Chan: Coba perhatikan, Partai POLITIK di Indonesia yang paling konsekwen
membela kepentingan RAKYAT BANYAK adalah PKI.

 

Nesare: ini betul. Gak ada lagi partai politik setelah PKI yg betul2 membela
rakyat sampai sekarang.

 

Hanya saja ada bedanya dulu: rakyat menuntut Tritura, bung Karno yang turun;
rakyat menuntut harga turun, Soeharto turun; rakyat menuntut kasus Bulog,
Gus Dur yang turun.

 

Sekarang rakyat menuntut RUUKPK, RUUKUHP, papua Jokowi yang diminta turun?!

 

Dimana logikanya?

 

Sedangkan ada aturan mainnya negara ini. Ada mahkamah institusi sbg
kelanjutan perseteruan. Lah koq seenak udelnya Jokowi harus turun?!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Wednesday, September 25, 2019 11:00 PM
To: [email protected]; Sunny ambon <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] NegaraAmburadul, Wajar Mahasiswa Turun Gunung

 

  

Negara AMBURADUL??? Nampaknya mahasiswa dinegeri ini kurang cermat dalam
mempelajari jejak langkah perjalanan bangsa! Setidaknya bisa dikatakan tidak
berhasil melihat hakekat masalah yang harus dipecahkan dan menemukan jalan
terbaik memecahkan persoalan yang dihadapi. Bagaimana, ...???

Coba perhatikan, Partai POLITIK di Indonesia yang paling konsekwen membela
kepentingan RAKYAT BANYAK adalah PKI. Karena dimasa penjajahan Jepang
termasuk partai yg digempur hancur, dan terjadi pebedaan pendapat didalam
PKI, akhirnya TIDAK SIAP menampilkan diri, harus menerima kenyataan
menampilkan Soekarno-Hatta sebagai tokoh nasional yang bisa diterima ketika
Jepang menyerah dan proklamasikan Kemerdkaan RI! 

Dalam perjalanan dikekuasaan Presiden Soekarno, PKI yang berani menggunakan
jalan parlemen, akhirnya terperosok menjadi parlementerisme dan lagi-lagi
TIDAK SIAP digempur jenderal Soeharto yang gunakan peristiwa G30S
memusnahkan komunisme di Indonesia, ...! PKI dibubarkan, jutaan anggota dan
rakyat tidak berdosa jatuh jadi KORBAN! Sampai sekarang setelah lewat lebih
1/2 abad PKI yang sudah mati tetap saja jadi momok yang dihitamkan dan
sangat ditakuti. Ajaran Marxisme-Leninisme diharamkan dan terlarang sampai
sekarang ini. Akibatnya, saat menghadapi perubahaan politik, krismon akhir
tahun 1997, jelang Soeharto lagi-lagi kekuatan kiri BELUM SIAP! Gerakan
massa yang sudah memanas, dengan kebangkitan pemuda-pemudi mewujudkan
demokrasi dan mengakhiri kekuasaan otoriter jenderal Soeharto yg telah
berkuasa lebih 32 itu, ... Yang jadi masalah utama tentu saja siapa yang
bisa ditampilkan dan bisa diterima rakyat banyak ketika itu??? Dan untuk itu
tentu harus dimainkan Partai-politik yang berkemampuan menyusun
strategi-taktik perjuangannya dengan baik. 

Melihat tokoh-tokoh yang tampil dalam perjuangan reformasi-demokrasi ketika
itu, yang paling menonjol Amin Rais, Gus Dur, ... sedang kekuatan PRD yg
juga bergerak ketika itu dituduh identik PKI yg digempur dan ditolak, jadi
belum bisa tumbuh berkembang dengan baik! Sudah cukup bagus ketika itu
terjadi "kesalahan" indah Amin Rais, sehingga Gus Dur yang tampil jadi
Presiden RI ke-3, walaupun singkat saja. 

Pertarungan kekuatan-kekuatan yang ada tentu saja terjadi, begitu kerasnya
Gus Dur memperjuangkan kepentingan rakyat dan usaha keadilan mencabut TAP-25
MPRS dan tap-33 MPRS, akhirnya terjungkel. Sedang pemerintah yang
dilanjutkan Megawati juga terjebak dengan banyak kompromi, bahkan merubah
sistem pemilihan Presiden melalui MPR menjadi pemilihan Presiden secara
langsung. Yang ketika itu dianggap pemilihan langsung lebih DEMOKRATIS dan
mengikuti jalan demokrasi negara-negara maju, khususnya AS! 

Yang terjadi selama SBY berkuasa 2 periode, 10 tahun ini pembangunan ekonomi
dan masyarakat Indonesia tidak banyak perubahan, kecuali makin marak dan
kentalnya kekuatan Islam radikal! Bahkan suasana intoleransi, TIDAK bisa
terima pimpinan tokoh Agama lain mencuat dipermukaan saat Pilgub DKI Jakarta
2017 yl. dengan keberhasil memenjarakan Ahok! Selanjutnya, juga nampak jelas
dalam proses Pilpres-2019 kemarin ini, nuansa Islam sangat atau bahkan makin
kental terjadi di 2 Capres-cawapres. Jokowi jadi harus menggaet Maruf Amin
jadi cawapres, sedang kubu Prabowo berkoalisi dengan kekuatan Islam radikal,
PA-212 dan FPI-Habib Rizieq! Artinya apa? Kekuatan kiri, yang bisa dikatakan
pembela kepentingan RAKYAT banyak dalam arti sesungguhnya juga BELUM SIAP!

Jokowi sekalipun kader PDIP saja bukan ketua dan berpengaruh besar yg bisa
menentukan, jadi sulit menjadikan atau menggunakan PDIP sebagai kendaraan yg
menopang kekuasaan di pemerintah! Apalagi PDIP dalam pemilu-2019 kemarin ini
tidak mencapi 20% suara! Akibatnya, Jokowi mutlak harus meraih parpol-parpol
lain untuk berkoalisi, ... dan tak terhindar adanya kompromi-kompromi harus
dijalankan. Gejala-gejala hasil kompromi2 yang dilakukan akhir-akhir inilah
yg nampak seperti amburadul! Lalu?

TIDAK BISA main kekerasan dengan DOBRAK untuk bangun dan pilih tokoh baru
menggantikan Jokowi! Siapapun yg ditampilkan diera reformasi-demokrasi
sekarang ini, juga mutlak harus jalankan kompromi-kompromi. TIDAK MUNGKIN
jalan sendiri sesuai kehendak, karena kenyataan tidak satu parpol pun yg
berhasil meraih suara mayoritas! MUTLAK harud ada koalisi dari beberapa
parpol utk mencapai mayoaritas suara! Negara ini akan hancur berantakan
kalau ada satu kekuatan yg memaksakan kehendak sendiri, ...!

Jadi, turun kejalan ajukan pendapat tentu boleh-boleh saja, ... namun harus
pandai temukan solusi terbaik yg masih bisa diterima bersama! Tapi jangan
sekali-kali gunakan kekerasan memaksakan kehendak/pendapat sendiri, lalu
main mendobrak, ... berusaha melumpuhkan kekuasaan yg sah! Karena setelah
kalian mendobrak pemerintah yg saha, kalian tetap akan kesulitan menampilkan
tokoh pimpinan yg bisa diterima semua pihak, dan pertarungan
kekuatan-kekuatan yang menjadi berkepanjangan dan makin sengit! Yang PASTI
dengan merusak ketentraman dan ketertiban masyarakat sangat, sangat
merugikan rakyat banyak! Lihatlah beberapa negara Arab sana yg jalankan
Revolusi Warna yg ditunggangi AS itu, ... Jangan biarkan aksi-aksi
demo-damai yg dilakukan bisa ditunggangi kekuatan-kekuatan tidak
bertanggungjawab apalagi kekuatan ASING untuk kepentingan mereka sendiri
saja! 

Susunlah lebih dahulu dengan sebaik-baiknya organisasi Partai yg bisa
betul-betul membela kepentingan RAKYAT banyak, dan dengan demikian bisa
diterima mayoritas mutlak rakyat, ... menjadi Partai politik yg tidak hanya
mampu menampilkan tokoh pimpinan nasional sendiri (TANPA harus berkualisi
dgn parpol lain!), tapi juga partai yg berkemampuan menyusun strategi-taktik
perjuangan bangsa ini, ... membangun dan mewujudkan masyarakat adil dan
makmur di Nusantara!

 

Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]
於 26/9/2019 6:50 寫道:

  

https://suaraislam.id/negara-amburadul-wajar-mahasiswa-turun-gunung/

 

 


Negara Amburadul, Wajar Mahasiswa Turun Gunung


 25 September 2019

 2 minutes read

Cetak

Bagi Via Email

Google+

Twitter

Facebook

  <https://i0.wp.com/suaraislam.id/wp-content/uploads/2019/09/dpr-mahasiswa.
jpg?resize=650,402&ssl=1> 

Mahasiswa kembali bangkit. Sang penyala tungku peradaban kembali mengaung.
Aksi Mahasiswa menolak RUU bermasalah bergelora seantero negeri. Mereka
mulai unjuk gigi. Aksi yang berlanjut dari Senin (23/9/) hingga Selasa
(24/9) masih berlanjut.

Bermula dari gerakan mahasiswa #GejayanMemanggil di Yogyakarta merembet ke
berbagai daerah diantaranya Bandung, Bogor, Lampung, Malang, dan lainnya.
Tuntutan mereka sama. Menolak RUU KPK yang baru disahkan serta RUU
bermasalah seperti RUU Pertanahan, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU
Minerba, RUU Ketenagakerjaan, serta RUU P-KS. Mereka menganggap RUU itu
menyalahi amanat reformasi yang sudah berlangsung selama 21 tahun. Tagar
#ReformasiDikorupsi menjadi garis besar tuntutan mereka. Diantara tuntutan
mereka dalam aksi di DPR ialah:

Pertama, merestorasi upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kedua, merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan
perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, dan keterlibatan rakyat dalam
proses pengambilan kebijakan. Ketiga, merestorasi perlindungan sumber daya
alam, pelaksanaan reforma agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang
eksploitatif. Keempat, merestorasi kesatuan bangsa dan negara dengan
penghapusan diskriminasi antaretnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan
bagi perempuan. ( <http://kompas.com> kompas.com, 24/9/2019)

Pergerakan mahasiswa kali ini patut diapresiasi. Sebab, gerakan mahasiswa
selama ini seperti mati suri. Tak nampak kepedulian terhada persoalan
negeri. Hanya sibuk urus diri sendiri dan kesenangan pribadi. Namun, hari
ini kita saksikan geliat kebangkitan pemuda mulai menggelora. Semangat
perubahan mulai terlihat. Artinya, ada perubahan sikap dalam diri mereka.
Bila dulu mereka hanya diam membisu. Berkat RUU KPK, semua eleman masyarakat
yang tak setuju mulai berani bersuara. Tak terkecuali mahasiswa dan kaum
akademisi. Korupsi memang sepantasnya menjadi musuh bersama bagi bangsa ini.

Namun, pergerakan mahasiswa juga patut diwaspadai. Sebabnya, aksi serentak
menuntut pembatalan berbagai RUU bermasalah bisa ditunggangi kepentingan
tertentu. Sebagai contoh, dalam aksi penolakan RUU bermasalah, diantara
tuntutan itu adalah agar DPR segera mengesahkan RUU PKS. Bila tak segera
disahkan, DPR dianggap tidak mengakomodasi perlindungan terhadap perempuan.
Sebagaimana diketahui, RUU PKS masih mengandung pasal-pasal kontroversi yang
berindikasi melegalkan aborsi dan zina. Dalam RUU itu, pemaksaan aborsi,
pemaksaan pelacuran, baru dikenakan sanksi. Sementara yang tidak dipaksa tak
bisa dikenai sanksi. Belum lagi pasal-pasal ambigu yang memberi celah
pelegalann terhadap zina, aborsi, dan eljibiti. Istilah ‘kekerasan
seksual’ juga masih samar dan tidak jelas.

Sebagaimana poster-poster yang beredar dalam aksi mahasiswa hari ini,
aliansi perempuan yang mengatasnamakan mahasiswa menyusupkan pesan dukungan
segera disahkannya RUU PKS. Bisa jadi ada penumpang gelap dalam aksi
mahasiswa. Oleh karenanya, gerakan mahasiswa jangan sampai dibajak oleh
pihak manapun. Tak terkecuali elite penguasa dan politik.

Arah Perubahan Hakiki

Derasnya aksi mahasiswa dari berbagai kmapus swasta dan negeri menunjukkan
bahwa negeri ini masih memiliki generasi dambaan. Peran pemuda sebagai agent
of change sudah semestinya difungsikan. Sebab, di tangan pemudalah masa
depan negeri ini dipertaruhkan. Melihat negara amburadul, wajar mahasiswa
turun gunung. Menolak segala hal yang merugikan negara. Menuntut keadilan
dan perubahan. Hanya saja, arah perubahannya tak hanya restorasi, tapi
revolusi. Perubahan yang tak sekedar luapan amarah dan kekecewaan. Namun,
dorongan perubahan itu karena panggilan iman dan gatal melihat kemungkaran.
Idealisme mahasiswa harus murni terpanggil karena iman dan nuraninya. Agar
pergerakannya tak mudah dibelokkan oleh kepentingan tertentu.

Menilik perjalanan panjang negeri ini, lebih dari sebelas kali pemilu,
perubahan seperti jalan di tempat. Dari orde lama hingga reformasi tak
kunjung menemui jalan restorasi hakiki. Berganti tujuh pemimpin berlatar
beda tak juga membuat negeri ini membaik. Dari kalangan patriotis hingga
melankolis Indonesia tetap terjajah. Penjajahan fisik memang sudah berlalu.
Sayangnya, penjajahan gaya baru tengah menghimpit negeri ini. Sadar atau
tidak, Indonesia masih berada dalam cengkeraman kapitalisme global, baik
Timur maupun Barat.

Adanya RUU bermasalah itu juga tidak lepas dari kepentingan kaum kapital.
RUU Pertanahan dan RUU KUHP misalnya. Bukannya menghilangkan kolonialisasi
justru RUU ini berpotensi membentuk kolonial gaya baru. Inilah yang harus
disadari oleh mahasiswa sebagai garda terdepan dalam perubahan. Tak cukup
hanya menuntut penolakan RUU bermasalah, namun juga harus menolak penjajahan
ala kapitalisme. Selama perubahan tak menyentuh akar permasalahan, masalah
baru lainnya akan terus bermunculan. Masalah terbesar negeri ini adalah
sistem yang menaunginya, yakni kapitalis-liberal. Bahkan penguasaan sistem
ini atas Indonesia diakui sendiri oleh elite politik.

Maka dari itu, perjuangan mahasiswa belumlah usai. Teruslah bersuara melawan
kebatilan. Teruslah berjuang mengungkap keculasan para penguasa dan kaum
kapital. Sampaikan kebenaran dengan lantang. Gerakkanlah arah perubahanmu
dengan perubahan mendasar. Perubahan hakiki bahwa Islamlah satu-satunya
solusi selamatkan negeri ini. Perubahan sistem yang akan menghapus hegemoni
kapitalisme di negeri ini. Restorasikan dengan Islam. Dan perubahan itu
adalah tegaknya sistem Islam yang akan membawa rahmat bagi semesta alam.

Chusnatul Jannah
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 


 
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_cam
paign=sig-email&utm_content=emailclient> 

不含病毒。
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_cam
paign=sig-email&utm_content=emailclient> www.avg.com 



Kirim email ke