Pada Jumat, 6 September 2019 06.10.37 GMT+2, Chalik Hamid 
<[email protected]> menulis:  
 
  

   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 5 September 2019 14.11.27 
GMT+2Judul: [GELORA45] Luhut Sebut Indonesia Belum Manfaatkan Perang Dagang, 
Benarkah?
     
 

Luhut Sebut Indonesia Belum Manfaatkan Perang Dagang, Benarkah?
   Reporter:  
Eko Wahyudi
  Editor:  
Ali Akhmad Noor Hidayat
  Kamis, 5 September 2019 05:28 WIB  
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan 
rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 
Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
  
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar 
Panjaitan mengatakan Indonesia tidak berhasil menangkap peluang dari perang 
dagang Amerika Serikat dan Cina. Mengutip perkataan World Bank bahwa tidak ada 
satu pun industri yang keluar dari Cina yang masuk ke dalam negeri.
 
"World Bank menyampaikan, dari 33 industri Cina yang relokasi, itu 23 relokasi 
ke Vietnam, yang 10 itu terpencar di negara-negara ASEAN lain seperti Kamboja, 
Myanmar, Thailand, malaysia, tidak satu pun di Indonesia," ujarnya saat 
sambutan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, 4 September 2019.
 
Wakil Ketua Kadin untuk Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan 
Indonesia sulit menarik investasi tersebut. Menurutnya, jika dilihat dari 
rantai pasokan ekonomi dunia, Indonesia belum punya peranan penting sehingga 
sulit menarik investasi masuk ke dalam negeri.
 
"Memang kalau kita lihat, seberapa banyak kita jadi bagian dari global supply 
chain, unfortunately not. Kita bukan bagian dari global supply chain. Itu yang 
harus dibenahi dulu. Tapi kalau kita nunggu, mau sampai kapan," katanya dalam 
konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Rabu 4 September 2019.
 
Dengan kondisi ekonomi dunia yang sedang mengalami ketidakpastian para 
pengusaha mencari peluang lain dengan negara-negara alternatif yang biasa 
menjadi target pasar dunia, dan mencari peluang seperti menyediakan produk 
pengganti yang sebelumnya di suplai oleh Cina untuk masuk pasar Amerika Serikat.
 
"Trade war kita lihat produk apa china diekspor dari Amerika Serikat yg bisa 
disubsitusi. menargetkan beberapa sektor utama," ucapnya.
  
ADVERTISEMENT
  
Shinta mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan ekspor tak melulu dari negara 
besar yang menjadi mitra dagang. Tapi juga bisa mendapat dari negara-negara 
kecil yang tidak biasa dikunjungi. 
 
"Kalau kita lihat dengan keadaan ekonomi global yang sangat tak menentu, kita 
lihat banyak kesempatan yang harus kita ambil dari segi ekspor atau investasi. 
Kita tidak bisa tinggal diam dan harus approach lebih insentif ke negara-negara 
tersebut," ungkap dia.
 
 
  
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

       

Kirim email ke