BETUUUL, ... problem utama bagaimana meningkatkan produktivitas, baik dengan meningkatkan efisiensi kerja buruh dan meningkatkan teknologi! UMK tentu jangan dihapus, sebaliknya juga jangan dinaikkan seenak udelnya, ... segala usaha perkembangan harus ada keseimbangan, jangan sampai merusak dan merugikan salah-satu pihak, untuk menjamin tercapainya TUJUAN BERSAMA, sama-sama menang, dan sama-sama untung, ...!

On 11/19/2019 2:38 AM, kh djie [email protected] [GELORA45] wrote:
Kalau produktivitas pertanian bisa dinaikkan dengan bibit unggul, cara tanam, pupuk, irrigasi dll.
hasil pertanian bisa dijual murah, dan toch petani bisa hidup lebih baik.
Kalau hasil pertanian murah, gaji buruh tidak perlu naik terus, bisa bersaing dengan gaji
buruh negeri lain, bisa membuat investor tertarik ?

Pada tanggal Sen, 18 Nov 2019 pukul 19.31 Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:


    */Makin murah UMK makin bagus untuk penanam modal baik yang
    berlambang nasional mau pun asing. Kalau UMK murah ditambah lagi
    tax holiday i dan fasilitas-fasilitas lain selama lima tahun dan
    bisa diperpanjang, maka dijamin penanam modal akan memperoleh laba
    berlipat ganda./*

    On Mon, Nov 18, 2019 at 4:52 PM 'nesare' [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> wrote:

        Hahaha ane lupa ngomentari ttg PMA nya, eh ente nongol utk yg
        kedua kalinya ttg PMA ini.

        Ini mah salah kaprah ndul! Jokowi itu memotong birokrasi
        investasi itu bukan hanya PMA saja, juga termasuk PMDN.

        Ente itu gak ngerti permasalahannya. Coba belajar lagi lebih
        teliti apa2 saja undang2 hukum yg dibikin Jokowi ttg
        pemangkasan birokrasi ttg investasi ini.

        Ngomong2 emangnya salah kalau birokrasi investasi asing
        digampangkan. Apakah ente keberatan memotong penghasilan para
        birokrat yg bikin susah PMA? Wah hati2 loh kalau jawabannya
        iya, ente itu termasuk pro koruptor loh. Ya boleh2 saja alasan
        ente mendukung koruptor birokrat krn mereka adalah rakyat
        miskin dan orang Indonesia. Tetapi tetap gak terelakkan ini
        tetap mendukung koruptor loh hehehehe.

        Jadi jangan krn Jokowi membabat korupsinya birokrat, ente
        balikkan dan NYINYIR Jokowi “membabati hak Rakyat / Buruh
        untuk hidup layak.”

        Hehehe lucu bagi ane koq bisa2nya ente mau membela
        rakyat/buruh utk hidup layak dgn mencaci maki PMA, sedangkan
        kenyataannya ente mendukung korupsi para rakyat/buruh yg sdh
        hidup sangat layak!!!!! Hahahaha ada ada saja tukang NYINYIR!!!!

        Jadi gak usah berlagak necis didepan rakyat/buruh yg hidupnya
        sudah sangat layak ya!!!!!

        Nesare

        *From:* [email protected]
        <mailto:[email protected]> <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>
        *Sent:* Monday, November 18, 2019 10:07 AM
        *To:* GELORA45 <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>
        *Subject:* Re: [GELORA45] UMK Mau Dihapus: Pengusaha Gerah,
        Buruh Tolak Mentah-Mentah

        Supaya kelihatan necis di depan pemodal asing rupanya tidak
        puas hanya membabati perizinan PMA, tapi juga dengan membabati
        hak Rakyat / Buruh untuk hidup layak.



        --- ilmesengero@... wrore:

            Kalau UMK dihapus sama dengan kembali ke zaman feodal kuno
            atau perbudakan.

            On Wed, Nov 13, 2019 at 1:30 PM ajeg wrote:

            Sebelum membabat berbagai peraturan yang dituding
            menghambat PMA, harusnya Jokowi benahi dulu urusan hak dan
            kebutuhan Rakyat ini.

            -



            UMK Mau Dihapus: Pengusaha Gerah, Buruh Tolak Mentah-Mentah

            Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia

            NEWS

            13 November 2019 13:40

            *Jakarta, CNBC Indonesia -* Menteri Ketenagakerjaan
            (Menaker), Ida Fauziah sedang mengkaji untuk penghapusan
            upah minimum kabupaten/kota (UMK) hingga UMK sektoral.
            Rencananya akan ada satu sistem pengupahan di daerah.
            Artinya, di masing-masing provinsi hanya ada satu acuan
            upah minimum.

            "Iya ada kemungkinan me-review, misalnya UMP itu hanya
            satu, jadi tidak melihat UMK, provinsi maupun
            kabupaten/kota [sama]," ungkapnya ketika ditemui di
            komplek Istana Kepresidenan, Selasa (12/11/2019).

            Keresahan soal adanya UMK termasuk UMK sektoral sudah lama
            jadi keresahan para pengusaha. UMK seringkali lebih
            tingggi dari UMP dan memberatkan.




Kirim email ke