang lebih sebesar pena dan ramping. Di dalamnya terdapat plat kecil (heater) untuk menaruh sampel makanan. Ada pula dual detektor untuk bau (aroma) guna mendeteksi alkohol dan/atau lemak babi. Jika Anda membeli sebuah minuman softdrink atau bersoda, uap yang keluar dari tutup kemasan yang dibuka dekatkan portable e-nose tersebut, maka sensor pendeteksi alkohol akan berfungsi sensitivitasnya hingga kadar minimal 0,02 persen. Untuk makanan yang padat, plat akan memanaskan bahan dan membuatkan menguap. Uap itu kemudian dideteksi oleh detektor yang ada. Jika, makanan tersebut mengandung lemak babi, akan keluar angka secara digital di badan portable E-nose mengenai jumlah kadar lemak babi itu. Irwan mengatakan, alat yang dikembangkannya sudah memiliki sensitivitas tinggi sehingga siap dikomersilkan untuk menjawab kebutuhan deteksi minyak babi dan verifikasi makanan halal. Baca juga: *Ilmuwan Hidupkan Otak Babi yang Sudah Mati, Ini Artinya bagi Kita* Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com/> dengan judul "Hidung Buatan Ini Bisa Deteksi Minyak Babi, Pastikan Makanan Halal", https://sains.kompas.com/read/2019/08/23/183000023/hidung-buatan-ini-bisa-deteksi-minyak-babi-pastikan-makanan-halal?page=2 .. Penulis : Ellyvon Pranita Editor : Yunanto Wiji Utomo
