Anies, lamis.......?
*Arti* Kata *Lamis*. Seringkali kita mendengar kata-kata *Lamis*, namun
tidak sedikit pula orang yang tidak mengetahui makna dari kata *Lamis*.
*Lamis* merupakan kosakata dari Bahasa Jawa. ... *Arti* Kata dari
*Lamis* adalah
Ucapan seseorang yang berisikan janji-janji namun tidak pernah ditepati.

Pada tanggal Rab, 16 Okt 2019 pukul 09.36 ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Dua Tahun Anies Baswedan, Ini Keluhan dan Saran Warga DKI
> Reporter:  Tempo.co
> Editor:  Ninis Chairunnisa
> Rabu, 16 Oktober 2019 13:51 WIB
>
> [image: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan seniman Joko
> Avianto berswafoto saat peresmian instalasi bambu Getah Getih di Bundaran
> Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas
> Kehutanan DKI Jakarta akan menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan
> instalasi Bambu Getah Getih. TEMPO/Amston Probel]Gubernur DKI Jakarta
> Anies Baswedan (kanan) dan seniman Joko Avianto berswafoto saat peresmian
> instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta
> Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan menyiapkan
> instalasi baru untuk menggantikan instalasi Bambu Getah Getih. TEMPO/Amston
> Probel
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>, Jakarta* - Sejumlah warga ibu kota
> memberikan pandangannya atas kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
> <https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan> selama dua tahun masa
> jabatannya. Ada yang menyampaikan keluhan sekaligus memberi masukan bagi
> Anies untuk memimpin ke depannya.
>
> Joshua Wilyan, 21 tahun, seorang mahasiswa menyoroti soal janji kampanye
> Anies mengenai program DP 0 rupiah. “Salah satu poin dari dia calonin diri
> pas debat dua tahun lalukan programnya DP 0 persen. Sudah ada bakalan jadi
> tapi enggak tahu sekarang gimana, karena media juga enggak menyiarkan hal
> ini secara intensif,” kata dia pada Selasa, 15 Oktober 2019.
>
> Randi Ramliyana (30), seorang dosen juga menilai program itu belum
> bermanfaat. “Janji DP 0 persen itu juga sama aja ketika harus membayar DP
> dengan jumlah yang besar, artinya tidak semua masyarakat mampu untuk
> membeli,” kata dia.
>
> Selain soal program DP 0 rupiah, Randi mengkritik langkah Anies yang
> membuat instalasi Gabion di Bundaran HI. Di sana juga ada dua pot besar
> yang harganya mencapai Rp 150 juta. "Itu sebenarnya menurut saya tidak
> perlu ya. Mendingan dana itu dibuat ke penataan jalan agar tidak macet, ya
> intinya untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.
>
> Warga lainnya, Febriana Dewi (21) menyoroti saat Anies menangani Kali Item
> yang kotor dengan menggunakan jaring. Menurut dia, hal itu tidak masuk akal
> dan hanya membuang anggaran.
>
> “Sebenarnya apa yang Anies lakukan ini tidak buruk, namun ketika
> dibandingin dengan gubernur yang sebelumnya, kami masyarakat jadi tidak
> puas aja dengan kinerja gubernur sekarang,” kata Febriana.
>
> Christian Stefanus (23), karyawan yang berdomisili di Jakarta Barat
> menilai tak ada kinerja Anies yang menonjol. Ia menyoroti soal keberadaan
> PKL di trotoar dan menggangu pejalan kaki.
>
> ADVERTISEMENT
>
> Padahal, menurut Stefanus, keberadaan PKL itu sempat hilang di era
> gubernur sebelumnya. “Mending bikin suatu platform, dimana PKL-PKL itu bisa
> berkembang, sepert di lapangan contohnya, malah dengan begitu bisa jadi
> daya tarik turis kan?” kata dia.
>
> Meski begitu, para warga ibu kota mengapresiasi apa yang telah dilakukan
> Anies Baswedan <https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>. Mereka
> sama-sama berharap di sisa jabatan, Anies fokus untuk merealisasikan
> janji-janji yang telah ia sampaikan pada saat kampanye dua tahun lalu.
> “Kalau menurut saya janjinya aja dulu yang difokuskan agar dapat
> terealisasikan, jangan yang lain-lain dulu seperti gabion atau trotoar
> itu,” kata Randi.
>
> 
>

Kirim email ke