Bagaimana dengan pemimpin atau pimpinan masa sekarang? Apakah tidak
dibutuhkan kompetensi inovasi?

On Fri, Nov 8, 2019 at 7:55 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Mereka tidak akan bertahan jika tidak memiliki SDM yang terampil
> Jakarta (ANTARA) - Dalam menghadapi era baru dari revolusi industri 4.0
> diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni dan melek teknologi.
>
> Mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman dan mengoptimalkan
> pemanfaatan teknologi serta inovasi menjadi kunci bagi berhasilnya
> pemimpin-pemimpin pada masa mendatang.
>
> Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi
> Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan pemimpin yang mampu
> bertahan dan berkembang di masa depan adalah orang yang memiliki kompetensi
> inovasi.
>
> "Bicara mengenai 'leaders in a new planet', sebagai akibat dari revolusi
> industri 4.0, 'leaders' yang 'survive' dan 'lead' (pemimpin yang mampu
> bertahan dan dapat memimpin) adalah 'leaders' yang bagaimana pun berbasis
> pada inovasi, atau 'promote' inovasi," kata dia dalam peluncuran buku
> "Leaders of a New Planet" di kantor PT Daya Dimensi Indonesia, Kawasan Mega
> Kuningan, Jakarta, Jumat.
>
> Suatu peradaban atau suatu ekonomi bangsa hanya akan dapat maju signifikan
> jika memiliki atau menguasai kemajuan inovasi dan sumber daya manusia (SDM)
> unggul.
>
> Bonus demografi Indonesia juga harus bisa dimanfaatkan optimal dengan arah
> pengembangan SDM yang menjadi adaptif, kreatif, dan inovatif sehingga
> mendapat manfaat sebesar-besarnya pada era revolusi industri 4.0 dan
> ekonomi digital.
>
> Menurut Menristek Bambang, SDM yang bisa memajukan bangsa Indonesia dan
> memimpin era ini ke depan adalah mereka yang tidak hanya mempunyai "hard
> skill", akan tetapi juga "soft skill".
>
> "Soft skill" tersebut berujung pada kompetensi inovasi. SDM itu harus
> memiliki kemampuan, antara lain kreativitas, inisiatif/ide yang inovatif,
> pemikiran kritis, mampu bekerja dalam tim dan membangun jaringan.
>
> *Baca juga: Menristek: Revolusi Industri butuh peningkatan SDM analis big
> data
> <https://www.antaranews.com/berita/1152228/menristek-revolusi-industri-butuh-peningkatan-sdm-analis-big-data>*
>
> "Inisiatif bisa muncul kalau 'networking' (jaringan) dan 'team work'
> (kerja tim). Lalu 'critical thinking' (berpikir kritis) supaya inisiatif
> tidak asal, bisa lanjut ke kreativitas lalu berujung ke inovasi," ujarnya..
>
> Untuk menjadi inovatif, seseorang juga harus cepat adaptif dengan
> perkembangan dan kemajuan teknologi, yang banyak mengisi sektor kehidupan
> saat ini dan yang akan datang.
>
> Pemimpin pada era baru ini juga dituntut ramah teknologi dan mampu
> memanfaatkannya untuk peningkatan produktivitas diri sehingga berkontribusi
> optimal dalam memajukan ekonomi bangsa.
>
> "'New leaders' tidak boleh gaptek (gagap teknologi), tapi harus punya
> digital literasi, tidak harus ahli 'coding', paling tidak mengerti bisnis
> digital dan paham kenapa digital 'mainstream' ke depan," ujarnya.
>
> Untuk mewujudkan Indonesia maju pada 2045, Menristek Bambang mengatakan
> tidak bisa dilakukan dengan "business as usual", seperti sekarang ini atau
> berdoa Indonesia baik-baik saja, melainkan harus ada terobosan yang berupa
> inovasi.
>
> Pada tahun 50-an, Indonesia dan Korea merupakan negara miskin di Asia
> akibat perang dan penjajahan. Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan
> alam yang lebih melimpah dibandingkan dengan Korea.
>
> Namun, pada pertengahan tahun 70-an, Korea mampu berkembang menjadi negara
> berpendapatan menengah, sedangkan Indonesia baru dapat berada di posisi itu
> pada tahun 90-an. Kemudian tahun 90-an, Korea telah menjadi negara maju,
> sedangkan Indonesia belum mencapai posisi itu hingga saat ini.
>
> "Negara maju bukan karena 'abundant natural resources' (sumber daya alam
> yang melimpah), yang dia (Korea, red.) punya 'human resources' (sumber daya
> manusia)," ujar dia.
>
> *Baca juga: Menristek dorong mahasiswa adaptif pada disrupsi-kemajuan
> teknologi
> <https://www.antaranews.com/berita/1145308/menristek-dorong-mahasiswa-adaptif-pada-disrupsi-kemajuan-teknologi>*
>
> Oleh karena tidak memiliki SDM melimpah, maka Korea berinvestasi
> besar-besaran di SDM. Korea memperkuat dan mengembangkan penelitian dan
> pengembangan yang berujung pada terciptanya inovasi.
>
> "Mereka tidak akan bertahan jika tidak memiliki SDM yang terampil," tutur
> dia.
>
> Dalam rangka memaknai Hari Pahlawan, Dayalima meluncurkan buku "Leaders of
> a New Planet" yang menceritakan tentang refleksi perjalanan kepemimpinan
> Indonesia, sejak era perjuangan hingga dewasa ini.
>
> Buku ini ditulis oleh tiga direktur PT Daya Dimensi Indonesia, yakni Ketut
> Saguna Narayana, Rainier (Rene) Turangan, dan Yuri Yogaswara.
>
> Buku tersebut juga merupakan proyeksi kepemimpinan yang dibutuhkan pada
> masa kini dan yang akan datang.
>
> Presiden Direktur PT Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara mengatakan
> prinsip "leaders of a new planet" mendukung visi Indonesia 2045 dan empat
> pilar pembangunan nasional.
>
> Menurut dia, salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu,
> berdaulat, adil, dan makmur adalah memajukan SDM yang mampu berpikir kritis
> dan berinovasi.
>
> Sumber daya manusia Indonesia juga harus memiliki keberanian untuk keluar
> dari zona nyaman dan kepemimpinan untuk menginspirasi berjuta rakyat
> Indonesia agar bergerak menuju pembaruan.
>
> *Baca juga: Ketua GLS: Literasi mampu ciptakan SDM unggul
> <https://www.antaranews.com/berita/1139067/ketua-gls-literasi-mampu-ciptakan-sdm-unggul>*
>
> Para pemimpin dan calon penerus bangsa harus membekali diri dengan niat
> yang tulus agar setiap usaha berujung kepada kebaikan bagi bangsa dan dunia.
>
> Dalam buku itu, Yuri juga membahas benang merah dan karakteristik dari
> beberapa tokoh sejarah yang membuat gebrakan.
>
> Buku ini memaparkan tentang "leadership model" yang merinci bagaimana
> pemahaman akan makna dan nilai hidup seseorang yang dipadu dengan kejelasan
> dan keselarasan karakter dan sikap kepemimpinan akan menjadi tindakan dan
> keputusan yang tepat sasaran.
>
> Direktur Daya Dimensi Indonesia Rene Turangan menuturkan peluncuran buku
> "Leaders of a New Planet" juga bertujuan meyakinkan generasi muda akan
> pentingnya mengenal diri sendiri sebagai langkah awal membangun
> kepemimpinan.
>
> Buku itu juga memberikan riset hasil penilaian yang dilakukan kepada lebih
> dari 30 ribu pemimpin selama 10 tahun terakhir, yang mencakup antara lain
> profil pemimpin-pemimpin top Indonesia dan gaya kepemimpinan yang terbukti
> efektif untuk berbagai industri.
>
> Associate Director Daya Dimensi Indonesia Ketut Saguna mengatakan para
> pemimpin planet baru (leaders of a new planet) bukan sekadar wacana,
> melainkan suatu kerangka hidup yang terus berkembang.
>
> Untuk itu, setiap individu harus menempatkan kepemimpinan sebagai titik
> tumpu utama dalam pendidikan karakter, bukan hanya untuk para pemimpin
> negara, namun juga setiap elemen masyarakat yang dimulai dari keluarga
> sebagai unit terkecil masyarakat.
>
>
> *Baca juga: SDM unggul peluang emas untuk Indonesia maju
> <https://www.antaranews.com/berita/1126779/sdm-unggul-peluang-emas-untuk-indonesia-maju>
> Baca juga: Kemristek: organisasi profesi iptek ciptakan iklim untuk SDM
> unggul
> <https://www.antaranews.com/berita/1138255/kemristek-organisasi-profesi-iptek-ciptakan-iklim-untuk-sdm-unggul>*
>
>
> Oleh Martha Herlinawati S
> Editor: M. Hari Atmoko
>
> 
>

Kirim email ke