Hehehehe masalah Jokowi tukang ngibul aja diributin.

Eh terus ditambah lagi Jokowi tidak pandai berhitung.

 

Eh salah deh ente pake’ kedua atribut ini buat nyinyir Jokowi deh.

Sedangkan tujuan ente bukan melabel Jokowi tukang ngibul dan tidak pandai 
berhitung, kenapa harus takut2 dan malu2 kucing kalau mau bilang: turunkan 
Jokowi.

 

Eh ngaco aja ente ini gak ada integritas. Dulu pura2 kasih wawancara gus dur 
ttg Prabowo yg katanya seorang nasionalis. Eh terus malu2 mendukung Prabowo 
lalu beralasan “siapapun presidennya”. Lambat laun ane telanjangi eh 
telanjangnya mulai kelihatan. Sekarang sudah jelas2 mau turunin Jokowi.

 

Koq Jokowi tukang ngibul dan tidak pandai berhitung dipakai buat turunin 
Jokowi?!

Dimana logikanya?

Kalau Jokowi nya diganti sama Prabowo atau yg junjungan ente laennya, emangnya 
ente akan tetap berkoar2: turunin Prabowo dan junjungan2 ente laennya?

 

Siapa yg tidak tukang ngibul?

Siapa yg pandai berhitung?

Ayo angkat tangan!!

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Tuesday, October 8, 2019 9:45 AM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] biadab

 

  

Anda tetap tidak membantah bahwa Jokowi tukang ngibul, dan sekarang ditambah 
dia tidak pandai berhitung.

 

Betul juga. Buktinya, si Jokowi percaya 85 juta lebih banyak dari 107 juta.






--- SADAR@.... wrote:

  

Tidak membantah tidak berarti menyetujui pernyataan bung Jokowi tukang ngibul, 
... darimana bung bisa berkesimpulan begitu???

Bahwa Jokowi BUKAN pimpinan yang ideal, ya! Bahwa Jokowi tidak berhasil 
mewujudkan semua janji-janji saat kampanye jadi kenyataan, yaaa, ...! Dan itu 
tidak mesti ngibul! Bisa saja terjadi masalah yg diluar perhitungan sehingga 
sementara ini belum bisa dilaksanakan, ... atau memang kondisi belum 
memungkinkan. 

Masalah, Jokowi itulah kenyataan yg BERHASIL menangkan PILPRES-2019, suka atau 
tidak yang harus diterima bersama, ...! KENYATAAN, BELUM ada tokoh lain yg 
lebih baik yang bisa ditampilkan menggantikan Jokowi jadi Presiden RI sekarang 
ini! TIDAK MUNGKIN! Atau coba bung sebutkan siapa kiranya tokoh yg lebih baik 
dan berkemampuan gantikan Jokowi sekarang ini, sebelum dilantik 20 Okt. 
yad???!!! Sebelum bisa dan berani mengajukan tokoh tandingan Jokowi, kok sudah 
mau coba-coba gerakkan massa GANTI Jokowi, ...

Dan, yg lebih PENTING lagi, sudah bung perhitungkan kekuatan barisan pendukung 
bung itu mungkinkah BERHASIL dengan gerakkan aksi-demo kekerasan begitu??? 
Sudah bung pelajari dengan baik, bagaimana cara menggulingkan Presiden hasil 
pilpres, hasil pemilihan langsung oleh rakyat yg sekarang berlaku itu, ... 
bisakah hanya dengan berteriak keras-keras aksi demo rakyat dijalan-jalan 
menuntut Jokowi TURUN sekarang juga, lalu melakukan kekerasan-kekerasan dengan 
merusak dan melempari bom-molotov diberbagai kota besar???

 

ajeg 於 7/10/2019 21:12 寫道:

  

Oke, lagi-lagi Anda tidak membantah Jokowi itu tukang ngibul. 





Jadi, sekarang gantian dong Anda yang jawab: 





"Bagaimana dengan Anda? Apa yang membuat Anda mempertahankan tukang ngibul jadi 
presiden - siapa pun itu."





--- SADAR@.... wrote:

 

Bagaimana bung bisa berkeyakinan mayoritas RAKYAT Indonesia sudah TIDAK percaya 
dan hendaki Jokowi turun??? Itu kan hanya sekelompok pemuda demo yg 
berteriak-teriak dijalan saja, ... apa mereka2 itu sudah bisa mewaqkili 200 
juta rakyat???

 

Sedang Mahfud yg masih dukung Jokowi bung bilang tidak konsekwen dengan 
pernyataan yg ditujukan saat Setya Novanto sudah tersangka masih bercokol sb 
ketua DPR! Tentu saja beda Jokowi dengan Novanto!

 

 

ajeg 於 7/10/2019 17:58 寫道:

 

'Siapa pun' itu artinya ya 'siapa saja'. Termasuk Prabowo, AHY, Puan, XJP, 
demonstran, anak STM, juga Anda. Saya mengizinkan anak-anak saya bekeluarga 
karena mereka terlihat punya kemauan untuk tidak merugikan orang lain, dan 
punya kemauan untuk bertanggungjawab atas segala perbuatannya. Bagi saya inilah 
hal-hal mendasar yang membuat mereka layak untuk memimpin dirinya dan 
keluarganya. 

 

Untuk memimpin orang banyak tentu ada syarat tambahan. Begitu juga untuk 
memimpin Rakyat. Dan, kalau sudah tidak dipercaya Rakyat, pemimpin harus 
mundur! Begitu kata Mahfud MD. Tapi seperti kita lihat, si Mahfud kan cuma asal 
jeplak. Ketika pernyataannya itu direfleksikan ke Jokowi, dia pilih bulu. 
Megap-megap a-i-u nganu... 

 

Soal pergantian presiden, sekalipun Golput saya tetap berpegang pada cara 
legal, konstitusional. Dalam hal Jokowi yang sudah kehilangan legitimasi dan 
kepercayaan Rakyat, bisa dicoba perintah Mahfud itu: pemimpin yang sudah tidak 
dipercaya Rakyat, mundur baik-baik. 

 

Bagaimana dengan Anda? Apa yang membuat Anda mempertahankan tukang ngibul jadi 
presiden - siapa pun itu.

 

 

--- SADAR@.... wrote: 

 

Dimana kejelasan posisi bung dengan menyatakan "SIAPA pun yang tidak berpihak 
kepada orang banyak dan kerjanya sering merugikan orang lain, tidak pantas jadi 
pemimpin." itu SIAPA sesungguhnya dan lebih baik siapa yang bung maksudkan 
itu??? Lalu, ... dengan cara/jalan apa bung hendak wujudkan idealisme bung, 
menggantikan Jokowi agar 5 tahun kedepan lebih baik bagi Indonesia itu???

 

Coba JELASKAN baik-baik, ...!!!

 

 

ajeg 於 6/10/2019 19:08 寫道:

 

Posisi saya sih jelas: siapa pun yang tidak berpihak kepada orang banyak dan 
kerjanya sering merugikan orang lain, tidak pantas jadi pemimpin. Baik jadi 
presiden maupun kepala keluarga. 

 

Posisi Anda juga sangat jelas, dengan titik perhatian pada ketokohan dan bukan 
pada perbuatannya. Jadi, apa pun yang dilakukan Jokowi (dan XJP) harus diamini. 

 

Nah, dengan keadaan masyarakat dan situasi negara yang terus memburuk dalam 5 
tahun terakhir, Jokowi harusnya malu. Tahu diri dan letakkan jabatan. Apalagi 
tidak satu pun kasus kejahatan kemanusiaan masa lalu yang dia sentuh. 

 

 

--- SADAR@.... wrote: 

 

Kesimpulan bung yg melompat! Dimata saya, Jokowi bukanlah tokoh pemimpin yg 
ideal, ... tapi hanyalah seorang tokoh yang lebih baik ketimbang tokoh-tokoh 
lain yang ada dan bisa tampil sb Presiden dalam Pilpres-2019 saja! Satu 
kenyataan yang HARUS diterima. Termasuk kegagalan, tersendat jalannya program 
Jokowi yg bung bilang ngibul, nipu rakyat itu karena TIDAK sesuai dengan 
janjijanjinya itu! Yang jadi masalah, bagaimana memperbaiki agar jalannya lebih 
baik, bukan buru-buru gunakan KEKERASAN dijalan utk dobrak dan ganti Jokowi!

 

Bukankah akan jauh lebih baik, kedepan, masing-masing warga yang berani 
menamakan diri pejuang, terus ikut mendorong maju langkah Jokowi agar bisa 
lebih baik dan lebih mantap jalannya .... Jangan sampai serong apalagi hanyut 
terselewengkan oleh pecundang-pecundang disekitarnya, ... 

 

Jadi, BUKAN sebaliknya ikut mendongkel apalagi jadi pendobrak rusak kekuasaan 
Jokowi 5 tahun kedepan! Akhirnya HANYA akan merugikan dan lebih mencelakakan 
rakyat banyak saja, ...

 

 

ajeg 於 6/10/2019 10:00 寫道:

 

Oke, jadi Anda tidak membantah Jokowi tukang ngibul. Bagus.

 

Selanjutnya terserah. Anda termasuk yang merasa ikut dikibuli atau termasuk 
yang ikut-ikutan Jokowi ngibuli diri sendiri dan orang banyak.

 

 

--- SADAR@.... wrote: 

 

Lalu, ... bagaimana jalan yg bung gunakan untuk MEMBATALKAN dan GANTI Jokowi 
hasil PILPRES-2019 dengan tokoh yg bung anggap lebih baik, dan berkemampuan 
membawa Indonesia lebih maju dan makmur dan adil, ...???

 

Bisa dengan turun kejalan begitu, ...??? Disinilah masalah sesungguhnya, ....!

 

 

ajeg 於 5/10/2019 18:58 寫道:

 

Masalahnya jelas di Jokowi. 

 

Negara ini dia bikin berantakan karena kerjanya ngibul melulu. Mulai dari 
Esemka (2010) sampai asbun mau bertemu BEM, 9 hari yl. 

 

 

--- SADAR@.... wrote: 

 

Lalu, .... apa maksud bung untuk merinci alasan setiap orang yg turun kejalan 
itu? Pemerintah dan DPR tentu wajib mendengarkan TUNTUTAN yg diajukan dengan 
sebaik-baiknya, syukur bisa dituruti! Kalau tidak bisa juga berikan argumentasi 
yang meyakinkan, atau langsungkan debat terbuka?! Tapi, ... kalau kenyataan 
yang terjadi, apapun alsan, maksud dan tujuan aksi turun kejalan yg 
berbeda-beda itu, sudah tidak lagi pedulikan melanggar HUKUM, melakukan 
KEKERASAN, KERUSUHAN, ... TEROR. ya harus berani dan mampu berhadapan dengan 
POLISI untuk mencapai tujuan! 

 

Dimana masalahnya???

 

 

ajeg 於 5/10/2019 10:03 寫道:

 

Oke, jadi Anda tidak tahu bahwa orang sampai harus turun ke jalan karena kritik 
dan protes-protes Rakyat tentang korupsi, utang, BPJS, harga kebutuhan, rencana 
ibukota baru, kebakaran hutan, krisis Papua, korupsi lagi dlsb. tidak didengar 
Jokowi.

 

Sebaliknya, dia hanya asyik bersolek untuk pelantikan dan malah mau melanggar 
undang-undang lagi dengan minta pelantikan dipercepat, dimajukan harinya..

 

 

--- SADAR@.... wrote:

 

Cespleng dan nyambung atau tidak itu tergantung pendirian dan dimana posisi 
seseorang berdiri, ... dan sekalipun sudah saya jawab, masih juga bertanya dan 
merasa tidak terjawab: 

 

"Jadi, Anda belum jawab kenapa orang protes sampai semarah ini, sampai harus 
turun ke jalan, sampai harus berdemo (sekalipun dengan resiko disusupi polisi 
atau preman bayaran)."

 

Bukankah sudah berulangkali dan saya tegaskan: "Turun kejalan berdemo, ajukan 
pendapat, mengkritik pemerintah itu normal dan boleh-boleh saja! Demo-damai, 
... itulah yang dijalankan mahasiswa-mahasiswa BEM! Mau bung bilang merupakan 
kemarahan tentu saja juga boleh, .... Tapi, tetap BUKAN yang dijalankan 
penumpang gelap sengaja lakukan kerusuhan, kekerasan, pengrusakan! Jangan bung 
campur adukkan!"

 

Untuk lebih cerah, dengan kata lain bisa dikatakan, setiap orang yang turun 
kejalan boleh saja MARAH dengan berbagai ALASAN yang berbeda-beda, maksud dan 
tujuannya! Jadi, tidak perlu dipusingkan dengan sebab2 yg mendorong mereka 
turun kejalan, pegang saja maunya, tujuannyanya apa, ... dari TUNTUTAN2 yang 
diteriakkan itu! Aksi-aksi demo itu normal saja dengan segala tuntutan yang 
diajukan, selama TIDAK melanggar HUKUM yang berlaku, selama tidak melakukan 
KEKERASAN, MERUSAK, MEMBAKAR, .... TEROR! 

 

Sedang bagi setiap pendemo yang turun kejalan, katakanlah dalam aksi demo 
Mahasiswa kali ini digerakkan BEM yg mengajukan aksi-damai itu juga harus ada 
ketegasan menentang KEKERASAN-TEROR yg terjadi, jadi ada kejelasan perbedaan 
tegas dengan aksi kekerasan-TEROR yang jelas TUJUANNYA GAGALKAN pelantikan 
Jokowi, GANTI Presiden Jokowi dgn orang lain, alias gunakan aksi massa 
kekerasan MEREBUT KEKUASAAN, makar!

 

ajeg 於 5/10/2019 1:23 寫道:

 

Apa si oon itu pernah nyambung?

 

 

--- SADAR@.... wrote:

 

Sekalipun bung bilang cespleng, ... tapi, kok jadi seperti gembala main 
seruling dihadapan kerbau saja? Gak nyambung?! Hehehee, ...

 

Biar bung saja yang layani, deh! Apalagi tujuan Ajeg itu memang GAGALKAN 
pelantikan Jokowi, ... sebagaimana diteriakkan Permadi!

 

nesare 於 4/10/2019 17:44 寫道:

 

Cespleng argument bung!











Kirim email ke