Sering kaget apa tidak sakit jantung ya?

---In [email protected], <noroyono1963@...> wrote :


Kendatipun kaum tani tak mengerti secara harfiah,

tapi mereka paham secara hakiki,

apa itu “Lendriform”. (1)

 

“Lendriform”, 

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana tanah garapan di antero Nusantara,

“dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”,(2)

tidak “untuk sebesar-besar kemakmuran” konglomerat.

 

“Lendriform”, 

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana seorang tani penggarap,

berhak memiliki tanah garapan

seluas sekurang-kurangnya luas minimal,

menurut ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria.(3)

 

“Lendriform”,

bagi kaum tani adalah sebuah tatanan,

di mana seorang tani penggarap,

apabila dia menggarap tanah orang lain,

berhak mendapatkan pembagian hasil panen,

menurut ketentuan Undang-Undang Perjanjian Bagi Hasil.(4)

 

“Lendriform”,

bagi kaum tani jelas merupakan wahana

untuk mencapai sasaran cukup sandang, cukup pangan, 

bersama keluarga hidup mapan.

 

Para “pemimpin” di “Senayan”

maupun di “Medan Merdeka”,

yang pada umumnya berpendidikan tinggi,

tak diragukan lagi mengerti sekali

arti harfiah “Lendriform”,

tapi ternyata mereka gagal mengerti,

atau memang tidak mau mengerti,

“Lendriform” secara hakiki.

 

Alih-alih melakukan revitalisasi

“Lendriform” awal tahun 60-an,

mereka malah sibuk mendiskusikan

apa yang dinamakan “Reforma Agraria”.

 

Noroyono

08/09/2019

 

Keterangan

(1) “Lendriform” = Land reform  

(2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33, Ayat 3.

(3) UU Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

(4) UU Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Perjanjian Bagi Hasil.








On Tue, 24 Sep 2019 at 12:10, Sunny ambon ilmesengero@... [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:




Bagaimana Jokowi bisa kaget, bukankah apa yang diterapkan adalah politik 
agrarianya? Kalau Jokowi kaget berarti apa yang dikemukan ialah hanya 
berdasarkan bisikan orang-orang penasehat di sekelilingnya,jadi pada dasarnya 
Jokowi mempunyai pengertian mendalam tentang apa yang digembar-gemborkan selama 
ini. Apakah akan ada penasehat-penasehat yang jitu untuk Jokowi II?








https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924131831-20-433364/kpa-jokowi-kaget-reforma-agraria-beri-nol-hektare-ke-petani




KPA: Jokowi Kaget Reforma Agraria Beri Nol Hektare ke Petani

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 13:26 WIB

Bagikan :    
 Aksi demo petani depan Istana Negara. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)



Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi 
Kartika menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana 
Negara terkait tuntutan petani yang berdemonstrasi di depan Istana Negara 
sekaligus memperingati Hari Tani Nasional.

Dewi menyebut Jokowi sama sekali tidak tahu soal tak ada satu sentimeter lahan 
dari program Reforma Agraria yang telah dibagikan kepada petani. Padahal saat 
program digaungkan lima tahun lalu, pemerintah menjanjikan akan 
mendistribusikan 9 juta hektare lahan bagi para petani.

"Kita sampaikan Reforma Agraria itu macet. Janji itu macet. Hasilnya adalah nol 
hektare yang sampai ke masyarakat. Tidak ada. Beliau tadi kaget masih nol 
hektare padalah sudah lima tahun berjalan," kata Dewi di Silang Monas seberang 
Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/9) usai bertemu dengan Jokowi.




| 
Lihat juga:

 Demo di Istana, Petani Ramai-ramai Sobek 'Sertifikat' Jokowi
 |



Saat mendengar itu, Jokowi yang didampingi Kepala Kantor Staf Kepresidenan, 
Moeldoko itu pun langsung menelepon Meteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti 
Nurbaya Bakar.

Jokowi, kata Dewi, langsung menanyakan perihal tak ada satu sentimeter pun 
lahan yang telah didistribusikan dari total 9 juta hektare itu. Selama 
percakapan Jokowi tampak berulang kali mengernyitkan dahi.

Selama percakapan telpon antara Jokowi dan Siti Nurbaya berlangsung, Dewi 
mengaku sempat mencuri dengar lantaran Jokowi memang menelpon langsung di 
hadapan mereka.

Siti dalam telepon itu memang mengkui belum ada lahan yang mereka 
distribusikan. Selama ini semuanya masih dalam proses.

"Via telepon langsung. [Jokowi tanya] Betul enggak kata petani 4,1 juta hektare 
dari 9 juta selama lima tahun cuma nol hektare. Beneran kosong. Dari 
respons-respons Pak Jokowi beliau kaget dan benar itu kan baru SK SK saja yang 
diurus," kata Dewi.

| 
Lihat juga:

 Ribuan Mahasiswa dan Aktivis 'Sumsel Melawan' Turun ke Jalan
 |



Dari percakapan telepon itu pun Jokowi mengakui memang hingga saat ini belum 
ada sejengkal tanah pun yang tekah didistribusikan kepada petani. Dewi pun 
meminta agar soal Reforma Agraria ini tak lagi dipegang kendalinya oleh 
kementerian di bawah presiden.

Dewi pun secara terang-terangan menyampaikam bahwa Kementerian yang dipercaya 
mengurusi hal ini justru tak kompeten dan sama sekali tak menjalankan fungsi 
dan tugas sebagaimana mestinya.

"Terbukti bahwa menko perekonomian tidak bisa secara efektif mengkoordinasikan 
kementrian-kementerian terkait. Apakah itu menteri agraria tata ruang, 
kehutanan, menteri desa dan seterusnya," kata dia.

"Nah kami tadi mengusulkan badan pelaksana reforma agraria itu harus langsung 
dipimpin oleh presiden gak bisa lagi sama selevel menteri," katanya. "Pak 
Jokowi setuju bahwa ini memang harus saya yang ambil alih."




Kirim email ke