Jangan telalu berharap, karena kalau harap-harap biasa  terus-terus tiarap.
!!

https://tabaos.id/protes-lonjakan-harga-tiket-warga-bikin-paspor-maluku/


Protes Lonjakan Harga Tiket, Warga Bikin ‘Paspor’ Maluku

*
<https://i0.wp.com/tabaos.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2019-01-15-at-19.01.40.jpeg?fit=1280%2C960&ssl=1>**TABAOS.ID
<http://TABAOS.ID>*,- Berbagai cara ditunjukan warga untuk merespon
lonjakan harga tiket penerbangan akhir-akhir ini. Begitu pula dengan warga
Maluku, yang melihat fenomena ini sebagai bentuk ketidakadilan.

“Ini tidak adil, lihat saja, ongkos perjalanan dari Ambon – Jakarta saat
ini hampir sama dengan dari Jakarta – Amsterdam, sehingga orang Maluku yang
mau ada keperluan ke Jawa sudah sama seperti pergi ke luar negeri. Kasihan
mereka yang butuh transportasi cepat”, jelas Direktur Beta Kreatif, Ikhsan
Tualeka

Menurutnya, kenyataan yang tidak menguntungkan ini sudah berlangsung dua
bulan, kenaikan harga tiket hingga 4x lipat dari harga normal. Bahkan warga
dari Aceh ramai-ramai bikin Paspor untuk lebih dulu ke Kuala Lumpur,
Malaysia baru kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah lain di Indonesia.
Meraka cari cara dan alternatif yang kreatif.

Sementara dari Maluku tidak bisa bikin cara yang sama dengan Aceh, karena
tak ada akses penerbangan langsung ke negara lain untuk sekedar transit.
“Untuk itu sebagai bentuk kritik, Beta Kreatif meluncurkan ‘Paspor’ Maluku.
Paspor ini sebagai bentuk pertanyaan kritis, apakah Maluku masih di NKRI?
Kalau iya, mengapa masih banyak ketidakadilan. Ini bentuk satire simbolik
dan kritik kreatif”, tegas Ikhsan.

Saat ditemui *tabaos.id <http://tabaos.id>* di Pelabuhan Yos Sudraso Ambon,
Ikhsan menyatakan kegusaran, dan menilai ini akibat Negara dikelola dengan
perspektif orang-orang yang tinggal di Jawa, di daerah daratan luas, yang
kerap tidak mengerti dan tidak merasakan kesulitan orang-orang yang tinggal
di wilayah kepulauan seperti kita di Maluku ini.

“Harga tiket ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal keadilan, disitulah
butuh campur tangan pemerintah atau negara, butuh tindakan afirmatif. Coba
lihat, orang mau berobat, mau melayat, mau urus surat-surat atau dokumen
lainnya, jadi terkendala soal ini,” tegas Ikhsan.

*Baca Juga*  *Untuk Apa Paspor Kedutaan Besar Maluku?*
<https://tabaos.id/untuk-apa-paspor-kedutaan-besar-maluku/>

Sementara di Jawa menurut Ikhsan, ada alternatif transportasi lain untuk
bepergian. Ada mobil lewat tol, ada kereta yang nyaman, karena semua akses
terhubung lewat daratan.

Ia membandingkan dengan di Kepulauan Maluku misalanya, masyarakat yang dari
Kei, Saumlaki, Wetar, Aru, Leti, Moa, Lakor, Geser, Ambalau, Namrole,
Namlea dan lainnya, untuk ke Ambon, ibu kota provinsi saja sulit, lama dan
sengsara, apalagi kalau musim ombak.

“Kasus tiket pesawat yang tak adil ini hanya ujung dari setumpuk
ketidakadilan yang dirasakan Maluku selama ini. Padahal adil itu sudah
harus dimulai sejak dari pikiran. Semoga satire simbolik dan kritik-kreatif
yang kami muat bisa menyadarkan semua pemangku kewajiban untuk lebih
perhatian dan peduli terhadap Maluku”, harap Ikhsan.*(T05)*

Kirim email ke