http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/8437/adb_turunkan_proyeksi_pertumbuhan_ekonomi_ri



*ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI*

Rabu , 25 September 2019 | 15:35


JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia
Perwakilan Indonesia menurunkan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada 2019 yaitu perkiraan pada April lalu sebesar 5,2 persen
menjadi 5,1 persen.

“ADB merevisi proyeksi ekonominya untuk Indonesia dengan pertumbuhan yang
menurun tipis ke 5,1 persen. Itu turun dari sebelumnya 5,2 persen pada
2018,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein saat
ditemui di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, pelambatan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan kinerja
ekspor dan pelemahan investasi domestik, namun pertumbuhan akan kembali
membaik pada 2020 yaitu sekitar 5,2 persen.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan adanya peningkatan ekonomi Indonesia pada
2020 tersebut dipicu oleh konsumsi domestik yang kuat serta perbaikan
investasi setelah masa pemerintahan baru.

“Konsumsi yang kuat akan membuat Indonesia mampu meneruskan pertumbuhan
ekonominya pada tahun ini dan tahun depan,” ujar Winfried seperti dikutip
dari antaranews.com.

Winfried menuturkan melalui belanja konsumen diharapkan dapat
mempertahankan pertumbuhan yang kuat dengan ditopang oleh naiknya
pendapatan rumah tangga, lapangan kerja, dan inflasi yang rendah.

Ia memperkirakan inflasi akan tetap stabil sebesar 3,2 persen untuk 2019
dan 3,3 persen pada 2020 sehingga dapat membantu mempertahankan momentum
belanja swasta.

“Inflasi inti mungkin akan tetap terjaga dan harga pangan juga tidak
berubah,” ujarnya

Ia melanjutkan, secara keseluruhan fundamental perekonomian Indonesia masih
solid dibuktikan dengan posisi fiskal yang dikelola dengan baik,
harga-harga yang stabil, dan cadangan devisa pada posisi yang cukup aman.

Di sisi lain, tetap diperlukan investasi yang lebih kuat untuk mendorong
pertumbuhan dengan fokus pada daya saing dan pengembangan sumber daya
manusia.

Winfried memperkirakan bahwa sektor investasi itu memiliki kemungkinan
untuk terus menguat sampai menjelang akhir 2019 sebab adanya kemajuan
pembangunan proyek-proyek strategis nasional dalam rangka meningkatkan
jaringan infrastruktur.

Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia baru-baru ini
yang menjadi 5,25 persen juga berpeluang memberikan suntikan tenaga bagi
pertumbuhan kredit sehingga investasi swasta akan terus membaik.

“Hal itu seiring dengan ekspektasi berbagai kebijakan reformasi baru untuk
meningkatkan iklim usaha dan mempercepat modernisasi perekonomian,” katanya.

Kirim email ke