https://metro.tempo.co/read/1268102/ketua-kpk-buka-suara-soal-kisruh-sistem-e-budgeting-dki-jakarta/full&view=ok
Ketua KPK Buka Suara Soal Kisruh Sistem
E-Budgeting DKI Jakarta
Reporter:
Antara
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Senin, 4 November 2019 13:40 WIB
Ekspresi ketua KPK Agus Rahardjo dalam acara buka bersama pimpinan KPK,
di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019. Agus pun berharap rekannya
di jajaran pimpinan KPK, Laode M Syarif, Alexander Marwata, Saut
Situmorang dan Basaria Pandjatian bisa melanjutkan karirnya di KPK.
ANTARA/Aprillio Akbar
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/17/id_842568/842568_720.jpg>
Ekspresi ketua KPK Agus Rahardjo dalam acara buka bersama pimpinan KPK,
di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019. Agus pun berharap rekannya
di jajaran pimpinan KPK, Laode M Syarif, Alexander Marwata, Saut
Situmorang dan Basaria Pandjatian bisa melanjutkan karirnya di KPK.
ANTARA/Aprillio Akbar
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi
kegaduhan sistem e-
<https://www.tempo.co/tag/sistem-e-budgeting>budgeting
<https://www.tempo.co/tag/sistem-e-budgeting> DKI Jakarta yang dituding
sebagai penyebab anggaran janggal lem aibon hingga influencer. Sejak era
Ahok, sistem penganggaran DKI Jakarta melalui sistem elektronik ini
mulai diterapkan agar bisa segera dipublikasikan kepada publik.
"'E-budgeting itu kan tidak bisa tiba-tiba ya. Ini kan harus dimulai
e-planning dulu, kalau kita sudah tahu e-planning kan pertama visi misi
diterjemahkan pada e-planning. Ada yang lima tahun, ada yang tahunan di
situ targetnya sudah jelas," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK
Jakarta, Senin 4 November 2019.
Agus menyatakan seharusnya ada sinkronisasi antara e-planning dan
e-budgeting pada plafon anggaran DKI. "Sebetulnya e-budgeting itu kan
apa yang mau dicapai tiap tahun itu kemudian diterjemahkan melalui
budget. Memang detil, memang sampai yang namanya beli alat tulis tetapi
kemudian kan tidak seperti itu, masa beli lem aibon sampai sebesar itu,"
ucap Agus.
Soal ketidaksinkronan terkait e-planning dan e-budgeting di DKI Jakarta,
Agus menyatakan lembaganya belum melihat sejauh itu. "Saya belum melihat
sejauh itu tetapi kalau kita melihat, beli aibon sebesar itu pasti ada
kesalahan yang mereka tidak melihat perencanaannya," ucap Agus.
Namun, Ketua KPK <https://www.tempo.co/tag/ketua-kpk> Agus
Rahardjo menilai sistem e-budgeting maupun e-planning itu sebenarnya
sangat baik karena memberikan akses terhadap masyarakat untuk mengetahui
soal belanja anggaran tersebut. "Kalau anda tahu misalkan kementerian A
itu apa yang mau dicapai kemudian sampai detil seperti itu anda kan
kemudian tahu, loh ini kok beli barang seperti ini. Ini kalau terbuka
rakyat kan bisa menilai," kata Agus.
------------------------------------------------------------------------