Ekonomi Indonesia bukan ekonomi raksasa untuk dibandingkan dengan USA.,
karena kalau USA bersin, Inonesia demam.

http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9635/sri_mulyani__ekonomi_indonesia_lebih_stabil_dibandingkan_as


*Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Lebih Stabil Dibandingkan AS*

Senin , 04 November 2019 | 16:08

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rapat kerja
bersama Komisi XI DPR RI sore ini. Dalam rapat tersebut, dia menyebut
ekonomi Indonesia masih terbilang stabil ketimbang negara-negara besar
seperti Amerika Serikat (AS), Eropa bahkan China sekalipun.

Pasalnya, perkembangan ekonomi makro dunia terkini bisa dibilang sudah
masuk ke dalam kategori resesi. Hal itu, kata Sri, terlihat dari revisi
pertumbuhan ekonomi dunia yang proyeksinya turun hampir 0,7 persen.


"Sekarang proyeksi terakhir hanya akan tumbuh 3,0 persen. Kalau menurut IMF
pertumbyhan ekonomi 3 persen itu sudah masuk kategori resesi dunia.
Meskipun kalau definisi resesi masing-masing negara adalah dua kali
kontraksi dari pertumbuhan ekonominya," ujar Sri di Ruang Rapat Komisi XI
DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019).

Selain itu, perdagangan global juga mengalami tekanan yang sangat keras
karena adanya perang dagang antara negara-negara besar dunia seperti
Amerika Serikat, Eropa dan China. "Dengan demikian pertumbuhan perdagangan
dunia tahun 2019 diperkirakan hanya 1,1 persen saja. Ini adalah pertumbuhan
perdagangan global yang terlemah sebelum 10 tahun yang lalu atau bahkan
sebelum itu," sebutnya.

Ancaman global itu, lanjut Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, bakal
memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi dibanyak negara dunia. Tak
terkecuali ancaman bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun
2019.

Namun demikian, Sri menyebut ekpnomi Indonesia cendrung lebih baik
ketimbang negara ekonomi besar dunia saat ini.

"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi diberbagai banyak negara, mereka
makin mengalami penurunan. Amerika Serikat saja yang sekarang masih
termasuk kategori yang paling kuat perekonomian dari sisi pertumbuhan
ekonomi juga tidak terelakan mengalami perlambatan akibat dunia juga
mengalami perlambatan," katanya.

Bahkan, sambung Sri, negara-negara besar di Eropa seperti Jerman juga
terdampak iklim ekonomi global saat ini. Negara itu sempat mengalami
negatif growth, meskipun pada Kuartal-III terakhir tumbuh 0,4 persen.
Sementara China yang biasanya tumbuh di atas 7 atau mendekati 7 persen
sekarang makin mendekati 6 persen. "Bahkan diperkirakan hanya di sekitar
5,5 persen," ucap Sri.


Lebih lanjut, Sri menyebut negara-negara tetangga Indonesia di Asia juga
mengalami negatif pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, Sri dengan pede
menyatakan RI tidak terpengaruh iklim ekonomi global yang mengalami resesi
atau perang dagang.

"Indonesia masih relatif stabil diatas 5 persen. Sedangkan tetangga kita
seperti Singapura sempat menglami negatif growth di dua triwulan terkahir
hanya sekitar 0,2 persen. Jepang dan India sekarang merosot cukup tajam
dimana sekarang ada di kisaran 5 persen. Thailand dan filipina juga
begitu," ungkapnya.

"Jadi di dunia mengalami perlambatan dan itulah yang harus kita waspadai,"
tambahnya. *(Ryo)*

Kirim email ke