https://nasional.tempo.co/read/1267228/surya-paloh-bertemu-pks-jokowi-mungkin-dengan-saya-ndak-kangen/full&view=ok
Surya Paloh Bertemu PKS, Jokowi: Mungkin
dengan Saya Ndak Kangen
Reporter:
Friski Riana
Editor:
Juli Hantoro
Jumat, 1 November 2019 17:23 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi keluarga keluar dari Istana Merdeka,
Jakarta, untuk menuju Gedung Parlemen dalam rangka acara pelantikan
presiden 2019-2024, 20 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz
<https://statik.tempo.co/data/2019/10/20/id_882154/882154_720.jpg>
Presiden Joko Widodo didampingi keluarga keluar dari Istana Merdeka,
Jakarta, untuk menuju Gedung Parlemen dalam rangka acara pelantikan
presiden 2019-2024, 20 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo atauJokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> menanggapi santai pertemuan Ketua Umum
Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera
Sohibul Iman. "Biasa saja. Partai ketemu partai biasa. Tokoh politik
ketemu ya biasa. Biasa sekali. Enggak ada masalah," kata Jokowi dalam
dialog bersama wartawan Istana Kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta,
Jumat, 1 November 2019.
Jokowi meminta agar pertemuan tersebut tidak disalahartikan bahwa
koalisi pemerintahan tengah rapuh. NasDem merupakan salah satu partai
pendukung Jokowi saat Pilpres 2019 dan bergabung mendukung pemerintah.
Sedangkan PKS berkomitmen menjadi oposisi.
Jokowi mengatakan, bisa saja pertemuan itu terjadi karena Surya Paloh
sudah lama tidak berjumpa dengan Sohibul Iman. "Mungkin dengan saya
/ndak/ begitu kangen," katanya bergurau. "Biasa saja, enggak perlu
dibawa ke perasaan. Untuk kebaikan bangsa kebaikan negara, ketema-ketemu
menurut saya baik saja."
Pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Iman terjadi pada Rabu, 30 Oktober
2019. Saat itu, Surya Paloh <https://www.tempo.co/tag/surya-paloh> sowan
ke Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Hasil dari
pertemuan satu jam ini adalah tiga nota kesepahaman.
Pertama, kedua partai saling menghormati sikap konstitusional dan
pilihan politik masing-masing. Partai NasDem menghormati sikap dan
pilihan politik PKS untuk berjuang dari luar pemerintahan. Di saat yang
sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik NasDem di dalam
pemerintahan.
Perbedaan sikap politik kedua Partai tidak menjadi penghalang bagi
NasDem dan PKS untuk berjuang bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap
sehat dengan memperkuat fungsi /check and balances/ di DPR RI.
Demokrasi yang sehat itu penting, untuk mengatasi tantangan-tantangan
yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang politik, ekonomi,
keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lainnya.
Kedua, mereka sepakat menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan
nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan baik dan benar,
keluhuran akhlak dan keteladanan para elit sebagai dasar-dasar kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mereka juga tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme,
komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang
bertentangan dengan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terakhir, kedua partai menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis
bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa
antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai agama dengan
kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.
Oleh karena itu, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut
harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa ini dengan saling
menghormati, saling memahami, dan saling bekerjasama, dalam rangka
menjaga kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan Partai atau
golongan.
------------------------------------------------------------------------