Yang bung maksudkan itu semua kan baru bisa dilaksanakan kalau ada
kapital. Nah kalau uang Alokasi Dana Otsus Papua itu yang mestinya
mereka terima kemudian dipotong-potong pula oleh kaum birokrat penguasa
di pihak penyaluran bantuan atau tidak sampai diterima samasekali
seperti selama ini bagaimana?
 
Yang diusulkan RR itu tindakan pertama untuk memotong tindakan
pengkorupsian uang yang mestinya diterima oleh yang berhak sebagai cara
memutus tindakan korup thd aliran uang Alokasi Dana Otsus Papua dan
sekaligus menghidupkan daya beli rakyat untuk melancarkan dan memutar
volume akumulasi perdagangan.




Am Mon, 26 Aug 2019 20:07:31 +0800 schrieb
"ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:




pembudaya dari atas sampai bawah, dari
> pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ... Namun usul RR, dana
> alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62 Triliun untuk Papua itu
> dibagikan pada 3,5juta warga Papua, juga tidak realistis! Hanya akan
> HABIS digunakan untuk makan saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa
> mensejahterakan warga Papua.
> 
> Kenapa tidak berusaha mendorong pejabat Pem. daerah Papua untuk 
> menemukan cara membangun daerah masing-masing sesuai dengan kondisi
> alam dan kesadaran warga setempat? Dorong mereka supaya keluarkan
> rencana pembangunan, mau bikin apa didaerahnya untuk berusaha, entah
> nanam apa, pelihara ternak apa, ... dan perkirakan butuh bantuan apa
> dari Pem. Pusat! Untuk itu Pem. Pusat juga harus siap membantu daerah
> bukan hanya kucurkan dana, tapi juga teknologi untuk berkarya, ...
> membangkitkan inisiatif dan kemampuan setiap daerah memperbaiki NASIB
> nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat!
> 
> 
> 
> 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 26/8/2019 17:24 寫道:
> >
> > Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal Ramli berikut ini?
> >
> > 1. Kalau Kita Lewat Birokrasi, Birokrasi Kita Ini Korup Kok
> >
> > Agar terserap oleh Rakyat, Rizal Ramli Sarankan Skema Alokasi Dana
> > Otsus Papua Diubah
> >
> > Oleh Muslimin
> >
> > Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB
> >
> > AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan agar skema
> > pemberian dana alokasi Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua
> > Barat diubah, agar Dana Alokasi dana Otsus itu tepat sasaran.
> >
> > "Kita harus ubah, selama ini kan Rp 62 triliun tahun untuk 3,5 juta
> > rakyat Papua tapi dalam prakteknya rakyat dikampung-kampung di
> > gunung-gunung nyaris nggak terima apa-apa," kata Rizal Ramli dalam
> > diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR bertajuk "Papua" di Kawasan
> > Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).
> >
> > Mantan menteri koordinator perekonomian era presiden RI ke-4
> > Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyarankan agar sistem
> > penyalurannya diganti yakni bukan lagi melalui pemerintah pusat
> > turun ke pemerintah daerah, namun langsung ke masyarakat Papua dan
> > Papua Barat.
> >
> > Caranya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencetak ATM untuk seluruh
> > masyarakat bumi Cendrawasih yang penduduknya berjumlah 3,5 juta
> > tersebut. Sebab, Otsus Rp 62 triliun dibagi perpenduduk Papua 3,5
> > juta jiwa maka mereka akan menerima dana Rp 17,7 juta perorang.
> > Naasnya, uang Rp 17,7 juta itu belum dirasakan oleh masyarakat di
> > Papua dan Papua Barat.
> >
> > "Sistemnya kita minta BRI kasih ATM sama semua rakyat di Papua
> > pertama kasih sama ibu-ibunya, mama-mama, setiap bulan pemerintah
> > ngasih 2,5 juta nggak ada masalah itu. Hari ini kan 17,7 juta
> > perorang rakyat nggak dapat apa-apa," kata dia.
> >
> > Oleh karena itu, tegas RR, bila dibuat ATM dan diberi langsung ke
> > perorang, masyarakat Papua akan langsung merima manfaat dari Otsus
> > itu untuk keperluan mereka.
> >
> > "Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa pakai buat makanan, pendidikan,
> > Kesehatan dan itu cara yang lebih bagus. Kalau kita lewat birokrasi,
> > birokrasi kita ini korup kok," tukasnya.[]
> >
> > 2. Aparat Kita Sadis
> >
> > Penyelesaian Persoalan Papua Jangan Lagi Pakai Militer
> >
> > EDITOR by EDITOR
> >
> > 48 mins ago in Nasional
> >
> > Kronologi, Jakarta – Penyelesaian persoalan di bumi Cendrawasih
> > hendaknya menggunakan pendekatan kemanusian. Pendekatan melalui
> > pengiriman militer seharusnya ditinggalkan.
> >
> > Demikian disampaikan oleh mantan menteri koordinator perekonomian
> > era presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di kawasan Tebet, Jakarta
> > Selatan, Senin (26/8/19).
> >
> > “Kita harus lebih mengutamakan pendekatan kemanusian, damai, dalam
> > menyelesaikan mslh Papua jgn lagi menggunakan cara-cara kekerasan,
> > cara militeristik,” tegas RR, sapaan karibnya.
> >
> > Menurut RR, jika pemerintah memakai pendekatan militer justru
> > masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap pemerintah pusat.
> > Akibatnya, mereka berpotensi mendukung gerakan separatis.
> >
> > “Cara-cara militer justru memacu ketidakpuasan yang lebih besar..
> > Akhirnya, malah mendorong rakyat mendukung gerakan militer (OPM/KKB
> > dll),” paparnya.
> >
> > Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia belajar dari peristiwa Gerakan Aceh
> > Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor Timor, yang sekarang lepas dan
> > merdeka menjadi Timor Leste. Penyebab semuanya, karena pemerintah
> > menggunakan pendekatan militer dalam penyelesaian persoalan.
> >
> > “Seperti terjadi di Aceh, Timor Leste, karena aparat kita sadis,
> > hanya menggunakan kekerasan akhirnya rakat biasa bersimpati dengan
> > gerakan kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM, kita harus belajar,”
> > tukasnya.
> >
> >   
> 
> 
> ---
> 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
> http://www.avg.com

Kirim email ke