----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Minggu, 27 Oktober 2019 19.45.11 GMT+1Judul: [nasional-list] PolitikusPDIP: Menteri Agama dari Kalangan Militer Tidak Tepat
Apanyayang tidak tepat kala pilihan Jokowi disetujui dan direstui oleh SangRatu maha mulia? apakah itu tidak senang bersuka ria jika ada tentara berbewewenang yang sanggup mengantarkan umat ke surga dan tamanfirdausnya yang penuh dengan bidadari cantik bin molek lagi sexy siapmelayani jasamaniah dan rochaniah, apakah tidak tepat? Apakah tidaktepat tentara menjadi penghentar ke surga nan fana? https://nasional.tempo.co/read/1264719/politikus-pdip-menteri-agama-dari-kalangan-militer-tidak-tepat?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Dable PolitikusPDIP: Menteri Agama dari Kalangan Militer Tidak Tepat Reporter: Friski Riana Editor: Endri Kurniawati Sabtu,26 Oktober 2019 13:19 WIB TEMPO.CO, Jakarta - PolitikusPDI Perjuangan, Erwin Moeslimin Singajuru, menilai keputusan PresidenJoko Widodo atau Jokowi menunjuk Fachrul Razi sebagai menteriagama tidaktepat. "Tidak terlalu tepat kalau menurut saya. Saya terusterang apa adanya," kata Erwin saat ditemui di acara diskusiPerspektif Indonesia di Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019. Erwinmengatakan, posisi menteri agama sebaiknya tidak diisi oleh sosokberlatar belakang militer. Menurut dia, sosok yang tepat adalah yangberpengalaman di organisasi Majelis Ulama Indonesia atau seorangakademisi. "Banyak kan profesor-profesor dari IAIN atau UIN yangpintar-pintar yang bisa juga bekerja. Kenapa enggak dipilih?" Menteriagama dari kalangan militer, kata Erwin, bukan terjadi pertama kali.Sebelumnya di era Presiden Soeharto, salah satu menteri agama darimiliter adalah Alamsyah Ratu Perwiranegara. "Zaman Pak Hartobagus. Jadi dia (Alamsyah) punya leadership, ketegasan, karenadibutuhkan juga." Namun,untuk saat ini, Erwin menilai sosok menteri agama yang ideal adalahseperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan KeamananMahfud MD. Ia mengatakan bahwa sosok Mahfud bisa bicara soal ayat,agama, hukum, dan politik. Meskimenilai tidak tepat, Erwin berharap keberadaan Fachrul Razi yangberlatar belakang militer mampu memberikan yang terbaik bagimasyarakat. Apalagi, Fachrul juga memiliki wakil menteri yang berasaldari kalangan sipil, seperti Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid. Fachrulmenjadi menteriagama darikalangan militer pertama setelah reformasi. Adapun di Orde Baru, adadua menteri agama yang berlatar militer. Selain Alamsyah, adaLaksamana Muda TNI purnawirawan Tarmizi Taher yang menjabat pada1993-1998.
