Bandingkan dengan gaji dan tunjangan direksi BPJS yang wah plus jaminan kesehatan dengan asuransi InHealth! Hidup jembatan dan jalan tol!(entah bagaimana urusan gantirugi lahannya) "BPJS tanam Rp 73 triliun di proyek infrastruktur"https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/254843 --- ilmesengero@... wrote:
Dirgahyurezim neo-Mojopahit”! https://www.jawapos.com/features/11/11/2019/bu-bidan-digaji-rp-300-ribu-per-bulan-plus-jadi-perawat-dan-dokter/ BuBidan Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter FEATURES 11November 2019, 16:03:00 WIB BidanNike Indira saat di temui di Pulau Sailus Besar, Sulawesi Selatan(30/10/2019). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) ”Sedihkarena saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap bidan honorerPuskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Satanger Nike Indria. Pasien yangdia tolong meninggal karena preeklamsia dan terlambat dibawa kedaerah rujukan. Penyesalan seperti itu dirasakan banyak tenaga medisdi wilayah sulit. FERLYNDAPUTRI, Pangkep,Jawa Pos DI sebuahsore Februari lalu, saat sedang santai Nike dipanggil seorang wargadi Pulau Satanger, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep),Sulawesi Selatan. Ada kondisi gawat. Seorang ibu muda hendakmelahirkan, tapi pembukaan jalan lahir berjalan lambat. ”Sudahditangani dukun, tapi tidak keluar (bayinya, Red),” ujar dia. Pukul19.00 Nike sampai di rumah ibu tersebut. Baru pembukaan 5. Untukmempercepat proses, pasien meminta izin jalan-jalan. Dua jamberselang, Nike kembali memeriksa pembukaan. Hanya bertambah 2 cm.Pasien mulai stres, tapi tetap minta untuk jalan-jalan. Taklama kemudian ibu itu jatuh. Tubuhnya kejang. Matanya hanya kelihatanbagian putih. Semua panik. Kejang berlangsung sekitar dua menit. Ibutersebut kembali sadar. Nike mengecek tekanan darah. Meski lupa angkapastinya, dia ingat betul angkanya tinggi. Pasien harus dirujuk untukmendapat perawatan yang lebih lengkap. Sayang,laut sedang surut. Kapal yang ada di bibir pantai tak bisa menuju ketengah. Oke, ditunggu sampai besok pagi. Azan Subuh belum terdengar.Langit masih gelap. Air sudah tinggi. Semalaman Nike menunggupasiennya yang beberapa kali kejang itu. Mengejar waktu, Nikeditemani keluarga pasien membawa ibu muda tersebut menuju Sumbawa.Estimasi perjalanan delapan jam. ”Kapalnya tidak menggunakan mesinmobil, jadi lama,” kenang perempuan 23 tahun itu. Diperairan dekat Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat, pasien kembalikejang. Kali ini lebih parah. Tubuhnya membiru. Aduh, apa yang harusdilakukan Nike yang jadi satu-satunya tenaga kesehatan (nakes) dikapal kayu itu? Dia mencoba menjaga kesadaran pasien. Lainnyadipasrahkan kepada Yang Kuasa. ”Saat kejang hanya bisa dilihatin.Perasaan sedih, tapi gimana?” ungkapnya. Pasienselamat sampai Sumbawa dan segera dibawa ke rumah sakit. Dokterkandungan di salah satu rumah sakit daerah memvakum bayi yang takkunjung keluar. Empat kali divakum, tak ada perkembangan. Yangterakhir menunjukkan bahwa tekanan bayi terlalu kuat. Menurut Nike,itu akibat tensi si ibu masih tinggi. Paramedis memutuskan untukmelakukan operasi sesar. Kuranglebih pukul 20.00 jabang bayi perempuan lahir. Semuanya lega. Tenagaharus dipulihkan, maka semua beristirahat. Dini hari kabar dukadatang. Si ibu meninggal dunia. Itu bukan kali pertama pengalamanyang memacu jantung Nike. Kerap dia panik karena keterbatasan dalammenangani pasien. ”Saya sering menjadi perawat merangkap dokter,”kelakarnya. Sebagaisatu-satunya tenaga di Pulau Satanger, Nike harus serbabisa. Takhanya menolong ibu hamil, tapi juga melakukan pemeriksaan jika adakeluhan berbagai penyakit. Sudah tiga tahun dia mengabdi sebagainakes. Selama itu pula statusnya hanya tenaga harian. Bayarannya Rp300 ribu per bulan. Itu pun dibayarkan tiga bulan sekali. Meskidemikian, Nike enggan meninggalkan tempat dinas yang merupakan tanahkelahirannya tersebut. ”Kata bapak, kalau saya saja meninggalkanSatanger, lalu bagaimana orang luar yang ditugaskan ke sana?”tuturnya. Meski terbatas, Nike bertahan. Rasa kemanusiaan yang selalumemenangkan hatinya. Takberbeda dengan Nike, Asmilawati juga memilih mengabdi di wilayahsulit.Perawat honorer di Puskesmas Pulau Sailus itu ingin pemerintahmemperhatikan nakes di wilayah sulit. Salah satunya denganpengangkatan nakes yang berasal dari putra daerah. Mila,sapaan Asmilawati, sudah tujuh tahun mengabdi. Dia asli Pulau Sapuka,ibu kota Kecamatan Liukang Tangaya. Kurang lebih sepuluh jamperjalanan dengan kapal kecepatan 7 knot dari Pulau Sailus Besar.”Dengan risiko lebih tinggi, seharusnya ada tunjangan yang lebihbesar. Agar ada yang tertarik ke pulau,” tuturnya. Selainitu, Mila menyarankan agar ada pelatihan untuk nakes. Denganketerbatasan sumber daya, nakes yang hanya satu atau dua orang harusserbabisa. Update ilmu, menurut dia, harus dilakukan. Jikadi kota perkembangan bisa berjalan cepat, sayangnya tidak di PulauSailus. Tak ada operator telepon yang masuk. Sehingga untukberkomunikasi menggunakan radio. Sebenarnya ada satu warga yangmenyediakan wifi. Namun, biayanya cukup menguras kantong. Untuk kuotainternet 50 mb, warga harus merogoh Rp 15 ribu. Janji untuk membawajaringan ke Pulau Sailus sudah kerap diutarakan politisi di setiapkampanye. Warga sampai tak percaya lagi dengan janji itu.. Haltersebut yang menghambat perkembangan di Pulau Sailus. Jika saluraninformasi di Sailus lancar, Mila bermimpi bisa menghubungi seniornyaketika ada kesulitan. Hal itu pasti akan membantunya dalam menolongwarga yang sakit. Keterbatasantak membuat Nike dan Mila mengeluh. Sebab, keluhan saja tak bisamenolong warga yang sakit. Di luar sana mungkin ada ribuan Nike danMila yang bertahan dalam keterbatasan demi kesehatan. KepalaDinas Kesehatan Pangkep Indriaty Latief saat dihubungi Jawa Posmenyatakan bahwa nakes menjadi masalah pokok di Kecamatan LiukangTangaya. Hanya ada satu atau dua yang sudah PNS di puskesmas. Selainitu, semuanya tenaga lepas harian. ”Pendapatannya di bawah upahminimal provinsi,” ucapnya. Indriatymengatakan bahwa sebelumnya ada pegawai tidak tetap (PTT) yangdibiayai pusat. Sekarang program tersebut dihapus dan diganti denganprogram Nusantara sehat (NS). Program itu, menurut dia, kurang.Sebab, tidak semua ditempatkan di puskesmas dan hanya tinggal selamasatu tahun. ”Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena anggaran kecil.Kami mau berikan honor yang besar, tapi tidak bisa,” ujarnya. MajelisPengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK) PB IDI dr Poedjo HartonoSpOG menjelaskan bahwa penyebaran nakes memang menjadi problem.Wilayah sulit acap kali dihindari. Hal itu, menurut dia, manusiawikarena susah dijangkau dan banyak keterbatasan. ”Terobosannya,orang lokal disekolahkan dan wajib kerja di daerahnya,” tutur dia. Programpenyebaran nakes seperti NS, menurut Poedjo, tidak banyak diminati.Bahkan, program wajib kerja dokter spesialis (WKDS) sampai digugatdan akhirnya aturannya dibatalkan Mahkamah Agung. ”Padahal, adajanji gaji yang besar dan sebagainya,” ungkap dia. MenurutPoedjo, persebaran nakes yang belum merata bukan hanya masalahpemerintah pusat. Pemerintah daerah juga harus hadir. Apalagi,sejumlah kasus kesehatan menimpa anak yang semestinya menjadi penerusgenerasi bangsa. Seperti kisah yang dialami bocah 6 tahun, tapi punyatubuh bak umur 2 tahun. Baca besok untuk mengetahui ceritanya. Editor: Ilham Safutra Reporter: */c9/ayi #yiv5865923211 -- #yiv5865923211ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp #yiv5865923211hd {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp #yiv5865923211ads {margin-bottom:10px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp .yiv5865923211ad {padding:0 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp .yiv5865923211ad p {margin:0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mkp .yiv5865923211ad a {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ygrp-lc #yiv5865923211hd {margin:10px 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ygrp-lc .yiv5865923211ad {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211actions {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity span {font-weight:700;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity span:first-child {text-transform:uppercase;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity span a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity span span {color:#ff7900;}#yiv5865923211 #yiv5865923211activity span .yiv5865923211underline {text-decoration:underline;}#yiv5865923211 .yiv5865923211attach {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 0;width:400px;}#yiv5865923211 .yiv5865923211attach div a {text-decoration:none;}#yiv5865923211 .yiv5865923211attach img {border:none;padding-right:5px;}#yiv5865923211 .yiv5865923211attach label {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5865923211 .yiv5865923211attach label a {text-decoration:none;}#yiv5865923211 blockquote {margin:0 0 0 4px;}#yiv5865923211 .yiv5865923211bold {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5865923211 .yiv5865923211bold a {text-decoration:none;}#yiv5865923211 dd.yiv5865923211last p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5865923211 dd.yiv5865923211last p span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5865923211 dd.yiv5865923211last p span.yiv5865923211yshortcuts {margin-right:0;}#yiv5865923211 div.yiv5865923211attach-table div div a {text-decoration:none;}#yiv5865923211 div.yiv5865923211attach-table {width:400px;}#yiv5865923211 div.yiv5865923211file-title a, #yiv5865923211 div.yiv5865923211file-title a:active, #yiv5865923211 div.yiv5865923211file-title a:hover, #yiv5865923211 div.yiv5865923211file-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5865923211 div.yiv5865923211photo-title a, #yiv5865923211 div.yiv5865923211photo-title a:active, #yiv5865923211 div.yiv5865923211photo-title a:hover, #yiv5865923211 div.yiv5865923211photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5865923211 div#yiv5865923211ygrp-mlmsg #yiv5865923211ygrp-msg p a span.yiv5865923211yshortcuts {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5865923211 .yiv5865923211green {color:#628c2a;}#yiv5865923211 .yiv5865923211MsoNormal {margin:0 0 0 0;}#yiv5865923211 o {font-size:0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211photos div {float:left;width:72px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211photos div div {border:1px solid #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211photos div label {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211reco-category {font-size:77%;}#yiv5865923211 #yiv5865923211reco-desc {font-size:77%;}#yiv5865923211 .yiv5865923211replbq {margin:4px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-actbar div a:first-child {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg select, #yiv5865923211 input, #yiv5865923211 textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg pre, #yiv5865923211 code {font:115% monospace;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-mlmsg #yiv5865923211logo {padding-bottom:10px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-msg p a {font-family:Verdana;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-msg p#yiv5865923211attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-reco #yiv5865923211reco-head {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-reco {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ov li {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-sponsor #yiv5865923211ov ul {margin:0;padding:0 0 0 8px;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-text {font-family:Georgia;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-text p {margin:0 0 1em 0;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5865923211 #yiv5865923211ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none !important;}#yiv5865923211
