Berikut tambahan uraian RR untuk menjawab problem yang bung Chan persoalkan, termasuk contoh kongkrit yang sudah dipraktekkan maupun hasilnya dalam mempercepat dan meningkatkan hubungan kebudayaan antar bangsa-bangsa seperti di Kanada. Lusi.
Subsidi Pemerintah ke Warga Papua Tak Sampai, Rizal Ramli: Kasih Lewat ATM Oleh: Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir Senin, 26 Agustus 2019 | 12:48 WIB Rizal Ramli pun menuturkan bahwasanya pada Pilpres 2019 lalu dirinya telah mengusulkan agar subsidi tersebut diberikan langsung kepada warga Papua. Suara.com - Mantan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengusulkan pemerintah Indonesia memberikan subsidi kepada warga Papua lewat kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Sebab, hal itu dinilai Rizal Ramli akan lebih efektif. Rizal Ramli mengungkapkan kekinian setidaknya subsidi yang diberikan pemerintah terhadap warga Papua itu berkisar Rp 62 triliun. Hanya, uang tersebut tidak pernah sampai ke tangan warga Papua lantaran banyak dikorupsi baik oleh pejabat pemerintah pusat maupun daerah. Untuk itu, Rizal Ramli pun menuturkan bahwasanya pada Pilpres 2019 lalu dirinya telah mengusulkan agar subsidi tersebut diberikan langsung kepada warga Papua baik di pegunungan maupun di pedesaan lewat ATM. Hal itu kata Rizal Ramli telah diterapkan seperti di Alaska. "Di Alaska itu, penduduk aslinya Indian, ternyata banyak gas, banyak minyak bumi, akhirnya setiap penduduk Alaska di berikan ATM, setiap bulan langsung ditransfer subsidinya dari pemerintahan," kata Rizal Ramli dalam acara 'Ngobrol Bareng tentang Papua', di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019). Berkenaan dengan itu, Rizal Ramli mengatakan pihaknya akan meminta kepada pemerintah untuk menerapkan sistem subsidi yang sama dengan di Alaska untuk warga Papua. Berdasar, hitung Rizal Ramli, jika subsidi pemerintah sebesar Rp 62 triliun itu dibagi kepada 3,5 juta penduduk Papua, setidaknya setiap warga Papua akan menerima uang subsidi sebesar Rp 17,7 juta per bulan. "Hari ini kalau Rp 62 triliun dibagi 3,5 juta orang itu hampir Rp 17,7 juta per orang. Tapi rakyatnya (saat ini) tidak dapat apa-apa. Saya betul-betul tidak terima dan marah, ini sumber ketidakadilan luar biasa," ujarnya. "Jadi lebih bagus kita kasih ATM saudara-saudara kita di situ, setiap bulan terima subsidi berapa juta, sehingga mereka bisa hidup lebih baik," imbuhnya. +0800 schrieb "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Tentu, masalah serius dan mendesak yang dihadapi bangsa ini MENTAL > manusia yang korup! Mau diapakan juga sulit mengatasinya, karena > sudah bisa dikatakan membudaya dari atas sampai bawah, dari > pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ... Namun usul RR, dana > alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62 Triliun untuk Papua itu > dibagikan pada 3,5juta warga Papua, juga tidak realistis! Hanya akan > HABIS digunakan untuk makan saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa > mensejahterakan warga Papua. > menemukan cara membangun daerah masing-masing sesuai dengan kondisi > alam dan kesadaran warga setempat? Dorong mereka supaya keluarkan > rencana pembangunan, mau bikin apa didaerahnya untuk berusaha, entah > nanam apa, pelihara ternak apa, ... dan perkirakan butuh bantuan apa > dari Pem. Pusat! Untuk itu Pem. Pusat juga harus siap membantu daerah > bukan hanya kucurkan dana, tapi juga teknologi untuk berkarya, ... > membangkitkan inisiatif dan kemampuan setiap daerah memperbaiki NASIB > nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat! > > > > 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 26/8/2019 17:24 寫道: > > > > Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal Ramli berikut ini? > > > > 1. Kalau Kita Lewat Birokrasi, Birokrasi Kita Ini Korup Kok > > > > Agar terserap oleh Rakyat, Rizal Ramli Sarankan Skema Alokasi Dana > > Otsus Papua Diubah > > > > Oleh Muslimin > > > > Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB > > > > AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan agar skema > > pemberian dana alokasi Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua > > Barat diubah, agar Dana Alokasi dana Otsus itu tepat sasaran. > > > > "Kita harus ubah, selama ini kan Rp 62 triliun tahun untuk 3,5 juta > > rakyat Papua tapi dalam prakteknya rakyat dikampung-kampung di > > gunung-gunung nyaris nggak terima apa-apa," kata Rizal Ramli dalam > > diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR bertajuk "Papua" di Kawasan > > Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019). > > > > Mantan menteri koordinator perekonomian era presiden RI ke-4 > > Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyarankan agar sistem > > penyalurannya diganti yakni bukan lagi melalui pemerintah pusat > > turun ke pemerintah daerah, namun langsung ke masyarakat Papua dan > > Papua Barat. > > > > Caranya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencetak ATM untuk seluruh > > masyarakat bumi Cendrawasih yang penduduknya berjumlah 3,5 juta > > tersebut. Sebab, Otsus Rp 62 triliun dibagi perpenduduk Papua 3,5 > > juta jiwa maka mereka akan menerima dana Rp 17,7 juta perorang. > > Naasnya, uang Rp 17,7 juta itu belum dirasakan oleh masyarakat di > > Papua dan Papua Barat. > > > > "Sistemnya kita minta BRI kasih ATM sama semua rakyat di Papua > > pertama kasih sama ibu-ibunya, mama-mama, setiap bulan pemerintah > > ngasih 2,5 juta nggak ada masalah itu. Hari ini kan 17,7 juta > > perorang rakyat nggak dapat apa-apa," kata dia. > > > > Oleh karena itu, tegas RR, bila dibuat ATM dan diberi langsung ke > > perorang, masyarakat Papua akan langsung merima manfaat dari Otsus > > itu untuk keperluan mereka. > > > > "Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa pakai buat makanan, pendidikan, > > Kesehatan dan itu cara yang lebih bagus. Kalau kita lewat birokrasi, > > birokrasi kita ini korup kok," tukasnya.[] > > > > 2. Aparat Kita Sadis > > > > Penyelesaian Persoalan Papua Jangan Lagi Pakai Militer > > > > EDITOR by EDITOR > > > > 48 mins ago in Nasional > > > > Kronologi, Jakarta – Penyelesaian persoalan di bumi Cendrawasih > > hendaknya menggunakan pendekatan kemanusian. Pendekatan melalui > > pengiriman militer seharusnya ditinggalkan. > > > > Demikian disampaikan oleh mantan menteri koordinator perekonomian > > era presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di kawasan Tebet, Jakarta > > Selatan, Senin (26/8/19). > > > > “Kita harus lebih mengutamakan pendekatan kemanusian, damai, dalam > > menyelesaikan mslh Papua jgn lagi menggunakan cara-cara kekerasan, > > cara militeristik,” tegas RR, sapaan karibnya. > > > > Menurut RR, jika pemerintah memakai pendekatan militer justru > > masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap pemerintah pusat. > > Akibatnya, mereka berpotensi mendukung gerakan separatis. > > > > “Cara-cara militer justru memacu ketidakpuasan yang lebih besar.. > > Akhirnya, malah mendorong rakyat mendukung gerakan militer (OPM/KKB > > dll),” paparnya. > > > > Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia belajar dari peristiwa Gerakan Aceh > > Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor Timor, yang sekarang lepas dan > > merdeka menjadi Timor Leste. Penyebab semuanya, karena pemerintah > > menggunakan pendekatan militer dalam penyelesaian persoalan. > > > > “Seperti terjadi di Aceh, Timor Leste, karena aparat kita sadis, > > hanya menggunakan kekerasan akhirnya rakat biasa bersimpati dengan > > gerakan kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM, kita harus belajar,” > > tukasnya. > > > > > > > --- > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。 > http://www.avg.com
