Militer bajunya hijau, bendera Arab Saudia juga berwarna hijau dan juga ada
gambar pedang. Jadi tidak banyak ada perbedaan terkeculai kalau komando di
TNI masih pakai bahasa Indonesia sedangkan pihak lain itu bahasa Arab.
hehehehe

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/gerindra-cemas-kemenag-hadapi-radikalisme-dengan-gaya-militer.htm


Kamis, 23 Safar 1441 H / 24 Oktober 2019
*Gerindra Cemas Kemenag Hadapi Radikalisme dengan Gaya Militer*

Eramuslim.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Sodik
Mudjahid khawatir bila Kementerian Agama (Kemenag) di bawah Jenderal TNI
Purnawirawan Fachrul Razi akan menggunakan pendekatan militer menghadapi
penyebaran radikalisme.

Sodik berharap, Fachrul lebih memilih langkah pendekatan dialog yang
edukatif dalam menangkal radikalisme selama menjabat sebagai Menag.

“Menahan radikalisme, ini mengkhawatirkan. Sebagai seorang militer,
(Fachrul) melakukan pendekatan militeris generalis terhadap rakyat yang
dicurigai sebagai kaum radikal,” kata Sodik dalam keterangan tertulis, Rabu
(23/10).

Ia pun mengaku pesimis dengan kinerja Kemenag di bawah Fachrul. Menurutnya,
ruang lingkup tugas Kemenag jauh dari bidang kompetensi yang dikuasai
Fachrul.

Sodik menuturkan bahwa satu-satunya tugas Kemenag yang sesuai dengan
kompetensi Fahrul hanya terkait dengan manajemen penyelenggaraan ibadah
haji. Menurut Sodik, tugas itu sesuai karena hanya menyangkut pada
manajemen mobilisasi jamaah.

Soal pondokan, katering, keamanan, dan lain-lain. Sebagai jenderal,
(Fachrul) pasti andal dalam mobilisasi pasukan dan peralatan,” kata Wakil
Ketua Komisi VIII DPR periode 2014-2019 itu.

Meski begitu, Sodik optimistis bahwa Fachrul akan mampu menata Kemenag
hingga ke tingkat bawah. Sebagai seorang jenderal, Fachrul dianggap
mempunyai kemampuan menata sampai unit pasukan paling bawah atau kecil.

Sodik pun berharap, Fachrul bisa melakukan reformasi birokrasi di Kemenag.
Sodik menilai Fachrul yang berlatar belakang militer mesti tegas dan
merombak mental dan budaya kerja di Kemenag.

“Kemenag selama ini paling lemah reformasi birokrasinya dan kultur
birokrasinya sangat feodal. Kami berharap, sebagai seorang jenderal,
[Fachrul] berani melakukan reformasi budaya dan perombakan budaya kerja
yang produktif, efisien,” katanya.

Jokowi menunjuk Fachrul sebagai Menag dalam Kabinet Indonesia Maju periode
2019-2024.

Sebelum diumumkan dan dilantik, Fachrul termasuk tokoh yang dipanggil ke
Istana Negara pada Selasa (22/10). Mengenakan kemeja putih dan celana
hitam, Fachrul mengaku ditelepon Senin (21/10) pukul 22.00 WIB dan diminta
datang bertemu Jokowi.

Fachrul selama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabat
pada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil)
tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri.

Jabatannya sebagai wakil panglima saat itu tak berlangsung lama lantaran
diberhentikan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui
Keputusan Presiden terkait penghapusan jabatan wakil panglima. [cnn
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191024004152-20-442349/gerindra-khawatir-kemenag-hadapi-radikalisme-dengan-militer>
]

Kirim email ke