Tapi Tiongkok yang mana? Yang taipan atau yang kung-ren?
Am Fri, 30 Aug 2019 16:10:31 +0800 schrieb "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Aaachh,... ini hanyalah suara sumbang anti Tiongkok saja! Berusaha > keras menghadang masuknya modal-Tiongkok yg mulai menggerser modal > Singapore, Jepang, AS yg selama ini mengangkangi Indonesia dan > membuat rakyat banyak tetap melarat, ...! > > Dari judul tulisan yg bombas, kenapa gak pindah ke Beijing? Sampai > berani-beraninya menyatakan "tukang paculnya" serba impor dari Cina! > Dikira gaji BURUH dari Tiongkok jauh lebih MURAH dari gaji buruh > Indonesia!!! > > > ajeg [email protected] [GELORA45] 於 30/8/2019 10:45 寫道: > > > > Memangnya penggeseran ibukota ke utara (Kaltim) ini apa bukan untuk > > mendekati 3 kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diserahkan Jokowi ke > > RRC? - soal 3 KEK ini sudah sering saya singgung. > > > > > > Jadi, bukan mustahil lokasi pilihan Jokowi di Penajam itu bakal > > jadi "ibukota" bagi 3 KEK tsb. dsk., termasuk kawasan nikel di > > Morowali. Bukan rahasia lagi semua megaproyek itu investor, manajer > > proyek, sopir truk, sampai tukang paculnya serba impor dari Cina. > > > > Rasisme? Ya tinggal ditimbang-timbang saja antara opini si penulis > > dan tindakan Jokowi terkait investor asing. > > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > > > Kutipan artikel: "Minimal keturunan Beijing. Maksudnya? Yah.., > > pakai nanya lagi!" > > > > Apakah maksud si penulis wong cino? > > Opini yg dilandasi rasisme. > > > > > > On Thursday, August 29, 2019, 12:45:05 PM PDT, Lusi D. wrote: > > > > Berikut sementara ulasan masalah tema pindah ibukota. > > Lusi: Yang dicukongi Podomoro? > > > > > > 1.- > > > > IBU KOTA PINDAH ke KALIMANTAN, KENAPA GAK ke BEIJING? > > > > Redaksi HARIANACEH > > 22/08/2019 - 19:43 WIB > > > > Penulis: Tony Rosyid* > > > > KOK judulnya begitu? Ya, begitulah. Judul ini menggambarkan > > apatisme, bahkan mewakili kekesalan begitu banyak warga negara > > terhadap program pindah ibu kota. Pertama, ekonomi lagi morat marit > > kok mau pindah ibu kota. > > > > Tahunya ekonomi morat marit? Hutang negara terus membengkak. > > Aset-aset BUMN sedang dipasarkan. Harga-harga naik dan subsidi > > mulai pada dicabutin. Kurang data? Sementara pindah ibu kota tidak > > seperti mindahin lemari. Butuh anggaran cukup besar. 486 triliun > > dana yang harus tersedia untuk pindah ibu kota. Kabarnya 93,5 > > triliun dari APBN. Sisanya? jual atau sewain apa kek. Ini bukan > > dana yang sedikit untuk kondisi ekonomi bangsa seperti sekarang. > > > > Kedua, kemana mau pindah? Kalimantan? Kalimantan mana? Tengah > > atau Timur? Ini saja belum diputuskan. Ini menunjukkan belum ada > > kajian wilayah yang serius dengan segala dampak dan risikonya. Kok > > sudah minta > > ijin DPR? > > > > Ketiga, apa alasannya pindah? Jakarta macet? Banjir? Karena > > polusi? Atau karena Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan, lawan > > politik dan tak > > bisa diajak kompromi? Tidakkah Anies orang yang paling mudah > > diajak kompromi? Yang penting rasional, tak ada aturan yang > > dilanggar dan tak merugikan negara. Anies pasti bisa berkompromi. > > Kalau tiga syarat itu tak terpenuhi, Anies sepertinya memang tipe > > gubernur yang tak pernah mau buka pintu belakang. > > > > Tidakkah kemacetan dan banjir Jakarta sudah berangsur-angsur > > mulai berkurang saat ini? Kenapa tidak dibantu untuk semakin cepat > > lagi mengatasi masalah-masalah itu? Kok malah pindah. > > > > Teringat ketika Jokowi mau nyagub di DKI. Untuk mengatasi macet > > sepertinya gak susah-susah amat, katanya. Ini namanya > > optimisme. Bagus dan harus diapresiasi. Dan ketika jadi Gubernur > > DKI, Jokowi berpandangan akan lebih mudah mengatasi macet dan > > banjir kalau jadi presiden. Tuhan berbaik hati dan memberi peluang > > Jokowi jadi presiden. Lah, setelah jadi presiden, kenapa ibu kota > > harus dipindah karena alasan banjir, macet dan polusi pak? Tidakkah > > lebih mudah mengatasi itu > > semua ketika jadi presiden? Ini pertanyaan awamnya. > > > > Demi pemerataan. Bagus! Pertanyaannya: apa hubungan pemerataan > > dengan pindah ibu kota? Bagaimana kalau masyarakat Papua protes: > > belum merata buat kami karena ibu kota tidak di tempat kami. > > Demikian juga dengan masyarakat Sumatera, Sulawesi dan Maluku. > > > > Kalau semua pada protes, pindah ke Baijing saja. Nah, makin > > ngawur.. Tidak! Yang dimaksud Beijing itu terkait dengan > > orang-orangnya. Kontraktornya dari Baijing, investornya dari > > Beijing, dan para pekerjanya dari Beijing. Minimal keturunan > > Beijing. Maksudnya? Yah.., pakai nanya lagi! > > > > Ada kesan bahwa pemindahan ibu kota dipaksakan. Setidaknya itu > > dilihat dari aspek substansialnya. Tapi, secara politis ini seperti > > menyelam sambil minum air. Artinya, pemindahan ibu kota secara > > politis akan sangat strategis. Pertama, sebagai pengalihan isu. > > Situasi politik yang > > lagi tak menentu dan ekonomi yang sedang terus mengalami > > masalah, maka isu pemindahan ibu kota akan jadi hiburan media dan > > medsos. Sedangkan masalah ekonomi, hiruk pikuk rekonsiliasi dan > > transaksi struktur kabinet untuk sementara terlupakan. > > > > Kedua, pemindahan ibu kota akan jadi kebijakan mercusuar bagi > > Jokowi. Suatu saat, Jokowi akan dikenang sepanjang masa sebagai > > “Bapak Pemindah > > Ibu Kota.” Ini akan jadi sejarah. Karena mindahin Ibu Kota > > tergolong kebijakan fundamental dan bahkan radikal. > > > > Sejarah akan mencatat bahwa Indonesia pernah punya Ibu Kota di > > Jakarta. > > Lalu pindah ke Kalimantan “di era Jokowi”. Sekali lagi “di era > > Jokowi”. > > Sejarah ini akan diingat dan dikenang oleh anak bangsa di masa > > depan. Dengan catatan, perpindahan ini jadi dan sukses. Jika gagal, > > masyarakat > > akan memaklumi. Ah, itu mah biasa. Toh Jokowi selama ini juga > > sering gagal. Mobil Esemka gagal, biasa aja. Banyak janji yang tak > > terealisasi, biasa saja. Tak ada yang mengejutkan. Dan > > masyarakat mamaklumi dan memaafkannya. Tetap memberi Jokowi > > kesempatan untuk jadi presiden kedua kali. Ini bukti betapa > > masyarakat Indonesia adalah pemaaf. Pemaaf atau lupa? Entahlah. > > Jangan bilang dungu. Awas! Itu kata-kata yang gak bagus. Biar jadi > > hak paten Rocky Gerung saja. Jangan > > ikut-ikutan. Gak elok. > > > > Kalau ada yang khawatir bagaimana nasib gedung DPR-MPR yang ada > > di Jakarta, gedung-gedung pemerintahan, istana, dan lain-lain, > > hemat saya itu orang terlalu serius. Tinggal sewakan saja > > gedung-gedung itu, beres! Buat studio film atau arena teater. > > Tidakkah selama ini banyak anggota legislatif yang pandai bermain > > drama di gedung DPR? Cocok untuk > > pentas teatrikal.. > > > > Ketiga, banyak pihak mengkaitkan perpindahan ini sebagai bagian > > dari manuver untuk 2024. Maksudnya? Untuk mendegradasi Anies > > Baswedan yang namanya sedang digaungkan rakyat menjadi presiden > > masa depan. Seolah ingin mengesankan bahwa Anies gagal mengurus Ibu > > Kota. Karena itu, Ibu Kota dipindah. Oh ya? Ada-ada aja anda ini. > > Terlalu jauh tafsirnya. Tapi, kalau toh iya, emang rakyat Indonesia > > sepicik itu bisa dikelabui? > > Tentu tidak! > > > > Keempat, banyak pihak bertanya: siapa pemilik lahan terbesar di > > Kalimantan, tempat dimana Ibu Kota akan dipindah? Emang ada > > hubungannya? Ini yang lagi jadi perbincangan publik. Belum lagi > > pihak mana yang akan mendapatkan proyek-proyek pembangunan di Ibu > > Kota baru itu. Silahkan direnungkan! > > > > -------- > > > > > > 2. > > > > DULU KERAS TOLAK PINDAH IBU KOTA, KINI AHOK MANUT JOKOWI > > > > Redaksi HAI > > 30/08/2019 - 00:49 WIB > > > > – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok > > merespons soal rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke > > Kalimantan Timur. Menurut Ahok, dirinya mengikuti apa keputusan > > Presiden Joko Widodo, mengingat hal itu memang menjadi kewenangan > > pemerintah pusat. > > > > “Saya ikut presiden,” kata Ahok, Rabu (28/8) malam. > > > > Ahok mengakui dirinya pernah memiliki pendapat terkait > > pemindahan Ibu Kota. Saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok > > mengatakan permasalahan Jakarta tak bisa diselesaikan hanya dengan > > memindahkan Ibu > > Kota. > > > > > > > --- > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。 > http://www.avg.com
