Ajeg: Memangnya kenapa Rocky Gerung tidak boleh yakin seperti itu? Toh, para 
cebong, Magnis-Mahfud, dan ketua-ketua partai pengusung Jokowi, juga tidak 
mengusir Prabowo dari lingkaran istana. 

 

Menurut Anda, kenapa mereka belum juga mengusir Prabowo? 

 

Nesare: gimana kalau ane yg jawab? Hehehe ente kan mau tahu gimana orang yg 
berseberangan dgn ente berargumen kenapa mereka2 ini tidak menolak Prabowo? 
Sebelum ente dapet jawabannya. Ane tanya dulu ya:

Dari mana ente tahu para cebong seperti Mahfud  magnis dll itu tidak mengusir 
Prabowo? Maksudnya ente itu apa “mengusir” itu? Kata kiasan atau betul2an 
diusir? Kalau betulan diusir, ente OON betul. Kenapa OON? Karena ini proses 
politik. Orang politik gabung koq harus diusir? Ya ditolak atau diterima saja 
kan – ini kan lebih masuk akal arti “mengusir”? jadi ya biarin aja wong orang 
mau mendukung atau tidak mendukung. Ente teriak2 demokrasi, eh ini contoh 
demokrasi dalam proses politik ente serang? Gimana sih ente ini?

 

Sudah jelas jawaban atas pertanyaan ente yg ente pikir susah jawabannya itu? 
Sampai2 harus nanya 3 kali, sedangkan jawabannya sudah ada diotak semua orang 
termasuk otak ente!

Ini jawabannya: ini hasil dari: PROSES POLITIK TERMASUK DIDALAMNYA ADALAH 
DEMOKRASI!!!!!

 

Orang mau gabung atau menolak koq diributin?

Para cebong juga gak pusing2 amat, rocky gerung, ratna sarumpaet, PKS, nasdem 
mau jadi oposisi. Ya silahkan aja, itu semua kan proses demokrasi. Apanya yang 
aneh?

 

Nah giliran para cebong nanya ente: kenapa ente maunya para cebong mengusir 
Jokowi?

 

AYO JAWAB!!!

KALAU ENGGAK AKAN DITANYA LEBIH DARI 3 KALI LOH  NYAHO ENTE 
HEHEHEHEHEHEHEHEHEHE!!!!!

 

Nesare

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Sunday, October 20, 2019 7:45 AM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] usir, jangan cuma nyengir

 

  

Saya tanya pendapat Anda kok, bukan tanya pendapat cebong.





--- SADAR@.... wrote :

  

Kalau begitu, kenapa bung tidak tanyakan saja sama cebong-cebong itu, ... 
kenapa mereka BELUM juga mengusir Prabowo??? Salah sasaran, ... karena saya 
bukan dan tidak pernah jadi cebong!

 

On 10/20/2019 3:28 PM, ajeg wrote:

 

Lha, sekarang saja tidak ada cebong - bahkan sekaliber Magnis-Mahfud maupun 
ketua partai pengusung, yang berani usir Prabowo dari lingkaran istana. Kenapa 
tidak diusir? Kenapa malah bolak-balik dijamu makan enak - Megawati malah 
sampai memasak nasi goreng pesanan Prabowo, hahaha!

 

Nah, sekarang jawab: 

"Menurut Anda, kenapa mereka belum juga mengusir Prabowo?" 

 

Ini untuk ketigakalinya saya tanya dan belum juga Anda jawab. Semoga bukan 
berarti Anda juga sudah di bawah kendali Prabowo, hehee.......

 

--- SADAR@.... wrote :

 

Yang saya tanyakan kenapa bung begitu YAKIN dengan teriak Rocky Gerung itu.

 

Masuk tidak Prabowo dalam kabinet-kerja jilid-2 nanti, sepenuhnya urusan 
Jokowi! Sekalipun di TOLAK para cebong, ... Jokowi TETAP berhak masukkan 
Prabowo dalam kabinetnya! Dimana masalahnya dengan para cebong harus mengusir 
Prabowo, ...!

 

On 10/20/2019 12:02 PM, ajeg wrote:

 

Memangnya kenapa Rocky Gerung tidak boleh yakin seperti itu? Toh, para cebong, 
Magnis-Mahfud, dan ketua-ketua partai pengusung Jokowi, juga tidak mengusir 
Prabowo dari lingkaran istana. 

 

Menurut Anda, kenapa mereka belum juga mengusir Prabowo? 

 

--- SADAR@.... wrote :

 

Memangnya kenapa bung sudah begitu YAKIN dengan teriak Gerung, Prabowo akan 
pegang kendali Istana??? Bukankah yang PASTI Jokowi-Maruf yg menangkan 
pilpres-2019 dan akan pegang kendali, ... bahwa kemungkinan tentu saja 
keserobot Prabowo bila benar dimasukkan dalam kabinet jilid-II Jokowi!

 

Masalahnya, apakah benar kemungkinan yg diteriakkan Gerung itu bisa menjadi 
kenyataan??? Tentu masih harus dilihat proses perjuangan selanjutnya yang 
terjadi, ... Kenapa harus buru-buru begitu YAKIN akan menjadi kenyataan?

 

Bukankah pengalaman 2014, saat Jokowi berpasangan dengan JK menangkan 
Pilpres-2014, banyak paka r menyatakan Jokowi akan dikuasai JK yang akan lebih 
berperan dan menentukan?! Kenyatan yg terjadi tidak begitu, ... bahkan entah 
gimana dalam waktu singkat komposisi di DPR, koalisi Jokowi yg semula minoritas 
bisa berubah menjadi mayoritas! Itulah kenyataan yang terjadi kekuasaan Jokowi 
5 tahun pertama, ....

 

On 10/20/2019 9:32 AM, ajeg wrote:

 

Lalu, menurut Anda, kenapa cebong -- bahkan sekaliber Magnis dan Mahfud yang 
tempohari pasang sirine: "pilpres untuk mencegah yang buruk berkuasa!" -- belum 
juga mengusir Prabowo dari sisi Jokowi dan ketua-ketua partai pengusung Jokowi? 

 

"Sangat mesra," kata Jokowi.

 

 

--- SADAR@.... wrote :

 

Ooouh, begitu penangkapan bung, ... jadi, Rocky terpanggil utk ngajarin cebong 
jangan mau dipecundangi junjungannya sendiri???!!! Tanpa bung jelaskan 
bagaimana sesungguhnya jalan pikiran junjungan bung, Prabowo itu bisa berpaling 
mendekat ke Jokowi? Begitu juga kenapa pula Jokowi berani menerima Prabowo 
masuk koalisinya, apalagi sudah dicanangkan Rocky bisa menjadi "PEMEGANG 
KENDALI ISTANA", ... kenapa diteruskan juga??? Jadi, tak ada konteks "gebuki" 
RG!

 

Kalau saja betul seperti bung katakan, Rocky terpanggil&nb sp;utk ngajarin 
cebong jangan mau dipecundangi junjungannya sendir, ... bukankah menunjukkan 
diri sangat, sangat DUNGU dengan semula membanting Prabowo jadi SAMPAH yg tidak 
guna di Negeri ini, tiba-tiba menjadi seorang "PENENTU" yang mampu pegang 
kendali di Istana???!!!

 

Apakah Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi, sampai pagi hari ini BELUM menjadi 
kenyataan, ... masih harus tunggu beberapa jam lagi. Tarohlah benar begitu, 
bukankah lebih dahulu harus menjawab, apa pertimbangan utama Jokowi masukkan 
Prabowo dalam kabinetnya, sehingga tetap berani masukkan ular-berbisa yg akan 
menggigit dirinya sendiri???

 

On 10/20/2019 1:48 AM, ajeg wrote:

 

Rocky lagi ngajari para cebong supaya berani usir Prabowo dari kekuasaan. 

 

Konteksnya, ngapain para cebong sibuk "gebuki" Rocky dan bukannya usir Prabowo 
yang selama ini mereka anggap sampah tapi sekarang terus-terusan dijamu makan 
sama ketua-ketua partai koalisi, bahkan sama penguasa istana. Para cebong 
bersahutan riuh-rendah meledek Rocky yang tidak diajak makan-makan, padahal 
mereka sendiri cuma berkerumun di kolam dengan liur berceceran menunggu 
sisa-sisa lepehan Prabowo... 

 

Ya karuan saja RG terpanggil untuk ngajari bagaimana harusnya cebong bersikap 
ketika dipecundangi junjungan sendiri; ya usirlah Prabowo. Jangan dungu-dungu 
amat berharap lemparan tulang dan sampah makanan!

 

Gitu ceritanya. Simpel dan gamblang. 

 

Tapi kok ya masih saja ada yang salah baca situasinya. 

 

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

Gerung is a man of character!

 

--- SADAR@.... wrote :

 

BETUUUL, tempo hari sudah ada tokoh yg menilai Rocky Gerung bisanya cuma 
gerung-gerung saja! Apa yang diteriakkan bisa menampar mulutnya sendiri, ... 
kali ini juga begitu. Tgl. 17 bilang Prabowo bisa Pegang Kendali Istana, 
menjadi orang ke-2 RI yang berperang layaknya Perdana Menteri, tapi sebelumnya, 
tgl. 15 dibilang tokoh Nyampah-nyampahin Negeri Aja!

 

Sebagai orang politik, Rocky mengaku BUKAN PEMBELA Prabowo disaat kampanye, 
sekalipun orang dengan jelas melihat Rocky berada dikubu 02 dan dengan gencar 
selalu menyerang kubu-01! Sekarang dia bilang, "Jadi warna Istana akan sangat 
berwarna Prabowo, secara aura dia mampu untuk menghasilkan retorika dan itu 
akan menarik publik,"   mungkinkah itu terjadi??? Atau TETAP menjadi SAMPAH 
saja dinegeri ini!!! Bukankah itu ucapan yang keluar dari desakan hati yg keras 
menghendaki ada kelompok oposisi yg cukup kuat diluar pemerintahan Jokowi 
saja??? Hehehee, ...

 

Tak Bela Prabowo Lagi, Rocky Gerung: Nggak Butuh Tokoh Seperti Dia, 
Nyampah-nyampahin Negeri Aja

 

  
<https://cdn2.tstatic.net/tribunnewswiki/foto/bank/images/rocky-gerung-prabowo.jpg>
 

 

Melia Istighfaroh

Selasa, 15 Oktober 2019 15:27 WIB





 
<https://www.tribunnewswiki.com/2019/10/15/tak-bela-prabowo-lagi-rocky-gerung-nggak-butuh-tokoh-%20seperti-dia-nyampah-nyampahin-negeri-aja?page=all>
 
https://www.tribunnewswiki.com/2019/10/15/tak-bela-prabowo-lagi-rocky-gerung-nggak-butuh-tokoh-seperti-dia-nyampah-nyampahin-negeri-aja?page=all

 

 



Kirim email ke