Luhut Sebut Indonesia Belum Manfaatkan Perang Dagang, Benarkah?
Reporter:
Eko Wahyudi
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Kamis, 5 September 2019 05:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH
Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy
Rosana <https://statik.tempo.co/data/2019/07/02/id_852581/852581_720.jpg>
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH
Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
*TEMPO.CO, Jakarta -*Menteri Koordinator Bidang KemaritimanLuhut
<https://www.tempo.co/tag/perang-dagang>Binsar Panjaitan mengatakan
Indonesia tidak berhasil menangkap peluang dari perang dagang Amerika
Serikat dan Cina. Mengutip perkataan World Bank bahwa tidak ada satu pun
industri yang keluar dari Cina yang masuk ke dalam negeri.
"World Bank menyampaikan, dari 33 industri Cina yang relokasi, itu 23
relokasi ke Vietnam, yang 10 itu terpencar di negara-negara ASEAN lain
seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, malaysia, tidak satu pun di
Indonesia," ujarnya saat sambutan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, 4
September 2019.
Wakil Ketua Kadin untuk Hubungan Internasional Shinta Kamdani
mengatakan Indonesia sulit menarik investasi tersebut. Menurutnya, jika
dilihat dari rantai pasokan ekonomi dunia, Indonesia belum punya peranan
penting sehingga sulit menarik investasi masuk ke dalam negeri.
"Memang kalau kita lihat, seberapa banyak kita jadi bagian dari/ global
supply chain/, /unfortunately not/. Kita bukan bagian dari/ global
supply chain/. Itu yang harus dibenahi dulu. Tapi kalau kita nunggu, mau
sampai kapan," katanya dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta,
Rabu 4 September 2019.
Dengan kondisi ekonomi dunia yang sedang mengalami ketidakpastian para
pengusaha mencari peluang lain dengan negara-negara alternatif yang
biasa menjadi target pasar dunia, dan mencari peluang seperti
menyediakan produk pengganti yang sebelumnya di suplai oleh Cina untuk
masuk pasar Amerika Serikat.
"Trade war kita lihat produk apa china diekspor dari Amerika Serikat yg
bisa disubsitusi. menargetkan beberapa sektor utama," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Shinta mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan ekspor tak melulu dari
negara besar yang menjadi mitra dagang. Tapi juga bisa mendapat dari
negara-negara kecil yang tidak biasa dikunjungi.
"Kalau kita lihat dengan keadaan ekonomi global yang sangat tak menentu,
kita lihat banyak kesempatan yang harus kita ambil dari segi ekspor atau
investasi. Kita tidak bisa tinggal diam dan harus/approach/lebih
insentif ke negara-negara tersebut," ungkap dia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com