Ya, kan mau niru Imam Besar Khomeini: Suruh pengikutnya bikin revolusi dulu. Kalau menang baru dia berani pulang ?
Pada tanggal Rab, 25 Sep 2019 pukul 14.24 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Agaknya Habib Rizieq sudah sangat bahagia di Arab Saudi, jadi buat apa > kembali ke Jakarta yang sangat berpolusi Hehehehehe > > > > https://www.wartaekonomi.co.id/read243284/terungkap-penyebab-habib-rizieq-tak-bisa-pulang-gara-gara.html?utm_source=dable > > > Senin, 26 Agustus 2019 13:42 WIB > *Terungkap Penyebab Habib Rizieq Tak Bisa Pulang, Gara-Gara...* > > > *WE Online, Jakarta > <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta.html>* - > > Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI > <https://www.wartaekonomi.co.id/tag4505/front-pembela-islam-fpi.html>), > Munarman, menegaskan Habib Rizieq Shihab (HRS) dicekal di Arab Saudi murni > karena tekanan politik penguasa. Bahkan, ia mengaku tak tahu kapan Imam > Besar FPI akan pulang ke Tanah Air. > > Namun, meski demikian, ia mengaku terus mengupayakan agar pencekalan HRS > <https://www.wartaekonomi.co..id/tag8862/muhammad-rizieq-shihab-habib-rizieq.html>dihentikan. > Bahkan, ia mengaku tidak dapat memastikan HRD dapat pulang ke Indonesia > tahun ini. "*Allahu'alam,*" jawabnya singkat, kepada wartawan, Minggu > (25/8/2019). > > *Baca Juga: **Bersumpah Demi Allah, Rizieq Ogah Mengemis Bantuan ke Rezim > Zalim > <https://www..wartaekonomi.co.id/read243250/bersumpah-demi-allah-rizieq-ogah-mengemis-bantuan-ke-rezim-zalim.html>* > > *Baca Juga: **Habib Rizieq Dicekal Sampai Pelantikan Presiden Diduga > karena Kepentingan Politik > <https://www..wartaekonomi.co.id/read243179/habib-rizieq-dicekal-sampai-pelantikan-presiden-diduga-karena-kepentingan-politik.html>* > > Lanjutnya, ia menyebut Habib Rizieq dicekal hingga pelantikan presiden > terpilih pada Oktober mendatang. Namun, ia mengaku tak tahu pasti kaitannya > Rizieq dengan pelantikan presiden. > > "Ini juga patut ditanyakan kepada pihak yang menghalangi Habib pulang ke > Indonesia," ucapnya. > > Ia hanya menuturkan kepulangan HRS terus tertunda karena pencekalan di > Arab Saudi adalah permintaan dari Pemerintah Indonesia. > > "Jadi kasus Habib Rizieq ini memang di luar aturan hukum. Nah bila diluar > aturan hukum maka tentu alasan alasan non yuridis yang mendominasi. Dan > bila sudah alasan non yuridis, tentu pihak pihak yang punya kuasalah yang > berada diatas hukum yang mengendalikan," papanya. > > Menurut Munarman, konstitusi Indonesia tidak membenarkan pemerintah > melakukan pencekalan terhadap warga negaranya yang hendak kembali. Seorang > warga negara hanya bisa dicekal ketika hendak berpergian ke luar negeri, > itupun jika sedang tersangkut permasalahan hukum. > > "Kalau alasan politis atau alasan diluar hukum, itu berlaku untuk warga > negara lain yang masuk ke Indonesia, karena memang dalam hukum > internasional warga negara asing (WNA) yang tidak disukai boleh ditolak > masuk. WNA lho yang boleh di tangkal masuk. Bukan WNI," ujar Munarman. > > Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menilai, pemulangan > Rizieq bukan menjadi tugas pemerintah lantaran kepergiannya ke Arab Saudi > merupakan keputusannya sendiri setelah tersandung kasus dugaan pornografi > pada April 2017. > > "Ya siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi-pergi sendiri, kok > di-pulangin, gimana sih? Emangnya kita yang ngusir? Kan enggak. Pergi-pergi > sendiri kok, kita ribut mau mulangin, kan gitu,” ujar Moeldoko di Istana > Presiden, Bogor, Selasa (9/7) bulan lalu. > > *Tag:* Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq) > <https://www.wartaekonomi.co.id/tag8862/muhammad-rizieq-shihab-habib-rizieq.html> > , Front Pembela Islam (FPI) > <https://www.wartaekonomi.co.id/tag4505/front-pembela-islam-fpi.html>, Joko > Widodo (Jokowi) > <https://www.wartaekonomi.co.id/tag3849/joko-widodo-jokowi.html>, Moeldoko > <https://www.wartaekonomi.co.id/tag17251/moeldoko.html> > > *Penulis:* Redaksi WE Online > > *Editor:* Vicky Fadil <https://www.wartaekonomi.co.id/redaksi/vicky.html> > > *Foto:* Reuters/Darren Whiteside > > > >
