Dua Tahun Anies Baswedan, Ini Keluhan dan Saran Warga DKI
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Ninis Chairunnisa
Rabu, 16 Oktober 2019 13:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan seniman Joko Avianto
berswafoto saat peresmian instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel
Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas Kehutanan
DKI Jakarta akan menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan instalasi
Bambu Getah Getih. TEMPO/Amston ProbelGubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan (kanan) dan seniman Joko Avianto berswafoto saat peresmian
instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta
Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan
menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan instalasi Bambu Getah
Getih. TEMPO/Amston Probel
*TEMPO.CO, Jakarta*- Sejumlah warga ibu kota memberikan pandangannya
atas kinerja Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan
<https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>selama dua tahun masa
jabatannya. Ada yang menyampaikan keluhan sekaligus memberi masukan bagi
Anies untuk memimpin ke depannya.
Joshua Wilyan, 21 tahun, seorang mahasiswa menyoroti soal janji kampanye
Anies mengenai program DP 0 rupiah. “Salah satu poin dari dia calonin
diri pas debat dua tahun lalukan programnya DP 0 persen. Sudah ada
bakalan jadi tapi enggak tahu sekarang gimana, karena media juga enggak
menyiarkan hal ini secara intensif,” kata dia pada Selasa, 15 Oktober 2019.
Randi Ramliyana (30), seorang dosen juga menilai program itu belum
bermanfaat. “Janji DP 0 persen itu juga sama aja ketika harus membayar
DP dengan jumlah yang besar, artinya tidak semua masyarakat mampu untuk
membeli,” kata dia.
Selain soal program DP 0 rupiah, Randi mengkritik langkah Anies yang
membuat instalasi Gabion di Bundaran HI. Di sana juga ada dua pot besar
yang harganya mencapai Rp 150 juta. "Itu sebenarnya menurut saya tidak
perlu ya. Mendingan dana itu dibuat ke penataan jalan agar tidak macet,
ya intinya untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.
Warga lainnya, Febriana Dewi (21) menyoroti saat Anies menangani Kali
Item yang kotor dengan menggunakan jaring. Menurut dia, hal itu tidak
masuk akal dan hanya membuang anggaran.
“Sebenarnya apa yang Anies lakukan ini tidak buruk, namun ketika
dibandingin dengan gubernur yang sebelumnya, kami masyarakat jadi tidak
puas aja dengan kinerja gubernur sekarang,” kata Febriana.
Christian Stefanus (23), karyawan yang berdomisili di Jakarta Barat
menilai tak ada kinerja Anies yang menonjol. Ia menyoroti soal
keberadaan PKL di trotoar dan menggangu pejalan kaki.
ADVERTISEMENT
Padahal, menurut Stefanus, keberadaan PKL itu sempat hilang di era
gubernur sebelumnya. “Mending bikin suatu platform, dimana PKL-PKL itu
bisa berkembang, sepert di lapangan contohnya, malah dengan begitu bisa
jadi daya tarik turis kan?” kata dia.
Meski begitu, para warga ibu kota mengapresiasi apa yang telah
dilakukanAnies Baswedan <https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>.
Mereka sama-sama berharap di sisa jabatan, Anies fokus untuk
merealisasikan janji-janji yang telah ia sampaikan pada saat kampanye
dua tahun lalu. “Kalau menurut saya janjinya aja dulu yang difokuskan
agar dapat terealisasikan, jangan yang lain-lain dulu seperti gabion
atau trotoar itu,” kata Randi.