Kendatipun kaum tani tak mengerti secara harfiah,

tapi mereka paham secara hakiki,

apa itu “Lendriform”.* (1)*



“Lendriform”,

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana tanah garapan di antero Nusantara,

*“dipergunakan untuk sebesar-besar* *kemakmuran rakyat”*,*(2)*

tidak* “untuk sebesar-besar kemakmuran” *konglomerat.



“Lendriform”,

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana seorang tani penggarap,

berhak memiliki tanah garapan

seluas sekurang-kurangnya luas minimal,

menurut ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria.*(3)*



“Lendriform”,

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana seorang tani penggarap,

apabila dia menggarap tanah orang lain,

berhak mendapatkan pembagian hasil panen,

menurut ketentuan Undang-Undang Perjanjian Bagi Hasil.*(4)*



“Lendriform”,

bagi kaum tani jelas merupakan wahana

untuk mencapai sasaran cukup sandang, cukup pangan,

bersama keluarga hidup mapan.



Para “pemimpin” di “Senayan”

maupun di “Medan Merdeka”,

yang pada umumnya berpendidikan tinggi,

tak diragukan lagi mengerti sekali

arti harfiah “Lendriform”,

tapi ternyata mereka gagal mengerti,

atau memang tidak mau mengerti,

“Lendriform” secara hakiki.



Alih-alih melakukan revitalisasi

“Lendriform” awal tahun 60-an,

mereka malah sibuk mendiskusikan

apa yang dinamakan “Reforma Agraria”.



*Noroyono*

*08/09/2019*



*Keterangan*

*(1)* “Lendriform” = Land reform

*(2)* UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33, Ayat 3.

*(3)* UU Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

*(4)* UU Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Perjanjian Bagi
Hasil.




On Tue, 24 Sep 2019 at 12:10, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Bagaimana Jokowi bisa kaget, bukankah apa yang diterapkan adalah politik
> agrarianya? Kalau Jokowi kaget berarti apa yang dikemukan ialah hanya
> berdasarkan bisikan orang-orang penasehat di sekelilingnya,jadi pada
> dasarnya Jokowi mempunyai pengertian mendalam tentang apa yang
> digembar-gemborkan selama ini. Apakah akan ada penasehat-penasehat yang
> jitu untuk Jokowi II?
>
>
>
>
> https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924131831-20-433364/kpa-jokowi-kaget-reforma-agraria-beri-nol-hektare-ke-petani
>
>
> KPA: Jokowi Kaget Reforma Agraria Beri Nol Hektare ke Petani
>
> CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 13:26 WIB
>
> Bagikan :
>
> [image: KPA: Jokowi Kaget Reforma Agraria Beri Nol Hektare ke Petani] Aksi
> demo petani depan Istana Negara. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
>
>
> Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (*KPA
> <https://www.cnnindonesia.com/tag/kpa>*) Dewi Kartika menyampaikan hasil
> pertemuannya dengan Presiden *Joko Widodo
> <https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>*di Istana Negara terkait
> tuntutan *petani <https://www.cnnindonesia.com/tag/hari-tani-nasional>* yang
> berdemonstrasi di depan Istana Negara sekaligus memperingati Hari Tani
> Nasional.
>
> Dewi menyebut Jokowi sama sekali tidak tahu soal tak ada satu sentimeter
> lahan dari program Reforma Agraria yang telah dibagikan kepada petani.
> Padahal saat program digaungkan lima tahun lalu, pemerintah menjanjikan
> akan mendistribusikan 9 juta hektare lahan bagi para petani.
>
> "Kita sampaikan Reforma Agraria itu macet. Janji itu macet. Hasilnya
> adalah nol hektare yang sampai ke masyarakat. Tidak ada. Beliau tadi kaget
> masih nol hektare padalah sudah lima tahun berjalan," kata Dewi di Silang
> Monas seberang Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/9) usai bertemu
> dengan Jokowi.
>
>
> Lihat juga:
>
>  *Demo di Istana, Petani Ramai-ramai Sobek 'Sertifikat' Jokowi
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924114759-20-433312/demo-di-istana-petani-ramai-ramai-sobek-sertifikat-jokowi/>*
>
>
> Saat mendengar itu, Jokowi yang didampingi Kepala Kantor Staf
> Kepresidenan, Moeldoko itu pun langsung menelepon Meteri Lingkungan Hidup
> dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.
>
> Jokowi, kata Dewi, langsung menanyakan perihal tak ada satu sentimeter pun
> lahan yang telah didistribusikan dari total 9 juta hektare itu. Selama
> percakapan Jokowi tampak berulang kali mengernyitkan dahi.
>
> Selama percakapan telpon antara Jokowi dan Siti Nurbaya berlangsung, Dewi
> mengaku sempat mencuri dengar lantaran Jokowi memang menelpon langsung di
> hadapan mereka.
>
> Siti dalam telepon itu memang mengkui belum ada lahan yang mereka
> distribusikan. Selama ini semuanya masih dalam proses.
>
> "Via telepon langsung. [Jokowi tanya] Betul enggak kata petani 4,1 juta
> hektare dari 9 juta selama lima tahun cuma nol hektare. Beneran kosong.
> Dari respons-respons Pak Jokowi beliau kaget dan benar itu kan baru SK SK
> saja yang diurus," kata Dewi.
> Lihat juga:
>
>  *Ribuan Mahasiswa dan Aktivis 'Sumsel Melawan' Turun ke Jalan
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924102832-20-433285/ribuan-mahasiswa-dan-aktivis-sumsel-melawan-turun-ke-jalan/>*
>
>
> Dari percakapan telepon itu pun Jokowi mengakui memang hingga saat ini
> belum ada sejengkal tanah pun yang tekah didistribusikan kepada petani.
> Dewi pun meminta agar soal Reforma Agraria ini tak lagi dipegang kendalinya
> oleh kementerian di bawah presiden.
>
> Dewi pun secara terang-terangan menyampaikam bahwa Kementerian yang
> dipercaya mengurusi hal ini justru tak kompeten dan sama sekali tak
> menjalankan fungsi dan tugas sebagaimana mestinya.
>
> "Terbukti bahwa menko perekonomian tidak bisa secara efektif
> mengkoordinasikan kementrian-kementerian terkait. Apakah itu menteri
> agraria tata ruang, kehutanan, menteri desa dan seterusnya," kata dia.
>
> "Nah kami tadi mengusulkan badan pelaksana reforma agraria itu harus
> langsung dipimpin oleh presiden gak bisa lagi sama selevel menteri,"
> katanya. "Pak Jokowi setuju bahwa ini memang harus saya yang ambil alih."
>
> 
>

Kirim email ke