https://sp.beritasatu.com/nasional/banyak-proyek-pembangunan-tertunda-pemprov-kalbar-rugi-besar/582479/


Banyak Proyek Pembangunan Tertunda, Pemprov Kalbar Rugi Besar
------------------------------
*Suara Pembaruan*
<https://sp.beritasatu.com/nasional/banyak-proyek-pembangunan-tertunda-pemprov-kalbar-rugi-besar/582479/#>

Selasa, 29 Oktober 2019 - 15:25
<https://sp.beritasatu.com/nasional/banyak-proyek-pembangunan-tertunda-pemprov-kalbar-rugi-besar/582479/#>

*Pontianak, Beritasatu.com* - Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan dalam
tahun anggaran 2019 ini banyak kegiatan proyek pembangunan yang tertunda
karena tidak mengejar waktu dan lambat saat pengerjaan. Akibatnya Pemprov
Kalbar mengalami kerugian yang cukup besar, khususnya dalam hal harga
barang.

“Untuk itu semua perencanaan proyek harus segera ditender dan diselesaikan
dalam tahun ini, sehingga pada tahun 2020 tinggal melaksanakan tender fisik
dan pelaksanaan pembangunan,” ujar Sutarmidji kepada wartawan, Selasa
(29/10/2019).

Sutarmidji mengatakan beberapa kegiatan proyek yang tertunda seperti proyek
pembangunan gedung Diklat, SMK Sambas , SMA Mempawah, halaman kantor
gubernur, pagar kantor gubernur, dan juga halaman rumah jabatan gubernur.

Dia tidak mengetahui secara pasti apa penyebab tender dan pelaksanaan
pembangunan lambat. Seperti diketahui ada beberapa kegiatan pekerjaan yang
harus ditender ulang bahkan ada yang tender sampai tiga kali.

Melihat kondisi seperti ini, Pemprov Kalbar merasa dirugikan karena harga
satuannya sudah naik pada tahun depan atau saat pelaksanaan pembangunan.
Misalnya jika kenaikan harga tahun depan mencapai 7% saja, maka proyek
pembangunan dengan anggaran Rp 100 miliar, kerugiannya sudah mencapai Rp 7
miliar akibat kenaikan harga barang.

Ia menambahkan, kemungkinan besar faktor peenyebab keterlambatan ini
biasanya perusahaan hanya ikut tender dan hanya minta uang mundur. Selain
itu, juga banyak oknum atau pengusaha yang hanya meminjam perusahaan untuk
ikut tender.

Padahal sebenarnya mereka tidak memiliki modal dan keahlian dalam bidang
pembangunan. Artinya perusahaan itu hanya ingin mengacau tender dan hanya
bermaksud meminta uang mundur.

Sedangkan pemilik perusahaan yang serius dan memiliki modal dan keahlian
menjadi sulit untuk mengikuti tender, sehingga tender menjadi gagal atau
harus diulang.

Kirim email ke