2 Tahun Anies Baswedan, PSI: Gubernur Rasa Wali Kota
Reporter:
Taufiq Siddiq
Editor:
Febriyan
Rabu, 16 Oktober 2019 13:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan di Balai Kota
Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam konferensi pers tersebut, ia
menyampaikan hasil kerja selama 2 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI
Jakarta. TEMPO/Muhammad HidayatGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.
Dalam konferensi pers tersebut, ia menyampaikan hasil kerja selama 2
tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Anies Baswedan
<https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>hari ini genap dua tahun
menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. PSI DKI menilai kinerja mantan
Menter Pendidikan dan Kebudayaan itu kurang maksimal.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Jakarta, Rian Ernest,
mengeluarkan catatan terkait dua tahun kepemimpinan Anies di ibu kota.
PSI melihat kinerja Anies berdasarkan 23 janji yang pernah dia lontarkan
saat berkampanye 2017 lalu.
"Dua tahun Anies Baswedan resmi menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Setidaknya ada 23 janji Anies saat kampanye pada tahun 2017 lalu. Namun,
ada catatan penting yang harus menjadi sorotan publik atas implementasi
janji-janji yang umbar di masa kampanye," kata Ernest dalam keterangan
tertulisnya, Rabu 16 Oktober 2019.
Ads byKiosked <https://kiosked.com/?utm_source=disclaimer>
Namun menurut dia, ada banyak capaian program tersebut yang hanya
memenuhi standar kapasitas seperti seorang wali kota, bukan seorang
gubernur. Hal itu, menurut dia, terlihat dari capaian program rumah DP
nol persen. Dia menilai 1.790 unit rumah susun yang telah dibangun Anies
selama kepemimpinannya sangat jauh dari standar seorang gubernur.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di tahun 2017 jumlah warga
Jakarta yang belum memiliki rumah sekitar 5 juta orang, sementara
program rumah Dp 0 persen Anies hingga saat ini baru menyediakan 1.790
unit rumah DP nol persen. Capaian tersebut bukan untuk lingkup tingkat
gubernur melainkan walikota," tulis eks staf ahli Gubernur DKI Jakarta
periode 2012-2017 Basuk Tjahja Purnama atau Ahok itu.
Dia melanjutkan, catatan ke dua adalah pembangunan Jakarta yang belum
menyeluruh. Misalnya soal program revitalisasi trotoar yang masih belum
merata, bahkan di beberapa titik seperti jalan Raya Munjul Jakarta Timur
belum memiliki fasilitas trotoar yang layak.
Janji Anies untuk menyediakan lapangan pekerjaan dengan target
penyerapan tenaga kerja sebanyak empat ratus ribu setiap tahunnya pun
menjadi sorotan. Seharusnya, lanjut Rian, pada tahun keduanya ini Anies
sudah menciptakan 800.000 tenaga kerja. Namun, menurut dia, progres
program tersebut tidak bisa diukur keberhasilannya.
ADVERTISEMENT
"Kita tidak dapat cek sejauh mana janji tersebut terpenuhi. Tidak ada
kejelasan maupun angka yang transparan bagaimana progresnya. Kami
berusaha mencoba melihat data situs pktdev.jakarta.go.id, Namun, kami
tidak mendapatkan informasi," ujarnya.
Menurut Rian dengan jumlah Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan
(TGUPP) yang banyak seharusnya menunjang kinerja Anies yang lebih baik
"Dengan jumlah staf pembantu sebanyak itu dapat menunjang kinerja yang
lebih baik dibandingkan dengan yang kita lihat sekarang," ujarnya.
PSI DKI <https://www.tempo.co/tag/psi-dki>kata Rian, juga mengingatkan
Anies akan 23 janji kampanye saat maju sebagai Gubernur DKI, agar tidak
hanya menjadi pemenuhan janji manis saja.