Kok cemas ? Apa merasa berhadapan dengan menteri agama yang jendral? Atau kawatir sekutunya bakal diobrak-abrik?
Pada tanggal Kam, 24 Okt 2019 pukul 13.04 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Militer bajunya hijau, bendera Arab Saudia juga berwarna hijau dan juga > ada gambar pedang. Jadi tidak banyak ada perbedaan terkeculai kalau komando > di TNI masih pakai bahasa Indonesia sedangkan pihak lain itu bahasa Arab. > hehehehe > > > https://www.eramuslim.com/berita/nasional/gerindra-cemas-kemenag-hadapi-radikalisme-dengan-gaya-militer.htm > > > Kamis, 23 Safar 1441 H / 24 Oktober 2019 > *Gerindra Cemas Kemenag Hadapi Radikalisme dengan Gaya Militer* > > Eramuslim.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Sodik > Mudjahid khawatir bila Kementerian Agama (Kemenag) di bawah Jenderal TNI > Purnawirawan Fachrul Razi akan menggunakan pendekatan militer menghadapi > penyebaran radikalisme. > > Sodik berharap, Fachrul lebih memilih langkah pendekatan dialog yang > edukatif dalam menangkal radikalisme selama menjabat sebagai Menag. > > “Menahan radikalisme, ini mengkhawatirkan. Sebagai seorang militer, > (Fachrul) melakukan pendekatan militeris generalis terhadap rakyat yang > dicurigai sebagai kaum radikal,” kata Sodik dalam keterangan tertulis, Rabu > (23/10). > > Ia pun mengaku pesimis dengan kinerja Kemenag di bawah Fachrul. > Menurutnya, ruang lingkup tugas Kemenag jauh dari bidang kompetensi yang > dikuasai Fachrul. > > Sodik menuturkan bahwa satu-satunya tugas Kemenag yang sesuai dengan > kompetensi Fahrul hanya terkait dengan manajemen penyelenggaraan ibadah > haji. Menurut Sodik, tugas itu sesuai karena hanya menyangkut pada > manajemen mobilisasi jamaah. > > Soal pondokan, katering, keamanan, dan lain-lain. Sebagai jenderal, > (Fachrul) pasti andal dalam mobilisasi pasukan dan peralatan,” kata Wakil > Ketua Komisi VIII DPR periode 2014-2019 itu. > > Meski begitu, Sodik optimistis bahwa Fachrul akan mampu menata Kemenag > hingga ke tingkat bawah. Sebagai seorang jenderal, Fachrul dianggap > mempunyai kemampuan menata sampai unit pasukan paling bawah atau kecil. > > Sodik pun berharap, Fachrul bisa melakukan reformasi birokrasi di Kemenag.. > Sodik menilai Fachrul yang berlatar belakang militer mesti tegas dan > merombak mental dan budaya kerja di Kemenag. > > “Kemenag selama ini paling lemah reformasi birokrasinya dan kultur > birokrasinya sangat feodal. Kami berharap, sebagai seorang jenderal, > [Fachrul] berani melakukan reformasi budaya dan perombakan budaya kerja > yang produktif, efisien,” katanya. > > Jokowi menunjuk Fachrul sebagai Menag dalam Kabinet Indonesia Maju periode > 2019-2024. > > Sebelum diumumkan dan dilantik, Fachrul termasuk tokoh yang dipanggil ke > Istana Negara pada Selasa (22/10). Mengenakan kemeja putih dan celana > hitam, Fachrul mengaku ditelepon Senin (21/10) pukul 22.00 WIB dan diminta > datang bertemu Jokowi. > > Fachrul selama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabat > pada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) > tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri. > > Jabatannya sebagai wakil panglima saat itu tak berlangsung lama lantaran > diberhentikan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui > Keputusan Presiden terkait penghapusan jabatan wakil panglima. [cnn > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191024004152-20-442349/gerindra-khawatir-kemenag-hadapi-radikalisme-dengan-militer> > ] > > > >
