Misalkan a=b
Jadi a2 = ab
Jadi a2-b2 =ab-b2
Jadi (a+b) (a-b)= b (a-b)
Sampai di sini betul.
Tetapi stap selanjutnya mencoret begitu saja a-b dari ruas kiri dan kanan
adalah salah karena a-b = 0
Segala apa kali 0 ya 0, misalnya 7 x 0 = 5 X0, tidak berarti 7 = 5
Jadi kesimpulan a+b = b itu tidak betul, dan ksimpulan selanjutnya juga
tidak betul.
Bisa juga dijelaskan bahwa 0 dibagi 0 , bisa diberi jawaban angka berapa
saja, sebab 0/0 = 5 , bisa karena
0= 5X 0, bisa juga angka lain, karena  0 = angka apa saja X 0.

Pada tanggal Sel, 15 Okt 2019 pukul 21.22 Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> 1 = 2 <https://www.youtube.com/watch?v=hI9CaQD7P6I>
>
> Proof that 1 = 2.
>
> Using algebra and a little deception, Mr. John Hush proves (or does he?)
> that 1 = 2 to a class of amazed calculu...
> <https://www.youtube.com/watch?v=hI9CaQD7P6I>
>
>
>
> On Tuesday, October 15, 2019, 09:10:44 AM PDT, Lusi D. <[email protected]>
> wrote:
>
>
> Penelitian seorang pengamat:
>
> Dendam kesumat terlanjur sepenuh hati. Eh junjunganku jadi kumpanainya.
> Hehehe
>
>
> BALE WARGA - Sukabumi update.com
>
>
> Oleh: Hersubeno Arief (Pengamat Politik)
>
> Manuver dan pilihan politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo membuat
> Rocky Gerung “ingkar” janji.  Tanpa menunggu pelantikan presiden, dia
> sudah mengumumkan sikapnya: Oposisi terhadap Prabowo!
>
> Rocky bahkan berjanji akan berkeliling Indonesia, mengajak para
> kampret    (mantan pendukung Prabowo) bergabung bersamanya. “Benar.
> Deklarasi sebagai oposisi terhadap Prabowo terpaksa saya majukan,” ujar
> Rocky dalam tayangan perdana resonansi.tv ( berbasis youtube )  Selasa
> (15/10).
>
> Bagi yang tidak paham konteks dan sikap politiknya, keputusan Rocky ini
> agak membingungkan. Pada kampanye pilpres lalu Rocky berjanji. "Pak
> Prabowo akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak
> digital hari ini," kata Rocky dihadapan ribuan alumni perguruan tinggi
> pendukung Prabowo-Sandi di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta
> Timur, Sabtu (26/1/2019).
>
> Apa lacur ternyata Prabowo kalah. Seharusnya tidak ada pelantikan.
> Seharusnya Prabowo tetap bersama kampret. Bersama  Rocky menjadi
> oposisi. Mengkritik pemerintah. Bukan dikritik.
>
> Namun melihat manuvernya dalam beberapa hari terakhir, semakin
> meyakinkan publik, Prabowo tidak akan pernah menjadi oposisi. Tidak
> akan timbul tenggelam bersama rakyat, seperti yang dia janjikan.
>
> Safari politiknya menunjukkan dia telah menjadi bagian terpenting dari
> pemerintahan Jokowi. Menjadi aktor utama mewakili kepentingan Megawati
> dan Jokowi.
>
> Jumat (11/10) Prabowo bertemu dengan Jokowi di Istana. Saat itu dia
> mengaku memenuhi undangan Jokowi. Kepada media secara diplomatis
> Prabowo menyatakan siap membantu Jokowi bila dibutuhkan. Namun
> seandainya tidak berada di kabinet, Gerindra akan loyal sebagai
> penyeimbang. Bukan oposisi.
>
> Basi-basi politisi yang sudah basi!
>
> Setelah bertemu Jokowi, Ahad malam (13/10) Prabowo melanjutkan safari
> politiknya. Secara mengejutkan dia bertandang ke rumah Ketua Umum
> Partai Nasdem Surya Paloh. Sebelumnya sulit membayangkan kedua figur
> ini bisa bertemu. Apalagi kemudian saling rangkul, peluk, tertawa
> bersama dan mengaku punya banyak kesamaan pandangan.
>
> Prabowo selama ini secara terbuka menyatakan ketidak-sukaannya terhadap
> Surya Paloh. Dia selalu menolak diwawancarai oleh Metro TV milik Surya..
>
> Prabowo menyebut Metro TV tidak punya akhlak dan pencetak kebohongan.
> Sebaliknya Metro TV juga selalu memberitakan Prabowo secara miring.
> Termasuk dalam editorialnya sebagai sikap resmi redaksi..
>
> Hubungan keduanya seperti anjing dan kucing. Seperti tokoh kartun
> legendaris Tom and Jerry. Tak pernah akur.
>
> “Permusuhan” keduanya terus berlanjut. Pada saat Prabowo bertemu
> Megawati  dalam diplomasi nasi goreng, pada saat yang sama Surya
> menggelar pertemuan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.
>
> Setelah itu Surya maupun media miliknya Metro TV dan Media Indonesia
> mulai menyuarakan pentingnya oposisi. Surya juga mulai melakukan kritik
> dan bersuara miring terhadap beberapa kebijakan pemerintahan Jokowi.
>
> Pada pelantikan anggota DPR RI (2/10) terjadi drama politik yang cukup
> menarik. Mega tidak menyalami Surya. Padahal Surya sudah berdiri
> menyambutnya.
>
> Mustahil pertemuan Prabowo dengan Surya kali ini tanpa sepengetahuan
> dan restu Megawati. Mereka saat ini telah menjadi satu paket yang solid.
>
> Pemilihan ketua MPR adalah salah satu contohnya. Gerindra akhirnya
> sepakat mendukung Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR setelah Prabowo
> menemui Megawati. Padahal sebelumnya mereka ngotot mengajukan Ahmad
> Muzani.
>
> Sehari kemudian, Senin malam (14/10) Prabowo bertemu dengan Ketua Umum
> PKB Muhaimin Iskandar. Setelah itu dia juga direncanakan akan bertemu
> dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
>
> Pertemuan Prabowo dengan para ketua umum partai pendukung Jokowi ini
> tentu saja sangat menarik dan menimbulkan tandatanya.
>
> Dalam kapasitas apa, dan apa pula kepentingannya?
>
> Prabowo tampaknya telah mendapat peran baru. Dia menjadi semacam
> mediator mempertemukan kepentingan Megawati sebagai pemegang saham
> mayoritas pemerintah, dengan para partner pemegang saham lainnya.
>
> Safari politik itu juga sekaligus menjadi semacam pemberitahuan resmi
> kepada partai-partai pendukung pemerintah. Bahwa saat ini dia yang
> mengendalikan permainan.
>
> Bila tidak mencapai titik temu, maka seperti dikatakan Rocky, bisa
> terjadi kampret mengusir cebong.
>
> Menjadi Perdana Menteri
>
> “Kelihatannya Prabowo akan menjadi semacam Perdana Menteri. Menjalankan
> peran yang selama ini dimainkan Luhut Panjaitan. Bahkan lebih besar,”
> ujar Rocky.
>
> Rocky  mendapat informasi Prabowo akan menempati posisi sebagai
> Menkopolhukam, sesuai dengan latar belakang dan keahliannya. Bukan
> posisi Wantimpres seperti yang selama ini diduga.
>
> Dengan posisinya tersebut, Prabowo juga akan mengambil alih peran
> Wapres Ma’ruf Amin, termasuk dalam diplomasi internasional. Peran itu
> selama ini dijalankan oleh Wapres Jusuf Kalla dan tidak mungkin
> dimainkan Ma’ruf.
>
> Hanya saja dalam catatan Rocky kemungkinan besar Prabowo akan
> menghadapi persoalan, terutama catatan lamanya yang berhubungan  dengan
> kasus HAM. Bila itu bisa diatasi, maka dia akan menjadi tokoh nomor dua
> di republik ini setelah Jokowi.
>
> Besarnya peran Prabowo itu tak lepas dari kepentingan politik  Ketua
> Umum PDIP Megawati. “ Dia merasa lebih nyaman, dan sudah paham luar
> dalam soal Prabowo,” ujar Rocky.
>
> Megawati ingin mengamankan kepentingan politik dan keberlangsungan
> kekuasaannya pasca Jokowi. Prabowo merupakan sekutu politik yang paling
> tepat dibandingkan ketua umum partai lain, termasuk Surya.
>
> Pertemuan Prabowo dengan para ketum parpol menjadi semacam negosiasi,
> bagi-bagi kapling di kabinet.
>
> Pos-pos penting dan strategis secara politik dan menghasilkan uang
> dikuasai oleh Megawati dan Prabowo. Sementara pos-pos kabinet yang
> menghabiskan uang, silakan dibagi-bagi ke parpol lainnya.
>
> Baku atur, cincai diantara para oligarki.
>
> Tinggal rakyat bingung sendiri. Baik pemilih Jokowi, maupun Prabowo
> cuma bisa melongo. Akal sehat mereka tidak bisa mencerna.
>
> Mereka masih gontok-gontokan. Para politisi junjungan mereka
> rangkul-rangkulan,  bagi kapling rezeki dan kekuasaan. Tak perlu ada
> oposisi, sehingga mereka bebas tanpa kontrol,  melakukan apa saja.
>
> “Beli nomor 1, kok dapatnya nomor 2. Promo Berlaku Selama 5 Tahun..”
> Begitulah meme menggambarkan suasana hati rakyat. Getir dan bikin kita
> hanya bisa tersenyum kecut.
>
> Demokrasi khas ala Indonesia. Ala Nusantara!
>
> Tanpa representasi parpol sebagai oposisi di DPR,  rakyat akan
> berhadapan langsung dengan pemerintah.  Hanya dengan PKS sebagai
> oposisi, perannya tidak signifikan.
>
> “Bila situasi ekonomi dan politik memburuk, sulit terhindarkan
> munculnya DPR jalanan. Anak-anak STM bisa kuasai kabinet,” terang
> Rocky.
>
> Itulah pentingnya rakyat yang tetap berakal sehat bergabung. Menjadi
> kekuatan kontrol dan kritis terhadap pemerintah.
>
> Apakah Rocky Gerung bersedia menjadi pemimpinnya? end
>
> 
>

Kirim email ke