Tidak hilang, cuma berpindah ke tempat yang belum diketahui alias rahasia

https://www.jawapos.com/nasional/25/09/2019/ylbhi-lebih-dari-50-mahasiswa-diduga-hilang-setelah-demo-di-dpr/


*YLBHI: Lebih dari 50 Mahasiswa Diduga Hilang Setelah Demo di DPR*

NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>

25 September 2019, 22:10:16 WIB

[image: YLBHI: Lebih dari 50 Mahasiswa Diduga Hilang Setelah Demo di
DPR]*MAHASISWA
BERGERAK: Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi di depan gedung DPR-MPR,
Jakarta, semburat saat polisi menembakkan gas air mata. Demo tersebut
dilakukan untuk menolak sejumlah RUU kontroversial. (Muhamad Ali/Jawa Pos)*



*JawaPos.com* – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
Asfinawati menyebut, ada sekitar 50 mahasiswa yang hilang usai mengikuti
demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (24/9) kemarin. Hal
itu diketahui setelah pihaknya menerima aduan dari berbagai perwakilan
mahasiswa.

“Datanya bervariasi, yang pasti lebih dari 50 orang sampai 100 orang.
Mereka belum bisa diketahui kontaknya oleh teman-temannya,” kata Asfinawati
di Gedung LBH, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Saat berlangsung aksi unjuk rasa, kata Asfinawati, kordinator dari
masing-masing kampus tak fokus untuk melindungi para mahasiswa yang ikut
dalam aksi tersebut. Hal itu dikarenakan situasi ketika itu memaksa mereka
harus menyelamatkan dirinya masing-masing.

“Teman-teman mahasiswa sangat resah sebetulnya, karena mereka kan
terpencar-pencar. Dan mereka harus bertanggung jawab atas kelompoknya
masing-masing,” ucap Asfinawati.

Menurut Asfinawati, mahasiswa yang diduga hilang itu sebagian sedang
menjalani perawatan di rumah sakit setelah mendapat tindakan kekerasan dari
aparat kepolisian.

“Karena itu kepada rumah sakit, kepolisian, dan seluruh instansi yang ada
di Jakarta khususnya dan daerah lain harus segera membuka akses agar ada
kejelasan tentang nasib teman-teman mahasiswa,” ucap Asfinawati.

Sehingga, lanjutnya, hal ini tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi
yang beredar di masyarakat. Karena di khawatirkan bisa menjadi bahan hoax
atau informasi palsu yang meresahkan.

“Ingat, teman-teman mahasiswa hanya menyuarakan suara rakyat, menyuarakan
demi tegaknya konstitusi, bukan berniat melawan aparat,” tukasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Kirim email ke