----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Senin, 4 November 2019 
19.26.39 GMT+1Judul: [nasional-list] SriMulyani: Ekonomi Indonesia Lebih Stabil 
Dibandingkan AS
     

 
EkonomiIndonesia bukan ekonomi raksasa untuk dibandingkan dengan USA.,karena 
kalau USA bersin, Inonesia demam.


http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9635/sri_mulyani__ekonomi_indonesia_lebih_stabil_dibandingkan_as





SriMulyani: Ekonomi Indonesia Lebih Stabil Dibandingkan AS


Senin, 04 November 2019 | 16:08 

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rapat kerjabersama 
Komisi XI DPR RI sore ini. Dalam rapat tersebut, dia menyebutekonomi Indonesia 
masih terbilang stabil ketimbang negara-negarabesar seperti Amerika Serikat 
(AS), Eropa bahkan China sekalipun.


Pasalnya,perkembangan ekonomi makro dunia terkini bisa dibilang sudah masuk 
kedalam kategori resesi. Hal itu, kata Sri, terlihat dari revisipertumbuhan 
ekonomi dunia yang proyeksinya turun hampir 0,7 persen.




"Sekarangproyeksi terakhir hanya akan tumbuh 3,0 persen. Kalau menurut 
IMFpertumbyhan ekonomi 3 persen itu sudah masuk kategori resesi dunia.Meskipun 
kalau definisi resesi masing-masing negara adalah dua kalikontraksi dari 
pertumbuhan ekonominya," ujar Sri di Ruang RapatKomisi XI DPR, di Komplek 
Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin(4/11/2019).

Selainitu, perdagangan global juga mengalami tekanan yang sangat keraskarena 
adanya perang dagang antara negara-negara besar dunia sepertiAmerika Serikat, 
Eropa dan China. "Dengan demikian pertumbuhanperdagangan dunia tahun 2019 
diperkirakan hanya 1,1 persen saja. Iniadalah pertumbuhan perdagangan global 
yang terlemah sebelum 10 tahunyang lalu atau bahkan sebelum itu," sebutnya.

Ancamanglobal itu, lanjut Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, bakalmemberikan 
dampak kepada pertumbuhan ekonomi dibanyak negara dunia.Tak terkecuali ancaman 
bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) tahun 2019.

Namundemikian, Sri menyebut ekpnomi Indonesia cendrung lebih baikketimbang 
negara ekonomi besar dunia saat ini.

"Kalaukita lihat pertumbuhan ekonomi diberbagai banyak negara, mereka 
makinmengalami penurunan. Amerika Serikat saja yang sekarang masihtermasuk 
kategori yang paling kuat perekonomian dari sisi pertumbuhanekonomi juga tidak 
terelakan mengalami perlambatan akibat dunia jugamengalami perlambatan," 
katanya.

Bahkan,sambung Sri, negara-negara besar di Eropa seperti Jerman jugaterdampak 
iklim ekonomi global saat ini. Negara itu sempat mengalaminegatif growth, 
meskipun pada Kuartal-III terakhir tumbuh 0,4 persen.Sementara China yang 
biasanya tumbuh di atas 7 atau mendekati 7persen sekarang makin mendekati 6 
persen. "Bahkan diperkirakanhanya di sekitar 5,5 persen," ucap Sri.




Lebihlanjut, Sri menyebut negara-negara tetangga Indonesia di Asia 
jugamengalami negatif pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, Sri denganpede 
menyatakan RI tidak terpengaruh iklim ekonomi global yangmengalami resesi atau 
perang dagang.

"Indonesiamasih relatif stabil diatas 5 persen. Sedangkan tetangga kita 
sepertiSingapura sempat menglami negatif growth di dua triwulan terkahirhanya 
sekitar 0,2 persen. Jepang dan India sekarang merosot cukuptajam dimana 
sekarang ada di kisaran 5 persen. Thailand dan filipinajuga begitu," ungkapnya..

"Jadidi dunia mengalami perlambatan dan itulah yang harus kita 
waspadai,"tambahnya. (Ryo)



    

Kirim email ke