----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 24 Oktober 2019 12.59.19 GMT+2Judul: [nasional-list] Gerindra Cemas Kemenag HadapiRadikalisme dengan Gaya Militer
Militer bajunya hijau, bendera Arab Saudia juga berwarna hijau dan juga ada gambar pedang. Jadi tidak banyak ada perbedaan terkeculai kalau komando di TNI masih pakai bahasa Indonesia sedangkan pihak lain itu bahasa Arab. hehehehe https://www.eramuslim.com/berita/nasional/gerindra-cemas-kemenag-hadapi-radikalisme-dengan-gaya-militer.htm Kamis,23 Safar 1441 H / 24 Oktober 2019 Gerindra Cemas Kemenag HadapiRadikalisme dengan Gaya Militer Eramuslim.com– Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP)Partai Gerindra Sodik Mudjahid khawatir bila Kementerian Agama(Kemenag) di bawah Jenderal TNI Purnawirawan Fachrul Razi akanmenggunakan pendekatan militer menghadapi penyebaran radikalisme. Sodikberharap, Fachrul lebih memilih langkah pendekatan dialog yangedukatif dalam menangkal radikalisme selama menjabat sebagai Menag. “Menahanradikalisme, ini mengkhawatirkan. Sebagai seorang militer, (Fachrul)melakukan pendekatan militeris generalis terhadap rakyat yangdicurigai sebagai kaum radikal,” kata Sodik dalam keterangantertulis, Rabu (23/10). Iapun mengaku pesimis dengan kinerja Kemenag di bawah Fachrul.Menurutnya, ruang lingkup tugas Kemenag jauh dari bidang kompetensiyang dikuasai Fachrul.. Sodikmenuturkan bahwa satu-satunya tugas Kemenag yang sesuai dengankompetensi Fahrul hanya terkait dengan manajemen penyelenggaraanibadah haji. Menurut Sodik, tugas itu sesuai karena hanya menyangkutpada manajemen mobilisasi jamaah. Soalpondokan, katering, keamanan, dan lain-lain. Sebagai jenderal,(Fachrul) pasti andal dalam mobilisasi pasukan dan peralatan,” kataWakil Ketua Komisi VIII DPR periode 2014-2019 itu. Meskibegitu, Sodik optimistis bahwa Fachrul akan mampu menata Kemenaghingga ke tingkat bawah. Sebagai seorang jenderal, Fachrul dianggapmempunyai kemampuan menata sampai unit pasukan paling bawah ataukecil. Sodikpun berharap, Fachrul bisa melakukan reformasi birokrasi di Kemenag.Sodik menilai Fachrul yang berlatar belakang militer mesti tegas danmerombak mental dan budaya kerja di Kemenag. “Kemenagselama ini paling lemah reformasi birokrasinya dan kulturbirokrasinya sangat feodal. Kami berharap, sebagai seorang jenderal,[Fachrul] berani melakukan reformasi budaya dan perombakan budayakerja yang produktif, efisien,” katanya. Jokowimenunjuk Fachrul sebagai Menag dalam Kabinet Indonesia Maju periode2019-2024. Sebelumdiumumkan dan dilantik, Fachrul termasuk tokoh yang dipanggil keIstana Negara pada Selasa (22/10). Mengenakan kemeja putih dan celanahitam, Fachrul mengaku ditelepon Senin (21/10) pukul 22.00 WIB dandiminta datang bertemu Jokowi. Fachrulselama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabatpada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer(Akmil) tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri. Jabatannyasebagai wakil panglima saat itu tak berlangsung lama lantarandiberhentikan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Durmelalui Keputusan Presiden terkait penghapusan jabatan wakilpanglima. [cnn]
